11 Pertanyaan Seputar Investasi Saham yang Paling Sering Diajukan

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
11 Pertanyaan Seputar Investasi Saham yang Paling Sering Diajukan

Sebagai investor pemula, biasanya sering muncul berbagai pertanyaan seputar investasi saham karena tidak mengerti dan ingin tahu lebih lanjut. Ini adalah hal yang wajar terjadi, karena dengan bertanya kamu akan lebih paham tentang seluk-beluk investasi itu sendiri.

Memutuskan untuk berinvestasi di pasar modal khususnya saham, berarti kamu harus mau untuk belajar. Karena belajar saham adalah hal paling dasar yang akan membantu kamu menjadi investor yang andal.

Sekarang ini, banyak yang tertarik untuk berinvestasi di instrumen saham lantaran imbal hasilnya yang besar. Kendati demikian, untuk mendapatkan keuntungan optimal di investasi saham, kamu harus belajar analisa fundamental dan analisa teknikal. Pasalnya, saham memang memberikan return yang tinggi, dan ini sebanding juga dengan risikonya yang juga tinggi.

Bagi pemula, memulai investasi saham ini bisa jadi terasa cukup rumit. Ada berbagai pertanyaan seputar investasi saham yang sepertinya takkan pernah habis, karena ingin tahu seluk-beluk dari A sampai Z tentang instrumen ini.

Nah, kamu yang baru saja memulai berinvestasi saham dan mencari informasi tentang instrumen ini, berikut ini pertanyaan seputar investasi saham yang sering diajukan oleh para investor pemula. Siapa tahu, ada di antaranya yang menjadi pertanyaanmu juga. Yuk, disimak!

7 Cara Membaca Analisa Fundamental Saham Bagi Pemula

11 Pertanyaan Seputar Investasi Saham yang Paling Sering Diajukan

1. Saham itu apa?

Pertanyaan seputar investasi saham yang paling umum ditanyakan adalah saham itu apa?

Kamu pasti kerap mendengar atau membaca istilah ini. Bahkan mungkin ada teman yang sering bercerita tentang saham, tapi masih tetap bingung dengan pengertian akan saham itu sendiri.

Saham adalah sebuah bukti kepemilikan suatu perusahaan berupa klaim atas kekayaan dan penghasilan perseroan. Saham bisa dijadikan sebagai instrumen investasi jangka panjang, tetapi juga bisa sebagai instrumen trading untuk mengejar keuntungan pendek-pendek. Yang mana yang lebih baik? Dua-duanya sama-sama menguntungkan, tetapi memiliki strategi yang berbeda.

Perusahaan yang bisa kamu beli sahamnya adalah yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Nah, singkatnya, jika kamu membeli saham perusahaan A berarti kamu menjadi bagian dari pemilik perusahaan tersebut.

Baca juga: 7 Tip Belajar Saham Terbaik untuk Pemula

2. 1 lot saham itu berapa banyak?

Lot merupakan satuan pembelian saham. Hitungannya, 1 lot saham = 100 lembar.

3. Membeli saham, apa keuntungannya?

Yang namanya kita membeli barang, pasti akan memperhatikan asas manfaat dan juga keuntungannya.

Adapun keuntungan utama dari membeli saham adalah mendapatkan dividen, yaitu dari hasil pembagian keuntungan suatu perusahaan, dan memperoleh capital gain, atau keuntungan yang didapat dari selisih harga jual dan harga beli.

6 Komunitas Investasi yang Cocok Jadi Tempat Belajar untuk Investor Pemula

4. Bagaimana sih memulai investasi saham?

Ini adalah pertanyaan seputar investasi saham yang juga paling sering ditanyakan.

Cara awal untuk memulai investasi saham adalah kamu harus membuka rekening efek di sebuah perusahaan sekuritas.

Rekening efek adalah rekening khusus menyimpan saham dan juga dana, yang disebut dengan Rekening Dana Investor, atau RDI. Saat membuat rekening efek, kamu wajib mengisi formulir rekening saham dan juga RDI. Segera isi formulir dan lengkapi dokumen yang diminta seperti, NPWP, buku tabungan, materai, dan syarat lainnya yang diminta.

Meski begitu, sekarang ini, ada beberapa perusahaan sekuritas yang memudahkan kamu membuat rekening via online. Jadi, untuk kelengkapan berkas, kamu hanya perlu mengunggahnya di aplikasi atau website.

Ingat, pilihlah sekuritas yang terpercaya dan sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

5. Berapa banyak uang yang harus disediakan sebagai modal untuk membuka rekening efek?

Membuka rekening efek, kamu harus menyediakan sejumlah dana. Dan nominal minimalnya kembali diserahkan ke kebijakan masing-masing perusahaan sekuritas.

Ada perusahaan sekuritas yang memberikan syarat modal awal sebesar Rp100 ribu bahkan ada juga Rp10 juta. Tapi, ada juga yang tak memberlakukan nominal minimal. Nah, yang terakhir ini, pastinya akan lebih memudahkanmu.

6. Bagaimana cara untuk jual beli saham?

Jika ingin membeli saham, kamu wajib menyiapkan sejumlah dana untuk membeli saham dengan harga terkini dan juga membayar biaya transaksinya.

Menjual saham, jumlah uang yang akan kamu terima sesuai harga jual saham saat itu dan dikurangi biaya PPh dan biaya transaksi.

Untuk jual beli saham bisa kamu lakukan melalui aplikasi perusahaan sekuritas, tempat kamu sudah registrasi dan mendapatkan RDI.

Baca juga: Belajar Jual Beli Saham, Kenali Dulu Setiap Tahapnya!

7 Tip Belajar Investasi Terbaik untuk Pemula

7. Berapa biaya transaksi saham?

Setiap perusahaan sekuritas memiliki kebijakan berbeda termasuk biaya transaksi. Namun, pada umumnya kamu akan dibebankan atas lima biaya.

  • Komisi broker, 0,15 – 0,35% dari nilai transaksi
  • IDX levy atau biaya BEI sebesar 0,04%
  • Pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 0,03%
  • Biaya KPEI sebesar 0,01%
  • Pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,1% khusus transaksi jual.

8. Bagaimana cara memilih saham yang bagus?

Sebenarnya tidak ada ketentuan secara khusus dan paten dalam memilih sebuah saham. Pastinya, belilah saham sesuai dengan dana yang kamu miliki, dan juga sesuai dengan tujuan serta kebutuhanmu. Setiap orang bisa memiliki pertimbangan sendiri-sendiri.

Namun, yang penting, sebelum membeli sebaiknya carilah informasi tentang emiten tersebut.

Ada beberapa kriteria yang bisa kamu jadikan acuan dalam memilih saham:

  • Perusahaan tersebut memiliki fundamental yang baik
  • Memahami akan prospek bisnis perusahaan
  • Perusahaan memiliki manajemen yang bagus

9. Kapan harus menjual saham?

Tidak ada pedoman baku juga untuk hal ini, karena kondisi setiap investor berbeda-beda. Kendati demikian, pada umumnya menjual saham ketika berada di tiga kondisi ini.

Sudah untung

Tentunya kamu memiliki target harga sebuah saham akan menyentuh di titik level tertentu. Ketika sudah berada sesuai target, kamu bisa menjualnya. Namun, kamu mesti memiliki perhitungan yang cermat karena bisa saja ada kemungkinan harga saham tersebut akan terus naik. Solusinya? Bersabar, kecuali kamu dalam keadaan sangat membutuhkan uang bisa segera jual.

Membutuhkan uang

Kita tidak pernah tahu kondisi keuangan di kemudian hari. Bisa saja, kamu harus berhadapan dengan keadaan ketika kamu membutuhkan uang segar. Daripada harus meminjam ke teman atau keluarga yang ujung-ujungnya menjadi tidak enak, lebih baik menjual aset saja.

Salah pilih

Salah pilih dalam hal ini artinya ketika kamu membeli saham tapi dalam perjalanan, ternyata kinerja perusahaan tersebut tidaklah terlalu bagus. Opsinya adalah menjual saham tersebut dan memilih saham lain yang lebih berpeluang menguntungkan.

11 Pertanyaan Seputar Investasi Saham yang Paling Sering Diajukan

10. Kapan sih harga saham akan naik?

Beberapa faktor sangat memengaruhi harga saham naik dan juga turun. Dilansir dari OJK, pergerakan harga saham biasanya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

  • Faktor internal meliputi fundamental emiten, kinerja perusahaan, prospek bisnis
  • Faktor eksternal antara lain kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi makro, faktor manipulasi pasar, faktor panik dan kekuatan rupiah akan mata uang asing.

11. Adakah perlindungan untuk investor?

Dalam rangka meningkatkan keamanan berinvestasi di pasar modal, aset investor dilindungi dengan pembentukan Dana Perlindungan Pemodal oleh Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF) yang diawasi langsung oleh OJK.

Namun, meski sudah diawasi OJK, kamu sendiri pun—sebagai investor—juga wajib untuk berhati-hati dalam mempertimbangkan, memutuskan, dan bertindak dalam hal investasi saham ini. Pasalnya, setiap keputusan investasi dan keuangan akan selalu kembali pada diri masing-masing. Jadi, selalu lakukan riset dan analisis mendalam mengenai instrumen yang hendak kamu investasikan.

Baca juga: Rekomendasi Saham Hari Ini, Ke Mana Bisa Didapatkan Ya?

Semoga pertanyaan seputar investasi saham di atas bisa membantu ya, bagi kamu yang sekarang ini tengah memulai berinvestasi. Tetap semangat dan terus belajar investasi agar kelak kamu bisa menghasilkan keuntungan optimal melalui saham dan memiliki strategi terbaik dalam meminimalkan risiko.

Yuk, bergabung dengan Ternak Uang community! Di sana, kamu bisa ajukan pertanyaan tentang saham, investasi, dan seputar keuangan lainnya, di situs community Ternak Uang. Download aplikasinya, dan bergabung bersama ribuan orang lain yang sudah tergabung di dalamnya.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp