Analisis Teknikal Klasik dan Modern: Mana yang Lebih Baik?

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Analisis Teknikal Klasik dan Modern: Mana yang Lebih Baik?

Saham dikenal sebagai salah satu aset yang sifatnya fluktuatif. Harga saham di Bursa Efek Indonesia bisa naik atau turun dalam kurun waktu singkat dan disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, kamu memerlukan analisis yang baik sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi. Salah satu analisis yang penting untuk dipelajari, selain analisis fundamental, adalah analisis teknikal klasik dan modern.

Mempelajari analisis teknikal klasik dan modern akan meminimalkan risiko yang akan kamu hadapi saat melakukan investasi saham maupun trading. Umumnya, analisis saham bisa diartikan sebagai usaha dalam menelaah saham suatu perusahaan dengan tujuan bisa melihat dan juga menilai kinerjanya. Jadi dengan analisis saham kamu bisa menentukan apakah saham tersebut layak untuk dibeli, bisa memberikan keuntungan, dan menjualnya di harga terbaik.

Baca juga: Belajar Analisa Fundamental Saham: 5 Prinsip Ini yang Harus Kamu Ketahui

Analisa saham dibagi atas dua bagian yaitu teknikal dan fundamental. Secara khusus juga ada dua jenis analisis teknikal, yaitu analisis teknikal klasik dan modern. Terbagi menjadi dua karena hal ini tidak lepas dari sifatnya yang aplikatif dan dinamis, sehingga jika kamu ingin mempelajarinya diperlukan dasar pemahaman yang baik, juga ketekunan.

Mau Belajar Analisa Teknikal Saham dengan Mudah? Ini Caranya!

Memahami Analisis Teknikal Klasik dan Modern

Bagi kamu yang ingin mempelajari analisis teknikal klasik dan modern harus memahami terlebih dulu masing-masing pengertian dan cara kerjanya. Karena kedua analisis ini memiliki kelebihan dan kekuranganya sendiri.

Analisis Teknikal Klasik

Analisis teknikal klasik adalah analisis yang mempelajari sebuah pola atau pattern dari pergerakan harga saham. Adapun contoh dari analisis ini adalah mempelajari pola dari candlestick, menentukan tren dari harga saham, menentukan garis resisten dan support, bowl, menentukan pola-pola tren head and shoulder, triple tops dan bottom, dan lain sebagainya.

Analisis Teknikal Modern

Analisis teknikal modern merupakan analisis teknikal yang memungkinkan kamu akan mempelajari indikator untuk bisa menentukan sinyal beli dan jual saham. Contoh dari analisis teknikal modern adalah relative strength index (RSI), moving average, MACD, relative volume index (RVI), stochastic oscillator.

Analisis teknikal modern tidak mempelajari pola-pola candlestick seperti yang ada di analisis teknikal klasik. Analisis ini lebih khusus lagi melihat sinyal beli atau jual secara murni berdasarkan grafik. Singkatnya, contoh konkrit dari analisis teknikal modern seperti RSI, moving average itu murni menggunakan analisis grafik.

Lalu di antara kedua analisis teknikal klasik dan modern ini, manakah yang lebih baik?

2 Pendekatan Analisis Fundamental yang Wajib Kamu Pahami Beserta Taksonomi Analisisnya

Analisis Teknikal Klasik dan Modern: Mana yang Lebih Baik?

Sekali lagi perlu kamu pahami bahwa kedua analisis teknikal klasik dan modern memiliki kelebihan dan juga kekurangan masing-masing. Berikut ini beberapa poin penting yang membedakan analisis teknikal klasik dan modern, sehingga kamu bisa memilih ingin menggunakan analisis teknikal yang mana.

1. Analisis teknikal modern mudah dipelajari

Menurut para ahli trading maupun yang sudah berpengalaman di dunia pasar modal, analisis teknikal modern lebih mudah untuk dipelajari. Mengapa demikian? Karena analisis ini yang diperlukan hanyalah mempelajari golden cross dan death cross dalam menentukan sinyal jual atau beli.

Namun sayangnya, analisis teknikal modern ini kalah akurat jika kamu gunakan dalam memprediksi saham apabila dibandingkan dengan analisis teknikal klasik.

2. Analisis teknikal klasik agak sulit dipelajari

Dalam analisis teknikal saham klasik yang akan dipelajari adalah pola atau pattern, maka penilaiannya pun akan menjadi subjektif. Sayangnya, ini agak sulit dipelajari.

Sebagai contoh, trader A bisa saja mengatakan bahwa candlestick hari ini akan membentuk bullish harami, tapi trader B mengatakan bahwa pola tersebut belum membentuk bullish harami. Dalam menentukan garis support juga resisten tidak ada patokan dan bersifat sangat subjektif.

3. Analisis teknikal klasik bisa prediksi harga saham

Analisis teknikal klasik dikenal lebih akurat dan dijadikan pilihan yang baik dalam prediksi pergerakan harga saham.

Di analisis ini, harga sahamlah yang akan memberikan sinyal ke pola, sehingga ketika harga saham besok ada indikasi rebound atau akan jatuh, maka harga saham akan memberikan sebuah konfirmasi. Dari konfirmasi tersebut akan berbentuk pattern seperti head and shoulder, doji, dan lain sebagainya.

Karena harga yang memberikan konfirmasi tersebut, maka pattern yang terbentuk sesuai dengan apa yang ‘diinginkan’ oleh harga saham tersebut.

Jadi, ketika harga saham keesokan harinya ingin naik, maka pattern yang akan terbentuk adalah bullish. Sebaliknya jika harga ingin turun, maka pattern yang terbentuk adalah bearish. Inilah mengapa analisis teknikal klasik lebih akurat.

Baca juga: Analisa Teknikal Saham: Pengertian dan 7 Indikator Penting untuk Dipahami

4. Analisis teknikal modern – indikator mengendalikan harga

Di analisis teknikal modern, indikator inilah yang akan memberikan sebuah sinyal ke harga saham. Ringkasnya, indikator lah yang mengendalikan harga saham.

Apabila harga akan naik, maka indikator akan membentuk golden cross. Dari golden cross inilah para trader akan tahu harga saham besok akan naik. Tapi, ketika keesokan harinya ada berita negatif tentang emiten tersebut, lalu harga sahamnya turun berarti golden cross tersebut tidak akan valid.

Analisis teknikal modern ini terkesan mendikte harga saham. Sayangnya, harga saham tidak bisa didikte, semua murni berasal dari transaksi permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar saham.

Tapi ini tidak lantas membuat analisis teknikal modern tidak baik. Analisis ini tetap berguna kok, tapi jika kamu ingin memprediksi lebih akurat lagi maka kamu harus belajar analisis teknikal klasik.

Kesimpulannya, analisis teknikal klasik dan modern ini sama-sama baik dalam melihat pergerakan harga saham. Namun, jika kamu ingin memprediksi harga saham lebih tepat, kamu harus bisa memadukan analisis teknikal klasik dan modern.

Analisis Teknikal Klasik dan Modern: Mana yang Lebih Baik?

Tools yang Perlu Dipelajari di Analisis Teknikal Saham Klasik dan Modern

Fibonacci

Ini adalah salah satu analisis teknikal yang sering digunakan para trader dalam menentukan titik resisten dan support. Fibonacci merupakan garis yang ditarik dalam melihat potensi titik support juga resisten di sebuah emiten. Adapun garis fibonacci ini ditentukan secara manual.

Garis horizontal manual

Garis horizontal adalah garis manual yang bisa ditentukan sendiri dalam melakukan analisis support resisten saham. Adapun garis horizontal ini telah tersedia di setiap software saham. Jadi, kamu tinggal menggunakannya saja untuk analisa grafik.

Indikator saham

Tools ini digunakan dalam melihat sinyal beli atau jual serta sering digunakan sebagai alat bantu para trader dalam menentukan tren. Indikator saham seperti volume dan moving average akan bisa memberikan kamu banyak informasi dalam melihat sinyal saham yang bisa berguna dalam menentukan keputusan trading.

Trendline atau garis tren

Ini merupakan tool di analisis teknikal yang berguna dalam menentukan garis batas tren dari sebuah emiten. Sebenarnya garis tren ini adalah garis manual yang ditentukan sendiri oleh para trader dalam melihat area support resisten untuk jangka menengah dalam grafik.

Untuk kamu yang baru memulai mempelajari analisis teknikal klasik dan modern, perlu disadari bahwa pasar saham itu sangat fluktuatif, ya. Kemungkinan meleset itu pasti ada, walaupun sudah menerapkan salah satu atau kedua analisis teknikal klasik dan modern ini. Pasalnya, tidak ada yang pasti di pasar modal. Karena itu, teruslah pelajari kondisi pasar saham saat kondisi bearish juga bullish.

Baca juga: Hierarchy of Technical Analysis, 4 Hal yang Perlu Diketahui

Gimana, pusing enggak membacanya? Tenang, awalnya memang agak sulit, tapi yakin deh jika kamu mau berusaha untuk terus belajar lambat laun analisis teknikal klasik dan modern pun bisa kamu terapkan. Intinya jangan pernah menyerah, ya. Apalagi jika kamu sudah bisa menguasainya, niscaya fase financial independent pun bisa kamu capai.

Agar kamu tidak pusing lagi, yuk, gabung jadi member Ternak Uang! Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, mulai dari akses video modul-modul pembelajaran, ikutan berbagai event, dan masih banyak lagi! Segera daftarkan dirimu, dan mulai langkah pertama untuk sukses menjadi investor!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp