Waspadai Modus Penipuan di Grup Investasi, Ini 4 Modus yang Biasa Digunakan

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Waspadai Modus Penipuan di Grup Investasi, Ini 4 Modus yang Biasa Digunakan

Semakin dikenalnya investasi sebagai hal yang penting, akhirnya memunculkan berbagai komunitas dan grup investasi yang umumnya didirikan oleh para investor. Bukan hanya investor yang sudah profesional, tidak sedikit pula investor pemula yang bergabung. Ya, memang. Semua orang pengin belajar saham, belajar reksadana, dan berbagai instrumen lain. Apalagi dengan berbagai iming-iming keuntungan yang bisa didapatkan, wah, semakin menjamur deh grupnya, dengan janji besarnya keuntungan tersebut.

Namun, kita bisa melihat dengan jelas sih. Salah satu alasan para investor pemula bergabung dalam sebuah grup investasi adalah untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih banyak mengenai investasi.

Nah, tapi, yah namanya juga peluang. Ternyata ada saja pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang kemudian mencoba mengambil kesempatan dalam hal ini. Mereka mencoba mendapatkan keuntungan besar dengan memanfaatkan berbagai grup investasi yang ada. Tapi, keuntungannya bukan dari berinvestasi, melainkan menipu para investor.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sempat mengeluarkan pernyataan bahwa akhir-akhir ini semakin banyak penipuan yang dilakukan dengan mengatasnamakan investasi. Padahal, investasi yang disampaikan oleh para penipu tersebut adalah investasi bodong.

Ada beberapa modus penipuan di grup investasi yang polanya cukup sama dan sering terjadi belakangan ini. Apa saja modusnya? Yuk kita cari tahu!

Belajar Investasi Kecil-Kecilan dengan 6 Instrumen yang Ramah Pemula

4 Modus Penipuan di Grup Investasi

1. Menjanjikan Jumlah Keuntungan yang Sangat Tinggi

Kamu mungkin paham bahwa yang namanya investasi tentu saja identik dengan adanya return atau keuntungan. Lebih daripada itu, juga ada satu hal yang juga harus dipahami lagi, yaitu tidak ada yang namanya keuntungan instan dalam dunia investasi.

Jadi, semisal kamu bergabung dengan salah satu grup investasi lalu ada yang menawarkan sebuah investasi dengan nominal keuntungan yang sangat besar dan cepat, maka kamu perlu untuk menyelidikinya lagi lebih jauh.

Dalam dunia investasi, yang umum terjadi adalah keuntungan tinggi berbanding lurus dengan risiko yang juga tinggi. Dan semuanya membutuhkan proses, tidak ada yang instan.

Jika ada yang menawarkan investasi dengan iming-iming hal seperti itu, kamu harus bisa lebih bijak untuk menanggapinya, ya.

2. Investasi Titip Dana

Kalau kamu aktif di kehidupan media sosial, mungkin kamu pernah membaca atau mendengar kabar mengenai adanya penipuan dengan modus titip dana ini.

Modus ini biasa dilakukan oleh oknum yang mengumpulkan banyak orang dalam sebuah grup investasi, lalu memberikan sugesti kepada mereka untuk menyetorkan sejumlah dana sebagai bentuk investasi. Bisa saja mereka meminta kamu menyetorkan dana sebagai anggota baru, atau mewajibkan kamu mencari anggota baru lainnya untuk nantinya sama-sama menyetorkan sejumlah dana.

Sekali lagi, jika ada penawaran seperti ini kamu perlu untuk memeriksa kebenarannya lagi lebih dulu. Apalagi jika oknum tersebut menawarkan sebuah investasi pada suatu perusahaan, tetapi meminta kamu menyetorkan dana ke rekening atas nama perorangan atau pribadi.

3. Penawaran Investasi Melalui Spam Chat

Aktivitas grup investasi memang lebih banyak dilakukan secara online melalui beberapa platform media sosial. Bisa saja lewat grup WhatsApp, Line, atau Telegram.

Oknum yang tidak bertanggung jawab, umumnya, akan menggaet korbannya dengan cara bergabung ke salah satu grup investasi tersebut, lalu menyebarkan chat yang isinya adalah sebuah penawaran investasi bodong.

Jangan mudah percaya jika ada chat ke nomor kamu dan menawarkan hal seperti ini! Investor profesional yang memang ahli dalam berinvestasi bisa membantumu mendiskusikan hal ini.

4. Investasi dengan Mencatut Nama Perusahaan Besar

Bukan satu atau dua kali terjadi penipuan investasi bodong yang mengatasnamakan beberapa perusahaan besar dalam sebuah grup investasi.

Dengan keahliannya, para penipu ini biasanya menggunakan nama perusahaan yang memang sudah memiliki izin resmi atau reputasi baik dalam investasi. Hal ini mereka lakukan, agar para calon korbannya percaya bahwa investasi tersebut adalah resmi. Padahal, sama sekali tidak.

Lantas, apa yang harus dilakukan agar tidak sampai terjebak dengan penipuan seperti itu dalam grup investasi? Tenang, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

7 Langkah Belajar Saham dan Cara Berinvestasi untuk Pemula

Agar Tak Terjebak Penipuan

1. Bergabung dengan Grup Investasi Resmi

Grup investasi yang resmi biasanya terdiri dari para investor yang memang benar-benar paham akan dunia investasi.

Jadi, saat ada sesuatu yang mencurigakan, kamu bisa langsung mengonsultasikan hal tersebut pada para anggota grup yang lain. Salah satu grup investasi yang direkomendasikan adalah Ternak Uang di Telegram.

2. Pastikan Nilai Return Masih dalam Batas Wajar

Investasi memiliki nilai return atau keuntungan yang tinggi, itu wajar. Namun jika nominalnya terlalu tinggi, lebih baik cek lagi. Ingat, tidak ada yang namanya investasi instan. Semuanya butuh proses.

Waspadai Modus Penipuan di Grup Investasi, Ini 4 Modus yang Biasa Digunakan

3. Periksa Izinnya

Jika kamu yakin bahwa grup investasi yang kamu ikuti sudah memiliki reputasi baik, maka yang perlu kamu lakukan adalah mengecek lagi para anggotanya.

Kalau ada anggota lain yang menawarkan investasi, segera cek izin dari perusahaan yang mereka sebutkan, apakah terdaftar dalam OJK atau tidak. Hindari berinvestasi pada perusahaan yang memang tidak memiliki izin.

4. Jangan Asal Bergabung dengan Grup Investasi

Sebelum kamu bergabung dengan sebuah grup investasi, pastikan terlebih dahulu bahwa grup tersebut memang memiliki kredibilitas yang baik, dengan anggotanya yang memang merupakan investor profesional.

Kamu bisa menemukan daftar nama grup investasi yang memang aktif dan sehat di internet. Pilih grup yang sesuai dengan minat dan tujuan kamu dalam berinvestasi. Jangan hanya mengikuti apa kata orang lain atau terbawa tren.

Ingat, yang memahami kepentingan dan tujuan kamu berinvestasi adalah diri kamu sendiri.

Nah, jadi gimana? Masih pengin tetap bergabung ke grup investasi, agar bisa bertemu dengan mereka yang punya frekuensi yang sama denganmu soal investasi?

Yuk, gabung saja di community Ternak Uang!

Kamu bisa ajukan pertanyaan tentang saham, investasi, dan seputar keuangan lainnya, di situs community Ternak Uang. Download aplikasinya, dan bergabung bersama ribuan orang lain yang sudah tergabung di dalamnya.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp