Serba-serbi Reksadana Saham dan 6 Tips Investasinya untuk Pemula

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Serba-serbi Reksadana Saham dan 6 Tips Investasinya untuk Pemula

Kamu penasaran tentang hal-hal yang berkaitan dengan reksadana saham? Nah, kamu sudah menemukan artikel yang tepat, karena di sini kamu bisa menemukan serba-serbi reksadana dengan risiko tertinggi tetapi menjanjikan imbal relatif tinggi juga.

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih jauh terkait reksa dana saham, perlu diketahui bahwa saat ini Indonesia telah berhasil keluar dari resesi ekonomi dengan mencatatkan pertumbuhan positif hingga angka 7.07 persen YoY di kuartal kedua tahun 2021 lalu.

Kabar tersebut berhasil menjadi angin segar bagi para penanam modal jangka panjang atau investor dengan profil risiko agresif untuk menggelonggongkan dana investasi lebih banyak lagi ke depannya. Investasi jangka panjang ini memang identik dengan jenis pergerakan instrumen investasi yang agresif, seperti reksadana saham yang akan kita bahas kali ini.

Berinvestasi adalah salah satu cara untuk mencapai financial independence, lho. Termasuk berinvestasi pada reksadana saham. So, akan sangat baik bagi kamu untuk mempelajari dan mengetahui lebih dulu serba-serbinya, agar kamu lebih mudah mengelola portofolio kamu nantinya. Ya, ibarat membeli barang elektronik, kamu perlu tahu bagian-bagiannya, cara kerjanya, bagaimana memperbaiki jika ada yang rusak, dan sebagainya.

Berikut adalah serba-serbi reksadana saham yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada instrumen tersebut.

7 Cara Membaca Analisa Fundamental Saham Bagi Pemula

Apa itu Reksadana Saham?

Reksadana adalah salah satu instrumen investasi yang cukup populer belakangan ini. Instrumen investasi yang satu ini sangat cocok bagi kamu yang belum memiliki keberanian untuk mengambil risiko yang terlalu besar.

Baca juga: Belajar Reksa Dana: 27 Istilah dalam Reksa Dana yang Harus Kamu Ketahui

Reksadana sendiri memiliki definisi sebagai wadah untuk menghimpun dana investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi. Selanjutnya dana investasi dari para investor akan dialokasikan ke berbagai instrumen, mulai dari produk pasar uang, obligasi, hingga investasi saham. Oleh karena itu, reksadana memiliki tiga jenis produk secara umum, yakni reksadana pasar uang, reksadana obligasi, dan reksadana saham.

Reksadana saham adalah sebuah instrumen investasi reksadana yang 80 persen aktivanya diinvestasikan dalam bentuk saham. Dengan demikian, pergerakan reksadana saham ini sangat identik dengan sifat dan pergerakan saham di bursa. 

So, tidak heran apabila risiko berinvestasi pada produk reksadana saham ini juga relatif tinggi, selayaknya berinvestasi di pasar saham. Namun, selaras dengan tingkat risikonya, maka berinvestasi di reksadana saham memiliki potensi return yang tinggi pula. High risk, high return.

Plus Minus Reksadana Saham

Setiap instrumen investasi, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, bukan? Ada keuntungan, tentu ada risikonya.

Secara umum, produk reksadana saham memiliki potensi imbal hasil yang menjanjikan dibandingkan jenis reksadana lainnya. Bahkan ada loh, yang sudah berinvestasi dalam reksadana saham dan mampu mendapatkan imbal hasil hingga 20 persen dalam satu tahun. Tentu saja, ini ada faktor pendongkrak juga dari sisi pasar sahamnya sendiri.

Nah, apabila hal ini terus terjadi, maka return dapat dipastikan dalam lima tahun ke depan kamu akan memperoleh keuntungan hingga 100 persen. Hmmm, menggoda ya?

Namun, perlu kamu ingat bahwa dalam transaksi jual beli saham tidak ada jaminan yang pasti. Terlebih jika kamu membeli reksadana saham, dapat dipastikan kamu juga harus siap dengan tingginya risiko yang terjadi akibat fluktuasi pasar saham. So, kamu juga tetap perlu berhati-hati dalam berinvestasi, ya.

Pastikan kamu telah memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu. Kamu juga perlu belajar investasi agar saat terjun ke dalamnya, kamu tidak hanya bermodal FOMO aja, okay?

Serba-serbi Reksadana Saham dan 6 Tips Investasinya untuk Pemula

6 Tips Berinvestasi Reksadana Saham untuk Pemula

Setelah mengetahui beberapa hal mengenai reksadana saham, mulai dari definisi hingga plus minus apabila memasukkannya ke dalam keranjang investasi, apakah kamu makin tertarik dengan produk investasi yang satu ini?

Apabila iya, sebagai pemula dalam dunia investasi reksadana saham, kamu perlu memperhatikan beberapa tips berikut.

1. Tentukan tujuan investasimu

Sebelum memilih reksadana saham sebagai instrumen investasi pilihan, kamu perlu mengetahui secara pasti apa yang akan menjadi tujuan investasimu, dan kapan kamu akan memanfaatkannya.

Saran terbaik adalah reksadana saham sebaiknya dimanfaatkan untuk tujuan keuangan dalam jangka waktu minimal 5 tahun mendatang, atau bahkan lebih. Dana pendidikan anak? Bisa. Dana pensiun? Bisa banget!

Bagi kamu, investor yang memiliki profil risiko moderat, produk investasi yang satu ini juga dapat dimanfaatkan sebagai booster untuk mendorong kinerja portofolio kamu. Caranya pun cukup mudah. Kamu hanya perlu meletakkan 10 persen dari komposisi portofolio investasimu ke dalam reksadana saham. Kemudian sisanya dapat kamu tempatkan di komposisi lain yang cenderung memiliki risiko lebih rendah. Seperti reksadana pasar uang, atau reksadana pendapatan tetap.

Baca juga: 5 Langkah Belajar Reksa Dana Pemula yang Mudah Dilakukan

2. Hitunglah periode waktu investasimu

Penting bagi kamu untuk menghitung lama periode investasi yang kamu perlukan dan juga inginkan. Penghitungan terkait periode investasi ini akan erat kaitannya dengan strategi yang kamu ambil dalam memenuhi tujuan investasi.

3. Pilihlah Manajer Investasi yang Trusted

Manajer investasi memiliki peran yang cukup krusial dalam investasi reksadana. Mengapa demikian?

Manajer investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk kepentingan investor. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk selektif dalam memilih manajer investasi.

Pastikan manajer investasi memiliki legalitas yang terdaftar di situs OJK dan cari tahu lebih jauh terkait rekam jejak manajer investasi yang akan mengelola dana investasimu.

4. Memahami strategi pengelolaan reksadana

Setiap produk reksadana memiliki strategi pengelolaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang berdasarkan kapitalisasi pasar, konvensional, syariah, ESG, dan lain sebagainya. Selain itu, strategi pengelolaan reksadana juga dapat dilakukan berdasarkan sektor tertentu, seperti infrastruktur dan teknologi. Pusing ya?

Tenang saja, kamu dapat mendapatkan informasi lengkap mengenai hal tersebut dengan memperhatikan konsistensi kinerja reksa dana dalam jangka periode menengah panjang. Jangan lupa untuk mengecek peringkat reksa dana yang akan kamu pilih, ya.

5. Cek dan pahami pola keamanannya

Pastikan produk reksadana saham yang kamu pilih memiliki legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Sebaliknya, apabila produk tersebut tidak memiliki izin, maka sebaiknya urungkan niatmu untuk memasukkannya ke dalam keranjang investasi, dan carilah produk lain yang sudah mendapatkan izin legalitas.

6. Jangan malas mempelajari prospektus reksadana saham

Last but not least, hal krusial yang tidak boleh kamu lewatkan sebelum berinvestasi reksadana saham adalah memahami prospektus dari produk reksadana tersebut. Galilah informasi sebanyak mungkin melalui prospektus saat belajar investasi reksadana saham.

Prospektus bisa banget dijadikan sebagai indikator investasi reksadana yang sehat. Sementara itu, investasi bodong biasanya tidak memiliki prospektus.

So, dapat dikatakan bahwa dengan mempelajari dan memahami prospektus akan meminimalkan kemungkinan kamu terperosok ke dalam jurang kerugian investasi bodong.

Baca juga: 9 Tanya Jawab Investasi yang Bisa Menghapus Keraguanmu Berinvestasi

Nah, itulah serangkaian informasi mengenai investasi reksadana saham, dan juga tips investasinya. Kemudahan dalam mengakses informasi mengenai keuangan dapat kamu manfaatkan untuk belajar investasi, tanpa ada keraguan lagi.

Sampai di sini, apakah kamu tertarik untuk mulai belajar investasi, terutama reksadana saham, lebih jauh lagi? Academy Ternak Uang memiliki fasilitas dan layanan untuk menunjang minatmu itu lo!

Yuk, bergabung membership Ternak Uang selama 1 tahun! Learn, practice, one step at a time. Dengan menjadi member Ternak Uang, maka kamu bisa mendapatkan 365 hari penuh untuk belajar berbagai tahapan menuju merdeka finansial.

Kamu bisa mengikuti 100 session belajar keuangan bersama pembicara yang ahli dalam bidang keuangan dan 2 big events! Selain itu, kamu juga dapat mengajukan pertanyaan terkait investasi dan keuangan melalui Ternak Uang Community! Tunggu apa lagi? Segera gabung dengan klik tombol di bawah ini!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp