Belajar Investasi Kecil-Kecilan dengan 6 Instrumen yang Ramah Pemula

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Belajar Investasi Kecil-Kecilan dengan 6 Instrumen yang Ramah Pemula

Kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki investasi, pada akhirnya memunculkan kebiasaan baru yaitu belajar investasi. Baru bisa belajar investasi kecil-kecilan? Ya, enggak masalah dong! Sebuah kebiasaan baik sebagai media latihan mengenal investasi lebih dekat bisa dimulai dari langkah sekecil apa pun!

Belajar investasi kecil-kecilan ini bahkan bisa dilakukan tanpa harus datang ke pasar bursa, semuanya banyak tersedia di internet. Dengan bantuan teknologi, jika kamu adalah seorang pemula yang ingin memulai berinvestasi, maka pilihan aplikasi investasi dengan modal kecil pun sudah bisa kamu temukan.

Belajar investasi kecil-kecilan bisa kamu mulai dengan beberapa pilihan instrumen yang akan kita bahas kali ini, namun sebelumnya, ada hal yang perlu kamu pahami terlebih dahulu sebelum memulai berinvestasi.

7 Aplikasi Belajar Saham bagi Pemula, Praktis dan Mudah Dipahami

Langkah Mudah Belajar Investasi Kecil-kecilan

1. Menentukan Tujuan Investasi

Satu hal yang perlu kamu pastikan sejak awal sebelum memulai berinvestasi adalah menentukan apa sebenarnya tujuan kamu berinvestasi. Tujuan investasi akan berpengaruh pada periode investasi yang kamu pilih.

Misalnya, kamu bertujuan untuk menyiapkan dana pernikahan 2 tahun lagi, maka kamu bisa memilih instrumen investasi jangka pendek. Sebaliknya, bila kamu memiliki tujuan untuk memiliki simpanan dana pensiun yang akan datang 20 tahun lagi, maka sebaiknya kamu memilih investasi jangka panjang.

2. Mencari Informasi Mengenai Instrumen Investasi

Setelah menentukan tujuan dan periode investasi yang akan kamu ambil, selanjutnya carilah informasi sebanyak mungkin mengenai instrumen investasi yang sekiranya cocok dengan apa yang kamu inginkan.

Bila kamu memilih untuk mulai belajar investasi kecil-kecilan dengan reksa dana, misalnya, maka pelajarilah seluk-beluknya terlebih dulu sebelum akhirnya benar-benar membeli produknya. Cermati mulai dari pengertian, cara kerja, tingkat risiko, sampai dengan nominal maksimal keuntungannya. Jangan lupa untuk mempelajari prospektus dan fund fact sheet. Begitu juga jika kamu memilih produk saham atau yang lainnya.

Semakin banyak kamu tahu, maka kamu akan dapat mengelola risiko dengan baik, sehingga peluang untuk mengalami kerugian akan semakin kecil.

5 Jenis Aplikasi Belajar Investasi, Manfaatkan Sesuai Kebutuhanmu!

3. Memahami Mekanisme Instrumen Investasi

Memahami mekanisme dalam sebuah instrumen investasi akan berguna saat kamu perlu untuk memutuskan langkah dalam berinvestasi. Selain itu, kamu juga bisa mulai mempelajari istilah-istilah yang ada di dalam investasi, agar tidak kebingungan saat harus berinteraksi nantinya.

4. Mempersiapkan Diri

Dari banyaknya hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai belajar investasi kecil-kecilan, ada satu hal yang kadang luput dari perhatian para investor pemula, yaitu mempersiapkan diri.

Mempersiapkan diri di sini bukan hanya dalam soal keuangan, namun juga menyiapkan mental untuk menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi dalam investasi. Karena tidak selamanya yang namanya berinvestasi akan mengalami keuntungan, mungkin ada momen kegagalan dan mengalami kerugian, kekuatan mental dan kesabaran amat dibutuhkan di fase ini.

Cara Investasi Saham bagi Mahasiswa sebagai Investor Pemula

6 Jenis Instrumen untuk Belajar Investasi Kecil-kecilan

Mengetahui dan memahami apa saja jenis instrumen yang bisa digunakan sebagai media belajar investasi kecil-kecilan sangatlah penting bagi para investor pemula. Dengan begitu, kamu bisa memiliki lebih banyak opsi untuk memilih mana instrumen yang paling tepat untuk kamu.

1. Reksa dana

Reksa dana dianggap sebagai salah satu instrumen yang tepat untuk dijadikan sebagai media belajar investasi kecil-kecilan. Alasannya adalah modal awal yang dibutuhkan untuk reksa dana bisa dimulai dari nominal Rp100.000 saja. Sangat terjangkau, bukan?

2. Saham

Saat ini, instrumen investasi dalam bentuk saham memang sedang sangat digemari. Pada dasarnya, saham memang kurang cocok untuk investor pemula, tetapi bukan berarti jadi instrumen yang sebaiknya dijauhi.

Tingkat risiko saham yang dikenal tinggi seharusnya tak jadi suatu halangan jika kamu memang ingin mencoba berinvestasi pada instrumen yang satu ini. Aturan dalam saham yang juga sedikit rumit bisa menjadi media belajar tersendiri untuk memahami saham dan investasi.

3. Emas atau logam mulia

Instrumen yang cocok untuk belajar investasi kecil-kecilan berikutnya adalah emas atau logam mulia.

Membeli emas tidak dipatok oleh harga, kamu bisa melakukan pembelian sesuai dengan bujet yang kamu miliki, karena sekarang tersedia dalam berbagai gramasi. Mulai yang terkecil 0.5 gram hingga 1000 gram.

Tingkat risikonya memang relatif rendah jika dibandingkan instrumen lain, sifatnya juga relatif likuid (mudah untuk dijual kembali) terutama yang gramasi kecil, menjadikan emas sebagai jenis investasi yang tidak perlu banyak dipelajari.

Belajar Investasi Kecil-Kecilan dengan 6 Instrumen yang Ramah Pemula

4. Peer-to-peer (P2P) Lending

Peer-to-peer (P2P) adalah skema pembiayaan yang mempertemukan pihak investor atau pemilik modal dengan pihak peminjam yang membutuhkan modal. Pada tahap ini akan terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak untuk kebutuhannya masing-masing.

Kamu tidak perlu merasa ragu jika ingin mencoba mengembangkan dana via P2P, yang juga sudah difasilitasi oleh beberapa lembaga yang berada dalam pengawasan OJK. Jadi, semua kegiatannya akan sesuai dengan aturan.

5. Deposito

Deposito termasuk dalam jenis investasi yang tidak membutuhkan modal besar. Meskipun, semakin besar modalnya akan semakin baik karena keuntungan yang bisa didapat juga otomatis lebih besar.

Deposito adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh bank dalam bentuk tabungan atau simpanan. Jadi, secara konsep, deposito memang tidak berbeda jauh dengan produk tabungan lain dari bank. Faktor yang membedakannya adalah bahwa jika tabungan biasa bisa diambil kapan saja, tidak demikian dengan deposito. Deposito memiliki periode atau jangka waktu simpanannya sendiri, dan baru bisa diambil saat periode tersebut selesai.

6. Barang koleksi

Instrumen untuk belajar investasi kecil-kecilan yang terakhir adalah barang koleksi. Apakah barang koleksi bisa termasuk dalam investasi? Jawabannya adalah iya, jika barang yang kamu koleksi tersebut memang memiliki nilai lebih atau nilai jual.

Barang koleksi seperti apa yang bisa dianggap sebagai investasi? Misalnya, uang kuno. Uang kuno adalah benda yang banyak diincar, dan ada banyak kolektor di luar sana yang siap membayar mahal jika memang menemukan jenis uang kuno yang mereka inginkan.

Itu tadi beberapa instrumen yang bisa kamu gunakan untuk belajar investasi kecil-kecilan sebagai permulaan sebelum berkecimpung lebih dalam pada bidang investasi.

Ingat, selain wawasan, informasi, dan pengetahuan dasar mengenai instrumen investasi, kamu juga perlu untuk mempersiapkan diri dengan keteguhan, konsistensi, kesabaran, dan kerja keras. Semoga ulasan kali ini memberikan manfaat untuk kamu sebagai seorang investor pemula untuk segera mulai berinvestasi.

Yuk, daftar di berbagai academy yang ada di Ternak Uang, pilih topik sesuai kebutuhanmu, mulai dari personal finance, investasi, asuransi, hingga crypto.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp