7 Tips Belajar Investasi untuk Pemula Agar Bisa Meraup Cuan Maksimal

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
7 Tips Belajar Investasi untuk Pemula Agar Bisa Meraup Cuan Maksimal

Sudahkah kamu mulai belajar investasi? Sudah berburu berbagai tips investasi di mana saja?

Sebagai pemula di dunia investasi tentunya tidak boleh menyepelekan perihal belajar. Mengapa demikian? Karena dengan menambah pengetahuan, kamu bisa meraup cuan yang maksimal dari instrumen investasi yang dipilih.

Masih banyak yang menganggap bahwa belajar investasi itu rumit dan ribet. Padahal, tidak demikian loh. Itu hanya anggapan segelintir orang yang bahkan belum memulai sama sekali. Sebaliknya, jika kamu sebagai investor pemula dan sudah mengambil langkah awal belajar, ini justru akan terasa mudah.

Sebagian besar investor memilih untuk menanamkan modal di berbagai jenis instrumen investasi, misalnya investasi saham di pasar modal agar pundi-pundi kekayaan semakin bertambah. Kendati demikian, perlu diingat bahwa keuntungan yang tinggi, ada pula risiko yang mengikutinya.

Baca juga: 7 Langkah Belajar Saham dan Cara Berinvestasi untuk Pemula

Bagi investor pemula, ada baiknya sebelum memutuskan memilih jenis instrumen, kamu harus belajar investasi terlebih dulu, juga mengenali profil risiko, agar kelak dapat mengelola portofolio dan bisa mengoptimalkan cuan.

7 Komunitas Investor Saham di Telegram yang Aktif

7 Tips Belajar Investasi untuk Pemula Agar Bisa Meraup Cuan Maksimal

Mulai sekarang juga

Tidak ada alasan lagi untuk menunda belajar investasi.

Belum cukup dananya? Tenang, ada jenis instrumen reksa dana kok yang bisa kamu pilih dengan modal awal Rp50 ribu, kamu sudah bisa membeli salah satu produknya.

Ingat ya, semakin cepat kamu mulai berinvestasi, maka semakin cepat juga tujuan keuangan bisa tercapai. Misalnya, kamu ingin pensiun di usia 50 tahun. Sekarang kamu berusia 27 tahun, kamu memiliki rentang waktu 23 tahun untuk menabung dana pensiun. Bahkan kamu bisa loh ikutan gerakan financial independent retire early (FIRE), sebuah gerakan pensiun dini dengan menghemat sebagian besar pendapatan yang kamu miliki untuk dialokasikan ke investasi atau tabungan.

Tujuan investasi yang spesifik

Belajar investasi berarti kamu sudah memiliki tujuan untuk apa dananya kelak. Apakah untuk membeli rumah, dana pendidikan, menikah, agar bisa financial independent secepatnya, dan lain sebagainya.

Sebagai langkah awal, kamu bisa menuliskan tujuan dulu. Lalu tentukan rentang waktu untuk setiap tujuan, apakah itu jangka panjang atau jangka pendek. Ini kelak akan menjadi patokan bagi kamu dalam memilih jenis investasi dan platform apa yang akan digunakan.

Tentukan alokasi dana untuk investasi

Setelah menetapkan tujuan investasi secara spesifik, tips belajar investasi berikutnya adalah kamu harus bisa menentukan seberapa besar alokasi dananya. Coba dihitung secara rinci pengeluaran setiap bulan dan berapa banyak yang bisa kamu sisihkan untuk pos investasi.

Jangan lupa untuk memperhitungkan jangka waktu juga ya karena akan berpengaruh terhadap besaran alokasi dana.

Misalnya nih, kamu ingin menikah tiga tahun lagi dan dana yang harus dikumpulkan sebesar Rp70 juta. Kamu mesti menghitung dana yang ada di tabungan sekarang. Lalu, tentukan berapa besar dana yang harus kamu alokasikan agar bisa mencapai tujuan tersebut selama tiga tahun. Nantinya, kamu bisa lebih konsisten dalam menyisihkan dana investasi untuk menikah.

Idealnya, alokasi dana untuk investasi itu di kisaran 10-30% dari gaji bulanan. Namun, perlu kamu pastikan bahwa dana investasi tidak mengganggu dana lainnya, seperti cicilan utang, dana darurat, atau biaya kebutuhan bulanan. Selalu ingat bahwa investasi tidak hanya menawarkan imbal hasil melulu, ada risiko yang mesti diperhitungkan. Jangan sampai ketika risiko itu datang, hidup kamu jadi ambyar.

Bagi investor pemula, sebaiknya alokasikan dana investasi dengan nilai yang membuatmu nyaman dan tidak merasa terbebani, lalu konsisten. Jadikan kegiatan investasi ini sebagai bentuk kebiasaan positif yang menyenangkan. Seiring bertambahnya pendapatan, pengetahuan dan juga kepercayaan diri dalam berinvestasi, kelak kamu akan bisa menambah portofolio investasi secara terus-menerus.

7 Tips Belajar Investasi untuk Pemula Agar Bisa Meraup Cuan Maksimal

Kenali profil risiko

Belajar investasi artinya juga belajar mengenali diri sendiri. Faktanya, setiap investor memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Jika kamu sudah memiliki tujuan investasi dan jangka waktu, maka saatnya tahu kamu tipe profil risiko seperti apa. Ada tiga tipe profil risiko yang perlu diketahui oleh investor pemula.

  • Konservatif, tipe ini cenderung tidak berani berspekulasi, dan lebih memilih investasi yang minim risiko. Jenis investasi yang cocok adalah deposito, emas, reksa dana pasar uang, obligasi.
  • Moderat, untuk tipe ini lebih berani jika dibandingkan dengan konservatif dan tidak takut lagi dalam mengambil risiko di pasar yang lebih fluktuatif agar bisa memperoleh imbal hasil yang besar.
  • Agresif, investor dengan tipe ini memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap risiko investasi. Mereka selalu siap masuk ke dalam pasar fluktuatif yang memiliki risiko besar agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal

Investor pemula sebaiknya memulai berinvestasi dengan cara tidak langsung

Sebentar, maksudnya seperti apa tuh?

Belajar investasi, kamu harus paham bahwa pasar modal itu memang sangat identik dengan investasi saham. Namun selain saham, ada dua alternatif produk lainnya yaitu reksa dana dan obligasi.

Untuk investor pemula yang baru belajar investasi dan belum memiliki rasa percaya diri dalam bertransaksi saham, solusi terbaik adalah berinvestasi secara tidak langsung yakni dengan membeli reksa dana. Di jenis investasi ini, ada seorang manajer investasi yang akan mengelola dana investor. Kamu pun memiliki banyak pilihan mulai dari reksa dana pasar uang, reksa dana saham, reksa dana campuran, dan reksa dana pendapatan tetap.

Baca juga: Belajar Reksa Dana: 27 Istilah dalam Reksa Dana yang Harus Kamu Ketahui

Apabila kamu sudah lebih mengerti dan yakin dengan reksa dana, maka kamu bisa memulai ke investasi langsung, seperti saham dan obligasi ritel.

Pilih platform investasi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Fintech di Indonesia tumbuh subur seperti jamur di musim penghujan. Agar kamu tidak salah menggunakan platform investasi, maka sebaiknya pilihlah yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Setiap lembaga keuangan wajib untuk terdaftar dan juga diawasi oleh pemerintah, dalam hal ini yang ditunjuk adalah OJK. Pastikan kamu memilih perusahaan yang sudah mengantongi izin resmi dan diawasi oleh OJK. Kamu bisa mengecek perusahaan yang legal melalui website resmi OJK.

Selain legalitas perusahaan, kamu juga perlu cek rekam jejak, pimpinan, dan juga pengalaman dalam menjalani bisnis pasar modal di negara kita.

Evaluasi kinerja investasi

Jika kamu sudah belajar investasi dan dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan, sebaiknya kamu rutin untuk mengevaluasi kinerja dari emiten tersebut dari waktu ke waktu.

Misalnya investasi saham, kamu bisa lakukan dengan membandingkan harga saham saat ini dengan harga saat dibeli. Apakah ada kenaikan atau malah menurun? Atau kamu juga bisa membandingkan saham yang dimiliki dengan harga acuan pasar atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Apakah emiten tersebut menunjukkan tren positif jika dibandingkan dengan IHSG di periode sama?

Apabila kamu sudah melakukan evaluasi, kamu pun bisa merancang strategi yang lebih baik dalam berinvestasi.

Baca juga: 5 Kiat Belajar Investasi untuk Mahasiswa dan 4 Rekomendasi Instrumennya

Dengan belajar investasi, kamu bisa mewujudkan semua tujuan keuangan yang sudah kamu susun. Dan terlebih lagi, jika kamu sudah bisa rutin berinvestasi maka tak akan sulit bagi kamu untuk mencapai tahapan financial independence atau mandiri secara finansial.

So, let’s become financially independent dengan membership Ternak Uang selama 1 tahun! Learn, practice, one step at a time. Dengan menjadi member Ternak Uang, maka kamu bisa mendapatkan 365 hari penuh untuk belajar berbagai tahapan menuju merdeka finansial.

Kamu bisa mengikuti 100 session belajar keuangan bersama pembicara yang ahli dalam bidang keuangan dan 2 big events! Tunggu apa lagi? Yuk, segera bergabung bersama Ternak Uang!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp