6 Produk Reksadana yang Wajib Kamu Kenali dan Strategi Investasi Terbaiknya

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
6 Produk Reksadana yang Wajib Kamu Kenali dan Strategi Investasi Terbaiknya

Reksadana adalah salah satu jenis instrumen investasi yang disukai oleh berbagai kalangan. Sebelum membelinya, ada baiknya kamu tahu apa saja produk reksadana agar bisa menyesuaikan dengan profil risiko dan juga tujuan keuangan.

Salah satu daya tarik dari investasi reksa dana adalah adanya manajer investasi yang akan mengelola dana para investor. Jadi, bagi pemula di dunia investasi, tentunya ini akan sangat membantu mereka dalam memilih produk reksadana. Begitu pun dengan nominal untuk membuka rekening reksadana, kamu tak perlu repot menyiapkan dana yang besar. Bermodalkan Rp 50 ribu saja kamu sudah bisa membeli reksadana.

Dilansir dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia, di tahun 2021 terjadi lonjakan jumlah investor di pasar modal. Angka ini ditopang oleh naiknya investor reksadana yang meroket hingga menembus angka 115,41% menjadi 6,84 juta investor di Desember 2021. Sementara, sebelumnya di bulan yang sama tahun 2020, jumlah investor di angka 3,17 juta. Angka yang hampir menembus 7 juta investor bisa dibilang sangat fantastis. Apalagi lonjakan tersebut terjadi saat negara kita berada di pandemi COVID-19.

Baca juga: Belajar Investasi Reksadana Mulai dengan Memahami 4 Hal Ini Dulu!

​Ingin berinvestasi di reksadana tapi masih bingung dengan produk reksadana apa saja yang ada? Di artikel ini akan dibahas tuntas tentang beberapa jenis reksa dana, dan bagaimana strategi terbaik yang bisa kamu adopsi untuk berinvestasi di instrumen ini.

6 Tahapan Cara Belajar Reksadana untuk Pemula yang Paling Mudah

Kenali 6 Produk Reksadana Dulu Sebelum Membelinya

Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)

Produk reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang berinvestasi pada instrumen pasar uang dengan rentang waktu kurang dari satu tahun. Adapun bentuknya bisa berupa deposit berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), sertifikat deposito, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis investasi pasar uang lainnya.

Banyak yang memilih reksadana pasar uang karena ini merupakan investasi minim risiko dibandingkan jenis reksadana yang lain. Tapi, imbal hasil yang ditawarkan oleh produk reksadana ini masih lebih besar jika dibandingkan dengan bunga deposito.

Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksadana pendapatan tetap dikenal karena bisa memberikan imbal hasil besar bahkan angkanya di atas reksadana pasar uang. Tapi, jangan khawatir, jenis investasi ini masih minim risiko kok. Pasalnya, jenis reksadana ini mengalokasikan dana kelolaan mayoritas ke obligasi milik pemerintah dan swasta yang memiliki pergerakan yang stabil.

Untuk yang belum tahu obligasi, ini merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah juga perusahaan swasta dan diberikan ke investor sebagai bukti kepemilikan utang.

Contohnya nih, kamu membeli obligasi milik pemerintah, maka pemerintah secara langsung berutang pada kamu. Sebagai jaminan maka pemerintah memberikan kupon yang berisi tanggal jatuh tempo dan besaran bunga yang dijanjikan.

Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)

Produk reksadana yang satu ini biasanya direkomendasikan bagi investor yang memiliki profil risiko moderat. Mengapa demikian? Karena jenis reksadana ini akan mengalokasikan sebagian dana kelolaan ke jenis investasi saham, oleh karena itu risiko reksa dana campuran lebih tinggi apabila dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap.

Seperti namanya, reksadana campuran tak hanya mengalihkan dana kelolaan ke saham saja, tapi dalam beberapa sektor pasar modal seperti pasar uang dan juga obligasi.

Reksadana Saham (Equity Fund)

Jenis reksa dana saham akan menjadi pilihan para investor dengan profil risiko agresif. Karena jenis investasi ini termasuk high risk high return. Hal ini terjadi karena sebagian besar dana kelolaan—sebesar 80%–dialihkan ke instrumen saham.

Tujuan dari investasi reksadana adalah mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan harga saham dalam jangka waktu yang panjang. Memang sih risiko relatif lebih tinggi dibandingkan produk reksadana lainnya, tapi potensi imbal hasil yang akan kamu terima juga lebih tinggi.

Oleh karena itu, reksadana saham sangat cocok untuk investasi dengan jangka waktu panjang di atas lima tahun. Contoh tujuan keuangan jangka panjang seperti dana pensiun, pendidikan anak, cocok menggunakan produk reksadana saham.

Reksadana Index (RDI)

Investasi reksadana index merupakan jenis reksadana yang bertujuan untuk memperoleh imbal hasil yang mirip dengan salah satu indeks yang dijadikan acuan, seperti indeks obligasi atau indeks saham.

Adapun alokasi dana kelolaan untuk jenis ini minimum 80%. Reksadana Index (RDI) bisa dibeli dan dijual kapan pun setiap hari bursa. Produk reksadana ini cocok bagi kamu yang ingin adanya transparansi dalam investasi.

Reksadana Terproteksi

Ini merupakan jenis reksadana yang memberikan proteksi 100% dari pokok investasi saat jatuh tempo. Produk reksadana ini memiliki horizon waktu investasi yang telah ditentukan oleh manajer investasi, tapi bisa dicairkan sebelum waktu jatuh tempo tanpa harus ada jaminan. Hal ini dimungkinkan karena sudah ada proteksi pokok investasi.

Perbedaan dengan produk reksadana lainnya adalah reksadana terproteksi mempunyai masa penawaran. Dengan demikian, hanya bisa dibeli saat tertentu saja. Kelebihan lainnya produk reksadana ini adalah mempunyai imbal hasil yang lebih terukur dengan jangka waktu tertentu.

Agar investasi reksadana yang kamu miliki bisa berkembang dengan baik, beberapa strategi di bawah ini bisa kamu terapkan.

6 Produk Reksadana yang Wajib Kamu Kenali dan Strategi Investasi Terbaiknya

Strategi Optimalkan Investasi Reksadana

Tentukan Tujuan dan Profil Risiko

Menentukan tujuan keuangan menjadi hal paling mendasar saat memulai investasi. Walaupun di reksadana ada manajer investasi, tapi kamu harus tetap memiliki tujuan keuangan.

Tujuan keuangan tiap investor pastinya berbeda-beda. So, supaya realistis dan tidak dilupakan, kenapa tak coba untuk ditulis saja dengan detail apa saja tujuan keuangan, lalu jangka waktu yang ingin dicapai.

Setelah menentukan tujuan keuanga, kamu juga harus tahu profil risikomu sendiri. Bagaimana tahu profil risiko? Biasanya di tiap aplikasi reksadana sudah ada semacam kuesioner berisi beberapa pertanyaan yang nantinya akan menunjukkan profil risiko kamu. Jadi, kamu tinggal mengisi jawaban dan di akhir akan muncul hasilnya.

Jika sudah tahu tujuan keuangan dan profil risiko, saatnya mulai berinvestasi!

Baca juga: 6 Tahapan Cara Belajar Reksadana untuk Pemula yang Paling Mudah

Pilih Manajer Investasi yang Tepat

Karena kamu akan berinvestasi di produk reksadana, maka kamu harus jeli memilih manajer investasi yang tepat.

Lakukan riset kecil-kecilan di internet, atau kamu bisa bertanya ke teman yang sudah duluan berinvestasi di reksadana. Apabila sudah ada referensi, kamu bisa cek legalitas perusahaan manajer investasi tersebut, apakah sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum. Kamu harus waspada dengan berbagai tindak penipuan yang menggunakan logo OJK ya.

Oleh karena itu, cara terbaik adalah cek nama manajer investasi yang legal melalui website resmi OJK sebelum memulai investasi.

Perhatikan Nilai Drow Down

Langkah selanjutnya adalah perhatikan nilai drow down atau tingkat kerugian maksimal dari setiap produk reksadana yang ada. Apabila angkanya sekitar 30% dalam setahun, artinya kinerja investasi reksadana tersebut pernah merosot menembus angka 30%.

Umumnya, angka drow down yang tinggi ada di jenis reksadana campuran dan saham. Sedangkan untuk reksadana dengan nilai drow down rendah ada di reksadana pasar uang. Itulah mengapa, reksadana pasar uang sangat direkomendasikan bagi investor pemula yang belum punya toleransi terhadap risiko yang besar.

Cari Tahu Beban Biaya

Di investasi reksadana dikenal adanya istilah beban biaya atau expense ratio. Ini adalah total keseluruhan biaya yang digunakan manajer investasi dalam mengelola reksadana seperti biaya kustodian, marketing, trading dan lain-lain. Apabila beban biaya rendah, itu berarti manajer investasi cukup andal dalam mengelola produk reksadana.

Baca juga: 12 Reksadana Terbaik 2021, Cuan Puluhan Persen!

Tidak dipungkiri, investasi reksadana bisa mendatangkan berbagai keuntungan. Kamu bisa melakukan diversifikasi investasi tanpa mesti mengeluarkan modal besar. Dan ini bisa kamu manfaatkan sebagai jalan untuk mandiri finansial.

Nah, bagaimana? Penasaran untuk tahu lebih banyak berbagai jenis produk reksadana, dan strategi terbaik investasinya?

Yuk, bergabung menjadi member Ternak Uang! Di sana, kamu bisa belajar investasi reksadana lebih detail, bisa juga ajukan pertanyaan tentang saham, investasi, dan seputar keuangan lainnya, di situs community Ternak Uang. Download aplikasinya, dan bergabung bersama ribuan orang lain yang sudah tergabung di dalamnya.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp