4 Hal untuk Menemukan Komunitas Saham yang Bagus dan No Tipu-Tipu

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
4 Hal untuk Menemukan Komunitas Saham yang Bagus dan No Tipu-Tipu

Ramainya tren investasi, terutama investasi saham, jadi kesempatan bagi mereka yang punya niat buruk untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri, dengan cara-cara yang merugikan. Termasuk dengan menggunakan modus komunitas saham.

Memang meresahkan sekali ya? Apalagi semakin hari, korbannya juga semakin banyak, seiring semakin banyak pula orang tahu bahwa saham bisa mendatangkan keuntungan ratusan, bahkan mungkin ribuan persen. Padahal, ya di baliknya ada banyak hal yang harus dilakukan jika memang menginginkan keuntungan yang besar.

Begitulah. Literasi keuangan masyarakat Indonesia pada dasarnya memang masih sangat rendah. Data OJK yang didapatkan dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang diadakan tahun 2019 menunjukkan, bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia 38,03%. Artinya, dari 100 orang, hanya 30-an orang saja yang sudah memiliki literasi keuangan yang baik.

Karena itu, cukup mudah sih bagi yang memang berniat jahat untuk memanfaatkan situasi ini. Tak heran, yang namanya investasi bodong terus bermunculan silih berganti. Satu penyelenggara ditutup dan diproses hukum, muncul banyak lagi yang lain. Modusnya juga kian beragam.

Salah satu modus lama yang masih saja bisa menjerat banyak korban adalah skema Ponzi. Semakin ke sini, para oknum tak bertanggung jawab ini juga dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Melihat animo yang meningkat terhadap saham, muncul pula berbagai modus baru.

Analisis Fundamental Saham untuk Pemula: 6 Rasio yang Harus Diperhatikan

Modus Penipuan Saham

Sekuritas dan perusahaan-perusahaan di sektor investasi sering menggunakan media sosial sebagai sarana untuk dapat menjalin relasi dengan nasabah serta masyarakat pada umumnya. Tentu saja, ini adalah satu strategi yang baik demi memberikan layanan paripurna terkait servis masing-masing.

Sayangnya, hal ini justru dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab ini untuk melancarkan aksi tipu-tipunya. Mereka akan menduplikasi akun media sosial milik sekuritas yang sudah dipercaya oleh banyak investor secara sama persis, mulai dari tampilan hingga isinya.

Akun-akun bodong ini kemudian akan memfollow akun-akun lain yang dinilai ‘potensial’ menjadi korban penipuan. Selanjutnya, mereka menawarkan berbagai jasa ataupun bantuan kepada para investor dengan meminta data pribadi. Jika korban sudah menuruti, maka pada akhirnya mereka akan diminta untuk melakukan transfer ke rekening tertentu.

2. Mengaku karyawan

Penipuan investasi saham juga sering dilakukan dengan modus sang oknum yang berpura-pura, atau mengaku, sebagai karyawan resmi perusahaan sekuritas.

Modusnya kurang lebih sama dengan kloning akun. Mereka mengincar data pribadi investor, dan kemudian membobol akun investasi untuk menguras dana.

3. Kelas dan komunitas saham abal-abal

Seiring meningkatnya minat masyarakat akan investasi, semakin marak pula berbagai grup belajar, baik yang berupa kelas-kelas, maupun komunitas saham. Praktisnya, kelas-kelas dan komunitas saham ini menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan tukar pengalaman para investor. Tak heran, kelas dan komunitas saham seperti ini banyak peminatnya. Mereka ada di mana-mana, WhatsApp, Telegram, dan sebagainya.

Sayangnya, tak semua kelas dan komunitas saham ini legit dan valid. Ternyata banyak juga yang menjadi modus operandi penipu untuk menjerat korban. Ada beberapa modus operandi yang biasa dilancarkan oleh para penyelenggara kelas dan komunitas saham abal-abal ini, misalnya meminta setoran sejumlah dana atas nama deposit, atau bisa juga mengambil data pribadi korban melalui link phising.

4 Hal untuk Menemukan Komunitas Saham yang Bagus dan No Tipu-Tipu

Agar Tak Tertipu Komunitas Saham Abal-Abal

Duh, kalau menelusuri berbagai modus operandi ini, rasanya seperti ciut ya untuk mulai investasi saham? Nggak cuma risiko pasar yang harus siap dihadapi, risiko menjadi korban scam dan kejahatan siber juga bisa terjadi.

Terus gimana dong? Yah, tak bisa tidak, kita memang harus meningkatkan kewaspadaan.

1. Telusuri rekam jejak digitalnya

Jejak digital tak akan pernah hilang, so, untuk memastikan bahwa kelas atau komunitas saham yang kamu ikuti legit dan valid, telusurilah rekam jejaknya.

Telusuri berita-berita di media online, atau juga di media sosial. Cermati jika ada komplain atau keluhan-keluhan terkait kelas atay komunitas saham yang kamu ikuti.

2. Cek identitasnya

Umumnya, penipu tidak akan pernah membuat identitasnya sendiri jelas. Semuanya fiktif, meskipun dibuat dengan meyakinkan.

Jika kamu hendak bergabung di satu komunitas saham, coba cari informasi secara mendalam mengenai founder dann orang-orang yang berada di baliknya. Apakah mereka orang-orang yang memang sudah memiliki reputasi di bidangnya? Sudah berpengalaman? Sudah populer, terkenal akan keahliannya?

Jika kamu belum mengenal orang-orang yang ada di balik komunitas saham yang hendak kamu ikuti, ada baiknya kamu luangkan waktu sejenak untuk mengenal mereka lebih dulu sebelum akhirnya benar-benar bergabung ke komunitas.

3. Cari informasi dari orang-orang yang sudah bergabung

Tak ada informan yang lebih baik daripada mereka yang sudah lebih dulu bergabung dan menjadi anggota komunitas saham. So, ada bagusnya kalau kamu mencari informasi dari mereka terlebih dulu sebelum memutuskan untuk ikut bergabung.

Jika memang komunitas saham yang bersangkutan kurang berkompeten, biasanya member juga tidak akan merekomendasikan.

4. Jaga data pribadi sebaik mungkin

Jika kita melihat lagi modus operandi yang biasa dipakai oleh para penipu, banyak dari mereka yang mengincar data pribadi korban. Karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk dapat menjaga data pribadi ini sebaik mungkin, dan tidak menyerahkannya secara sembarangan pada orang lain.

Perlu diketahui, bahwa meski karyawan sekuritas ataupun bank juga tak memiliki hak untuk mengetahui data-data pribadi kita, seperti PIN, password, atau kode OTP ini. Memang, mereka akan meminta data terutama jika terkait registrasi atau pembukaan akun, tetapi bukan yang bersifat sangat rahasia seperti PIN, password, dan kode OTP.

Karena itu, kalau ada yang meminta PIN, password, ataupun kode OTP, siapa pun dia, kita wajib curiga.

TUToring: 3 Trading Strategy yang Perlu Kamu Ketahui

Bergabung di Komunitas Saham yang Tepercaya

Jadi, sampai di sini, kita bisa menyimpulkan, bahwa sangatlah penting bagi kita untuk bijak dan pintar memilih komunitas saham yang tepercaya, yang bisa menjadi media kita belajar saham dengan lebih baik.

Mari bergabung di situs community Ternak Uang. Di sana, kamu bisa belajar investasi lebih banyak dari mereka yang profesional dan lebih berpengalaman. Kamu juga bisa memberikan berbagai pertanyaan seputar hal-hal praktis dalam investasi, termasuk investasi saham.

Download aplikasinya, dan bergabung bersama ribuan orang lain yang sudah tergabung di dalamnya.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp