5 Cara Belajar Saham untuk Pemula dari Kesalahan yang Dilakukan Investor Lain

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
5 Cara Belajar Saham untuk Pemula dari Kesalahan yang Dilakukan Investor Lain

Investasi saham menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati sekarang ini. Saham memang bisa mendatangkan cuan yang besar, tetapi di sisi lain ada risiko yang tinggi di instrumen ini. Itulah mengapa kamu perlu tahu cara yang benar belajar saham untuk pemula, agar kamu bisa meminimalkan risikonya dan membuat strategi investasi yang tepat.

Saham bisa diartikan sebagai tanda dari keikutsertaan modal yang dilakukan oleh individu ataupun badan usaha dalam sebuah perusahaan. Dari keikutsertaan modal tersebut, maka kamu atau badan usaha tersebut memiliki hak klaim atas aset juga pendapatan perusahaan dan bisa hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca juga: Rapat Umum Pemegang Saham: Apa Sih Artinya, dan untuk Apa Diadakan?

Belajar saham untuk pemula di masa sekarang tidaklah rumit. Untuk memulainya, kamu cukup mendaftar di salah satu aplikasi perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, melakukan deposit di rekening dana nasabah (RDN), dan voila! Kamu sudah bisa membeli saham emiten pilihan. Kamu bisa melanjutkan proses belajarmu sembari praktik, seiring jam terbang yang semakin tinggi. Cara ini adalah cara belajar saham untuk pemula yang paling efektif.

Terlepas dari booming-nya instrumen investasi saham pemula, kamu perlu tahu bahwa tidak semua orang cocok dengan saham. Ada banyak hal yang memang mesti diperhatikan, terutama soal profil risiko. Sebaiknya, kamu harus pastikan terlebih dulu profil risiko sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia saham. Karena instrumen investasi ini termasuk kategori high risk high return.

Ada banyak cara belajar saham untuk pemula. Platform digital, komunitas belajar saham hingga webinar sering diadakan membahas tentang investasi saham. Namun, ada cara belajar saham untuk pemula yang bisa kamu lakukan dan hasilnya lebih efektif, yaitu belajar dari kesalahan yang dilakukan investor lain.

LQ45 adalah Daftar Saham Terbaik, Saham Apa Saja yang Masuk ke Kategori Ini?

5 Cara Belajar Saham untuk Pemula dari Kesalahan yang Dilakukan Investor Lain

Put your eggs in one basket

Belajar saham untuk pemula dari kesalahan investor lain yang pertama adalah tidak menerapkan pepatah yang sering dijadikan pegangan di dunia investasi.

Investor yang mengalami keuntungan berturut-turut biasanya akan merasa tren ini akan berlangsung terus. Maka, sisi emosi mereka pun mulai dikedepankan. Iming-iming cuan yang besar pun terus dipikirkan karena melihat portofolio yang hijau. Akhirnya semua dana yang dimiliki pun dimasukkan ke saham tersebut.

Inilah yang dinamakan put your eggs in one basket.

Bisa saja kamu mengalami keuntungan dalam beberapa hari itu terjadi karena kebetulan. Misalnya, saat kamu memasuki pasar saham, kondisi market lagi bullish artinya pasar sedang naik. Jadi, beberapa emiten pun akan menghijau.

Tapi, ingat prinsip pasar modal, di market ini tidak ada yang pasti. Harga saham sangatlah fluktuatif. Alih-alih kamu ingin menempatkan semua dana ke saham karena mengharapkan untung, yang terjadi berikutnya bisa saja kamu mengalami kerugian karena harga emiten yang dibeli mengalami penurunan.

Nah, untuk menghindari hal ini sebaiknya kamu menahan diri, dan don’t put your eggs in one basket. Jangan merasa karena sudah belajar sedikit, lantas menjadi ahli. Tidak. Belajar saham untuk pemula itu harus kontinyu. Kamu harus menjalani trial dan error sebelum menemukan strategi yang tepat.

Sabar dan terus belajar. Ketika kamu sudah belajar saham untuk pemula ke mentor yang tepat, maka kamu pun bisa melihat kapan waktu terbaik untuk menambahkan modal ke saham.

Setop feeling analysis

Coba jujur, biasanya memilih emiten saham itu berdasarkan feeling analysis. Seperti apa itu?

Begini. Misalnya saja, ada perusahaan A yang sudah hadir bertahun-tahun, kantornya ada di bilangan hits di Jakarta dengan belasan lantai, produknya tersebar di mana-mana. Nah, melihat dari yang tampak saja membuat kita memutuskan ingin membeli saham perusahaan A tersebut.

Seharusnya, kamu juga apakah mengecek perusahaan A tersebut layak dibeli sahamnya, berdasarkan analisis fundamental perusahaan. Yang pertama harus dilakukan adalah cek laporan keuangannya. Kamu pasti akan terkejut jika membaca laporan keuangan yang menunjukkan perusahaan yang tampak megah dari ‘luar’ itu ternyata justru memiliki rasio utang yang besar. Atau bisa saja mengalami kerugian bertahun-tahun.

Jadi, selalu ingat jangan menggunakan feeling analysis ya dalam proses belajar saham untuk pemula yang kamu lakukan sekarang. Lakukan riset dan analisis yang sudah terbukti bermanfaat dalam menilai sebuah saham layak untuk dikoleksi atau tidak.

Istilah ARA dan ARB dalam Saham: Ini yang Wajib Investor Pemula Ketahui!

Ragu dengan analisis sendiri karena terpengaruh pendapat orang lain dan berita

Masih berhubungan dengan cara belajar saham untuk pemula sisi psikologis investor nih. Biasanya, ketika membaca berita di media massa digital, informasi yang beredar di grup-grup chat, atau mendengar pendapat orang lain, kita menjadi reaktif.

Memang, kalau sedang dalam proses belajar saham untuk pemula, kita dituntut untuk bisa update dengan berita ekonomi setiap hari. Tapi, tidak lantas membuat kita menjadi terpengaruh dan tidak percaya dengan analisis sendiri. Berita harga saham turun atau naik, kamu buru-buru menjualnya. Kemudian, setelah sehari atau dua hari berikutnya ada berita klarifikasi lagi, harga saham tersebut sudah stabil kembali.

Ketika kamu menemukan berita atau informasi di berbagai channel aplikasi pesan singkat, sebaiknya ambil jeda dulu. Lakukan crosscheck ke berbagai sumber yang valid, seperti Bursa Efek Indonesia, channel-channel emiten perusahaannya sendiri secara resmi, dan lain sebagianya. Dan kembali lagi ingat, apa sih tujuan investasi kamu. Fokus dengan tujuan dan abaikan saja fluktuasi nilai investasi harian.

Baca juga: Analisis Fundamental Saham: Pengertian dan 6 Strategi Terbaiknya

Tidak mau analisis sendiri tapi mengandalkan analisis investor lain

Dalam belajar saham untuk pemula, kamu akan berkenalan dengan 2 macam analisis, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Sayangnya, banyak yang menganggap kedua analisis ini rumit dan sulit untuk dipahami.

Karena itu, banyak pemula yang lebih suka mengandalkan analisis dari yang beredar di media sosial, seperti influencer A yang suka membahas saham atau bahkan ada yang rela join di grup berbayar di Telegram hanya untuk mendapatkan sinyal jual atau beli berdasarkan analisis seseorang.

Ini yang harus kamu pahami:

  • Setiap investor dan trader memiliki investing atau trading plan yang berbeda
  • Waktu memulai investasi setiap orang itu tidak sama
  • Modal awal pun berbeda

Jadi, sebaiknya lakukan analisis sendiri dulu terhadap saham yang ingin dibeli dan sesuaikan dengan modal yang dimiliki. Dan hindari membeli saham karena ikut-ikutan.

5 Cara Belajar Saham untuk Pemula dari Kesalahan yang Dilakukan Investor Lain

Tidak memiliki rencana investasi atau trading

Rencana investasi atau trading ini hal mendasar yang wajib kamu pahami dalam belajar saham untuk pemula. Dan akan menjadi kesalahan yang sangat fatal apabila kamu tidak memilikinya.

Mempunyai rencana investasi akan membuat kamu lebih terarah dan bisa mencapai tujuan yang sudah disusun. Menjadi mandiri finansial pun tak sekadar angan karena kamu sudah memiliki target untuk kapan akan berada di fase itu.

Segala bentuk kesalahan investor di poin sebelumnya akan mengerucut ke poin ini. Karena ketika kamu sudah memiliki rencana investasi atau trading, kesalahan-kesalahan di atas bisa dihindari dan tentunya bisa meminimalisir risiko juga kehilangan uang.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk membuat rencana investasi atau trading?

  • Tentukan alokasi dana untuk investasi atau trading saham, ingat selalu gunakan uang dingin ya! Bukan dana dari pos kesehatan, kebutuhan sehari-hari, dan pos penting lainnya.
  • Jangka waktu, coba disusun jangka waktu masing-masing tujuan investasi.
  • Metode analisis, ini terkait dengan cara kamu dalam mengamati untuk melihat potensi pasar. Makanya disarankan, hindari mengikuti perasaan dan main tebak-tebakan untuk kondisi pasar.

Baca juga: 10 Langkah Belajar Main Saham untuk Pemula dari Nol

Cara belajar saham untuk pemula di atas bisa kamu lakukan bertahap. Namun, yang paling utama segera miliki perencanaan investasi saham, ya. Kalau kamu masih ragu, kamu bisa bergabung di Ternak Uang academy untuk belajar langsung dari mentor profesional di bidangnya.

Yuk, gabung jadi member Ternak Uang! Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, mulai dari akses video modul-modul pembelajaran, ikutan berbagai event, dan masih banyak lagi! Segera daftarkan dirimu, dan mulai langkah pertama untuk sukses menjadi investor!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp