Cara Belajar Saham dan 20 Rekomendasi Saham yang Cocok untuk Pemula

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Cara Belajar Saham dan 20 Rekomendasi Saham yang Cocok untuk Pemula

Investasi saham merupakan salah satu cara untuk melipatgandakan kekayaan. Namun, perlu diingat bahwa saham merupakan jenis investasi yang termasuk high risk high return. Jadi, sebagai pemula, kamu harus tahu cara belajar saham terbaik agar bisa menentukan strategi tepat dan meminimalkan risiko di kemudian hari.

Bagi pemula, terjun ke dunia investasi saham di pasar modal berarti kamu harus mempelajari terlebih dulu dasar-dasar instrumen investasi ini. Karena tanpa tahu cara belajar saham yang tepat, kamu hanya akan membuang waktu, tenaga, dan pikiran saja.

Investasi saham memiliki berbagai keuntungan yang bisa kamu nikmati. Terlebih jika investasi yang dilakukan tepat sasaran, tak jarang bisa memberikan kamu keuntungan yang besar.

Beberapa keuntungan dari cara belajar saham yang bisa kamu peroleh antara lain:

  • Dividen
  • Capital gain
  • Memiliki hak untuk ikut RUPS sebagai pemegang saham
  • Dengan modal kecil bisa meraup keuntungan besar
  • Fleksibel, yang memungkinkan kamu bisa melakukan investasi saham tanpa mengorbankan waktu dari pekerjaan utama
  • Pajaknya relatif kecil bahkan sekarang ini sudah ada peraturan bebas pajak dividen saham
  • Aman dan juga transparan

Baca juga: Analisis Fundamental Saham: Pengertian dan 6 Strategi Terbaiknya

Nah, agar kamu bisa menikmati berbagai keuntungan saham di atas, berikut ini cara belajar saham yang bisa kamu lakukan sebagai pemula di instrumen investasi yang satu ini.

6 Cara Trading Saham Harian Biar Dapat Cuan Besar

Cara Belajar Saham Bagi Pemula

Tentukan mau jadi investor atau trader

Cara belajar saham yang pertama adalah tentukan dulu, apakah kamu mau jadi seorang investor atau trader?

Apabila ingin jadi trader, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dikurangi harga beli dalam jangka waktu yang singkat. Namun sebaliknya, jika ingin menjadi investor, kamu bisa menyimpan saham pilihan dalam jangka waktu lama dan mendapatkan imbal hasil di kemudian hari.

Memutuskan salah satu di antaranya akan membuat kamu mudah membuat strategi investasi atau trading. Tapi, jika kamu hanya bermodalkan ikut-ikutan, sebaiknya dihindari karena instrumen saham memiliki risiko yang tinggi.

Mulailah dengan modal awal yang kecil

Walaupun investasi saham itu berisiko tinggi, maka disarankan bagi untuk tahu cara belajar saham dengan menggunakan modal kecil dulu agar menghindari kerugian besar.

Ketika kamu sudah merasa cocok dan mendapatkan keuntungan, kamu bisa melanjutkan dengan menambah modal sebagai cara main saham yang benar. Dan selalu ingat dalam berinvestasi, gunakan uang dingin. Jangan menggunakan uang dari pos keuangan yang sudah ada karena bisa mengganggu keuangan kamu.

Mengenal Capital Market: Pengertian, Fungsi, dan 5 Produknya

Ilmu adalah modal utama yang harus dimiliki

Mau tahu cara belajar saham untuk mendapatkan cuan besar? Kalau iya, ada baiknya kamu memiliki kemampuan membaca laporan keuangan, simbol chart, dan juga membaca tren. Itulah mengapa dalam investasi saham, sangat dianjurkan mempelajari analisa fundamental terlebih dulu yang bisa kamu manfaatkan untuk memilih emiten yang tepat untuk dikoleksi.

Pilih perusahaan sekuritas yang berizin OJK

Setelah memiliki modal, maka langkah berikut cara belajar saham adalah memilih perusahaan sekuritas yang tepat. Sekarang ini banyak perusahaan sekuritas yang bermunculan. Kamu harus hati-hati karena ada oknum yang memanfaatkan ini untuk melakukan penipuan investasi.

Oleh karena itu pilihlah perusahaan sekuritas yang telah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan. Contohnya, IPOT, Stockbit, Bibit, Bareksa dan lain-lain.

Hindari saham gorengan

Bagi pemula sebaiknya menghindari untuk membeli saham gorengan karena susah dibaca dari sisi analisis fundamental dan teknikal. Pasalnya, pergerakan saham ini sulit diprediksi. Pasalnya, sentimen dan pompomers menjadi indikator dominan dalam menggerakkan harga saham jenis ini.

Akan lebih baik bagi kamu untuk belajar cara belajar saham yang memungkinkanmu dapat memilih emiten dengan gerakan yang stabil dan lebih mudah dianalisis, seperti saham blue chip.

Baca juga: Saham Blue Chip: Pengertian dan Contohnya

Memilih saham di indeks LQ45 atau IDX30

Bursa Efek Indonesia telah mengeluarkan indeks saham sebagai bentuk ukuran statistik dari perubahan gerak harga kumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu.

Ada 35 indeks saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang bertujuan agar investor pemula tidak bingung memilih saham yang tergabung dalam indeks LQ45 dan IDX30.

Mengapa demikian? Saham-saham di indeks tersebut memiliki likuiditas yang sangat tinggi dan fundamental perusahaannya dinilai baik dari waktu ke waktu. Misalnya seperti saham BBCA, BBRI, BBNI dan lain sebagainya.

Apa bedanya saham-saham yang berada dalam LQ45 dan IDX30 dengan saham blue chip? Well, sebagai informasi, istilah ‘blue chip’ sendiri sebenarnya tidak secara resmi ada di bursa saham. Istilah ini hanya ada di forum atau komunitas investor. Sedangkan, LQ45 dan IDX30 adalah indeks yang dibuat oleh BEI dengan berbagai kriteria yang terukur dan jelas. Pada praktiknya, saham blue chip biasanya ada dalam kedua indeks tersebut, tetapi saham yang berada dalam indeks LQ45 dan IDX30 belum tentu blue chip.

Untuk pemula di dunia investasi saham, memilih saham yang ada di indeks LQ45 dan IDX30 adalah cara belajar saham terbaik yang cenderung aman. Namun, pastikan sebelum membeli saham di indeks tersebut lakukan pengamatan dengan menggunakan analisa fundamental.

Hindari meletakkan semua modal di satu transaksi

Cara belajar saham untuk pemula, para ahli menyarankan agar tidak menggunakan seluruh modal yang dimiliki hanya untuk satu transaksi saja. Karena jika terjadi penurunan harga, kamu akan merugi dalam jumlah besar.

Karena itu sebaiknya, kamu menggunakan modal tersebut dengan membeli beberapa saham potensial dengan nilai yang sedikit dibanding membeli satu saham dengan seluruh modal tersebut.

Cara Belajar Saham dan 20 Rekomendasi Saham yang Cocok untuk Pemula

20 Rekomendasi Saham yang Cocok Bagi Pemula

Seperti yang dijelaskan di poin 6 bahwa untuk pemula yang baru tahu cara belajar saham harus tahu bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) mempunya 35 indeks saham. Tujuan dari dibuatnya indeks saham tersebut yaitu:

  • Benchmark bagi portofolio aktif
  • Untuk mengukur sentimen pasar
  • Proksi untuk kelas aset di alokasi aset
  • Dijadikan produk investasi pasif sepert ETF indeks dan reksa dana indeks serta produk turunannya
  • Proksi untuk mengukur dan membuat model return, kinerja yang sesuai risiko dan risiko sistematis

Berikut dua contoh indeks yang bisa kamu jadikan acuan cara belajar saham.

1. Indeks LQ45

Indeks ini berisi 45 saham yang sudah dipilih berdasarkan kriteria pemilihan yakni saham dengan kapitalisasi pasar dan likuiditas tinggi dari keseluruhan saham yang ada di BEI. Tak hanya itu, saham di indeks ini didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. Adapun pemilihan daftar saham LQ45 dilakukan setiap 6 bulan.

Di bawah ini daftar 10 indeks saham LQ45 tahun 2021 dari total 45 saham:

  • Adaro Energy Tbk (ADRO)
  • Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
  • Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  • Bank Tabungan Negara (BBTN)
  • Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI)
  • Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  • Astra International Tbk (ASII)
  • AKR Corporindo Tbk (AKRA)

2. IDX Quality 30

IDX Quality 30 mengukur kinerja harga dari saham yang relatif memiliki profitabilitas tinggi, solvabilitas yang baik serta pertumbuhan laba stabil dengan likuiditas transaksi juga kinerja keuangan baik. Ada 30 saham yang termasuk dalam IDX Quality 30, berikut beberapa di antaranya:

  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
  • PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP)
  • PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
  • HM Sampoerna Tbk (HMSP)
  • Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  • Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  • Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
  • Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Daftar di atas hanya sebagai acuan bagi pemula yang pengin mencoba cara belajar saham dengan menekan risiko. Perlu diingat bahwa kamu tetap perlu melakukan research sendiri untuk menentukan saham mana yang akan dibeli disesuaikan dengan modal yang kamu miliki.

Baca juga: Belajar Investasi Saham dari Peter Lynch: 10 Hal yang Harus Diperhatikan

Mau tahu cara belajar saham, tentunya akan membuat personal finance kamu lebih baik lagi dan nantinya kamu akan bisa mandiri secara finansial.

Yuk, gabung jadi member Ternak Uang! Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, mulai dari akses video modul-modul pembelajaran, ikutan berbagai event, dan masih banyak lagi! Segera daftarkan dirimu, dan mulai langkah pertama untuk sukses menjadi investor!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp