10 Contoh Saham Blue Chip dan Tips untuk Investasi Jangka Panjang

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
10 Contoh Saham Blue Chip dan Tips untuk Investasi Jangka Panjang

Ingin investasi saham, namun bingung memilih emiten yang mana? Baiknya saham blue chip dijadikan acuan. Karena saham ini pergerakannya cenderung stabil dan berpotensi memberikan dividen bagi investor.

Saham blue chip merupakan istilah yang digunakan di kalangan investor secara tidak resmi—tidak seperti indeks LQ45 yang secara resmi dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia—untuk menyebut emiten dengan performa terbaik, kapitalisasi pasar besar, dan profit yang stabil. Fakta di lapangan, saham blue chip ini adalah jenis saham yang paling banyak dicari oleh investor karena bisa memberikan imbal hasil besar dan kinerja saham tersebut sangat baik.

Secara umum, emiten saham blue chip adalah perusahaan yang memiliki jumlah aset besar, berada di kondisi yang stabil bertahun-tahun, dan rutin membayarkan dividen tinggi ke seluruh pemegang saham.

Baca juga: Saham Blue Chip: Pengertian dan Contohnya

Tertarik? Yuk, kita lihat lebih jauh, mulai dari karakter dan daftar saham blue chip yang bisa kamu tengok.

7 Cara Membaca Analisa Fundamental Saham Bagi Pemula

Karakter dari Saham Blue Chip

1. Memiliki valuasi kapitalisasi perusahaan yang besar

Reputasi emiten di mata masyarakat ini sangatlah baik, di mana terkenal jarang bermasalah, memiliki produk dengan penjualan yang tinggi tiap bulan. Walaupun total aset perusahaan belum mencapai angka $5miliar, perusahaan yang kapitalisasi tinggi baik dari segi brand maupun kas bisa dimasukkan ke dalam kategori perusahaan blue chip.

2. Aktif di Bursa Efek Indonesia dalam jangka waktu lama

Lot saham dari perusahaan tersebut sudah diperjualbelikan selama rentang waktu bertahun-tahun di bursa efek. Adapun perusahaan yang berhasil mempertahankan reputasinya di mata investor selama bertahun lamanya tentunya mempunyai stabilitas yang tinggi.

3. Sahamnya ramai diperjualbelikan

Umumnya harga saham blue chip lebih tinggi jika dibandingkan saham lainnya. Bahkan ada saham blue chip pertumbuhan harganya bisa menembus 300 kali lipat. Tingginya harga saham blue chip ini dipengaruhi oleh besarnya antusiasme investor membeli lot saham tersebut. Sesuai dengan prinsip ekonomi, semakin besar permintaan, maka harganya pun semakin tinggi.

4. Memiliki market share tertinggi

Mayoritas perusahaan dengan label saham blue chip merupakan market leader dengan market share yang lebih tinggi dibandingkan kompetitor industri sejenis. Tingginya market share menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki performa penjualan paling baik. Dengan demikian, peluang profitabilitasnya juga lebih tinggi dibanding bisnis sejenis.

5. Memiliki hubungan baik dengan investor

Emiten saham blue chip memiliki hubungan baik dengan investor terutama dalam segi pembagian keuntungan. Perusahaan blue chip sudah terbukti bisa memuaskan investor dan terus bisa menjaga kepercayaan mereka selama bertahun-tahun.

Baca juga: 10 Langkah Belajar Main Saham untuk Pemula dari Nol

Bagi seorang pemula, yang masih belajar dan bingung memilih saham terbaik, maka rekomendasi 10 daftar saham blue chip di bawah ini bisa dijadikan acuan.

Istilah ARA dan ARB dalam Saham: Ini yang Wajib Investor Pemula Ketahui!

10 Besar Saham Blue Chip 2022

1. Adaro Energy (ADRO)

Saham blue chip pertama yang bisa dipilih adalah PT. Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

PT. Adaro Energy Indonesia Tbk merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang basisnya di Indonesia. ADRO dan anak perusahaannya bergerak di bidang perdagangan batubara, pertambangan batubara, infrastruktur, kasa kontraktor penambangan, logistik batubara dan juga kegiatan pembangkit tenaga listrik. Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersial sejak Juli 2004 dan melantai di Bursa Efek Indonesia tahun 2008.

Adaro Energy membukukan kinerja yang cemerlang sepanjang tahun 2021. Ini turut mengatrol pendapatan ADRO melesat ke 57,51% secara YoY menjadi USD 3,99 miliar. Untuk laba bersih ADRO meningkat secara signifikan yang semula USD 146,93 juta di tahun 2020 menjadi USD 933,49 juta di tahun 2021.

2. Aneka Tambang (ANTM)

PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, pertambangan simpanan alam, transportasi, perdagangan dan jasa lainnya. Walaupun sempat mengalami tren penurunan dengan koreksi 0,42% ke level Rp 2.380 di bulan Maret 2022. Kendati demikian, ANTM masih bisa mencetak imbal hasil yang positif yakni 1,71%.

Sedangkan laba bersih dari ANTM mengalami lonjakan tajam sebesar Rp 1,86 triliun.

3. Astra International (ASII)

PT. Astra International Tbk (ASII) merupakan salah satu saham blue chip potensial di tahun 2022. Astra merupakan perusahaan yang memiliki setidaknya enam lini bisnis yaitu jasa keuangan, alat berat, otomotif, agribisnis, teknologi informasi, pertambangan dan energi serta infrastruktur dan logistik.

PT. Astra International telah berhasil membukukan kinerja terbaik di kuartal tiga tahun 2021. ASII pun berhasil mengalami pertumbuhan pendapatan juga laba bersih di tahun 2021.

4. Bank Rakyat Indonesia atau BRI (BBRI)

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) adalah bank komersial tertua yang ada di Indonesia, adapun ruang lingkup usahanya di bidang perbankan. Saham BBRI telah berhasil menyentuh titik tertinggi di perdagangan awal tahun 2022 di harga Rp 4.180 per saham. Di bulan April tanggal 15 tercatat saham BBRI di angka Rp 4.500 per saham. Laba bersih BBRI tahun 2021 mencapai Rp 31,6 triliun.

5. BFI Finance Indonesia atau BFI (BFIN)

PT. BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan konsumen dan leasing, termasuk di dalamnya sewa pembiayaan, anjak piutang, kartu kredit dan pembiayaan konsumen.

BFIN merupakan salah satu dari 5 emiten baru yang masuk ke daftar blue chip di Januari 2022 loh! Semua itu tak lepas dari pencapaian laba BFIN yang cukup mengagumkan. Di akhir tahun buku 31 Desember 2021, BFIN berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 1,13 triliun. Adapun laba ini mengalami lonjakan tajam sebesar 61,25% dari tahun 2020.

6. Bank Tabungan Negara atau BTN (BBTN)

Saham blue chip berikutnya adalah PT. Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang merupakan salah satu BUMN di bidang perbankan dengan tiga produk utama mereka yaitu bisnis, perseorangan dan syariah.

BBTN telah membukukan pertumbuhan laba bersih di tahun 2021, pendapatan bunga sebesar Rp 25,83 triliun. Angka ini naik 2,63% year on year (YoY) dari tahun 2020. Kenaikan ini dinilai BBTN memiliki landasan fundamental yang kuat dan potensi yang bagus tahun ini.

7. PT. Bank Central Asia atau BCA (BBCA)

Siapa yang tidak mengenal emiten saham blue chip yang satu ini, PT Bank Central Asia atau BCA (BBCA). Layanan internet bankingnya yang sangat disukai oleh nasabah membuat bank ini menjadi salah satu primadona saham blue chip. BBCA memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 939,72 triliun dengan laba bersih tahun 2021 sebesar Rp 31,42 triliun. Angka tersebut tumbuh 15,82% dibandingkan dengan tahun 2020.

8. PT. Gudang Garam Tbk (GGRM)

PT Gudang Garam Tbk adalah salah satu perusahaan rokok yang terbesar di Indonesia. Perusahaan ini sudah terkenal baik dalam negeri hingga luar negeri. Emiten saham blue chip ini membukukan laba bersih senilai Rp 5,6 triliun di tahun 2021 atau turun 26,7% YoY. Sedangkan untuk pendapatan, GGRM mencatat Rp 124, 88 triliun. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 114,47 triliun.

Harga saham GGRM mencapai Rp 30.600 per lembar saham di tanggal 15 April 2022.

9. PT. HM Sampoerna Tbk (HMSP)

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan rokok, manufaktur dan juga investasi di perusahaan lain. Sepanjang tahun 2021 HMSP mencatat penjualan 82,8 miliar batang rokok. Di tahun 2021, laba bersih HMSP turun ke angka Rp 7,31 triliun atau 16,86%.

10. PT. Elang Mahkota Teknologi (EMTK)

Perusahaan ini mempunyai tiga divisi utama yaitu solusi TI serta konektivitas, telekomunikasi, dan media. Adapun emiten sektor teknologi ini menjadi salah satu saham blue chip sekaligus masuk ke konstituen IDX30. Kapitalisasi pasar EMTK sebesar Rp 167.80 triliun dengan harga saham per lembar Rp 2.700 (15/04/2022).

10 Contoh Saham Blue Chip dan Tips untuk Investasi Jangka Panjang

Tips Investasi Saham Blue Chip

Sebagai pengingat, bahwa daftar saham di atas bukanlah merupakan rekomendasi. Masih banyak saham blue chip yang lain juga untuk bisa menjadi opsi, misalnya TLKM, ICBP, hingga UNTR. Untuk bisa memilih saham yang tepat, selalu lakukan analisis dan riset kamu sendiri, sehingga nantinya kamu juga yang bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang diambil.

Apabila kamu ingin menjadi financial independent, sudah saatnya memiliki salah satu saham blue chip ini. Tapi, sekali lagi ingat, meskipun dinilai lebih stabil dan berbagai keunggulan lainnya, tetap saja ada risikonya. Agar berhasil dengan investasi jangka panjang, berikut tips singkatnya.

  • Tetapkan tujuan investasi
  • Sisihkan dana tetap setiap bulannya dan konsisten
  • Pelajari instrumen investasi yang dipilih
  • Terus belajar untuk update ilmu seputar investasi
  • Diversifikasi investasi
  • Jangan mudah terpengaruh rekomendasi saham, lakukan analisis sendiri agar tidak salah langkah

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya bagi kamu yang mau berinvestasi dan bingung memilih saham blue chip.

Baca juga: Financially Independent Retire Early: 5 Hal yang Perlu Dipahami

Yuk, gabung jadi member Ternak Uang! Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, mulai dari akses video modul-modul pembelajaran, ikutan berbagai event, dan masih banyak lagi! Segera daftarkan dirimu, dan mulai langkah pertama untuk sukses menjadi investor!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp