Belajar Reksa Dana: 27 Istilah dalam Reksa Dana yang Harus Kamu Ketahui

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Belajar Reksa Dana: 27 Istilah dalam Reksa Dana yang Harus Kamu Ketahui

Sebagai investor pemula, kamu bisa belajar reksa dana dari mana saja, dari siapa saja, kapan saja. Zaman sekarang, ilmu bisa didapatkan dari banyak tempat, bukan?

Tapi kadang, ada satu yang terlupakan, yang paling dasar. Memahami dulu istilah-istilah yang sering digunakan. Padahal, ini sangatlah penting. Pasalnya, dengan memahami istilah-istilah ini, kamu akan lebih mudah lagi dalam mempelajari reksa dana secara lebih mendalam.

Reksa dana sendiri merupakan wadah yang dibentuk untuk menghimpun dana dari masyarakat investor yang kemudian dikelola oleh pihak yang disebut sebagai manajer investasi, dengan dana kelolaan yang dialokasikan ke instrumen-instrumen sesuai kesepakatan.

Reksa dana dipercaya sebagai instrumen investasi yang cukup menguntungkan, apalagi jika dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan profil risiko. Selain sering direkomendasikan untuk pemula, reksa dana juga sering dimanfaatkan oleh mereka yang tak punya waktu memantau pergerakan pasar setiap waktu. Adanya manajer investasi yang berpengalaman membuat para investor mempercayakan dana mereka dikelola.

Nah, sebelum kamu mulai belajar reksa dana dan mulai investasi, ada baiknya, kamu paham dulu beberapa istilah yang sering digunakan. Istilah-istilah dalam reksa dana kadang juga sering dipergunakan dalam jenis investasi lain, jadi kemungkinan kamu juga sudah akrab dengan beberapa di antaranya. Berikut ini adalah 27 istilah yang khas untuk dipahami saat belajar reksa dana.

Mengenal Reksa Dana Saham: Apa dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Belajar Reksa Dana dari 27 Istilahnya

1. Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD)

Pihak yang mempunyai izin sebagai penjual efek reksa dana dari Otoritas Jasa Keuangan secara resmi, dan bekerja sama dengan manajer investasi dalam distribusi reksa dana.

2. Alokasi aset

Proporsi jenis instrumen yang diracik oleh manajer investasi, untuk setiap jenis reksa dana. Misalnya, reksa dana pasar uang 80% dana investasi akan dialokasikan pada produk pasar uang seperti deposito atau obligasi dengan tenor di bawah 1 tahun. Reksa dana pendapatan tetap, 80%-nya pada surat utang. Reksa dana saham didominasi oleh saham. Setiap proporsi racikan akan memengaruhi tingkat risikonya.

3. Asset Under Management

Jumlah dana investor keseluruhan yang dikelola oleh manajer investasi. Semakin besar total AUM, maka akan menggambarkan tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap manajer investasi.

4. Bank Kustodian

Bank yang telah disetujui oleh OJK untuk berperan sebagai tempat menitipkan efek serta aset lainnya, termasuk menerima dana investasi, bunga, dividen, dan berbagai hak investasi lain. Selain itu, juga bertugas menyelesaikan transaksi efek dan sebagai wakil nasabah.

5. Benchmark

Atau tolok ukur, alias pembanding terhadap kinerja reksa dana.

10 Pertanyaan tentang Investasi yang Paling Sering Ditanyakan oleh Masyarakat

6. Biaya Bank Kustodian

Biaya yang muncul sebagai imbalan terhadap jasa bank kustodian. Biasanya sudah termasuk dalam NAB sehingga tak perlu ditagihkan secara terpisah terhadap investor setiap kali melakukan transaksi reksa dana.

7. Biaya Manajer Investasi

Biaya yang muncul sebagai imbalan atas jasa manajer investasi, yang dinyatakan dalam persentase NAB. Sama seperti biaya bank kustodian, biaya ini tak perlu ditagihkan secara terpisah, karena sudah termasuk dalam NAB.

8. Biaya Pembelian

Biaya transaksi yang muncul saat investor membeli reksa dana. Biasanya besarannya bisa ditemukan dalam prospektus.

9. Biaya Pengalihan

Biaya yang menjadi tanggung jawab investor untuk setiap aktivitas pengalihan atau switching reksa dana. Biasanya juga didetailkan dalam prospektus.

Belajar Saham dengan Memahami 27 Istilah dalam Pasar Modal Berikut Ini Yuk!

10. Biaya Penjualan

Biaya transaksi yang muncul saat investor membeli reksa dana.

11. Compound Annual Growth Rate (CAGR)

Ditunjukkan dalam persentase, CAGR merupakan tingkat pertumbuhan reksa dana rata-rata, bisa dalam 1 tahun, 3 tahun, atau 5 tahun.

12. Cut off time

Batas waktu untuk menjual, membeli, ataupun mengalihkan produk reksa dana. Misalnya ditentukan oleh manajer investasi, cut off time pukul 11.00 WIB. Maka, transaksi sebelum pukul 11.00 akan diproses di hari yang sama. Jika transaksinya setelah pukul 11.00 WIB, akan diproses di hari berikutnya.

13. Expense ratio

Rasio beban operasional pengelolaan dana dalam satu tahun terhadap rata-rata NAB-nya.

14. Fund Fact Sheet

Lembar laporan kinerja manajer investasi terhadap reksa dana yang dikelolanya. Di dalamnya terdapat informasi pengelolaan, biaya-biaya, alokasi aset, hingga peningkatan (atau penyusutan) investasi. Fund fact sheet ini adalah salah satu hal penting untuk kamu pahami dalam proses belajar reksa dana lo!

15. Manajer investasi

Pihak pengelola reksa dana, yang beroperasi sesuai dengan izin OJK secara resmi.

5 Jenis Aplikasi Belajar Investasi, Manfaatkan Sesuai Kebutuhanmu!

16. Max drawdown

Nilai penurunan maksimal reksa dana terhitung dari titik puncak hingga titik rendahnya, sebelum akhirnya ada puncak baru yang tercapai. Max drawdown ini bisa dipakai sebagai indikasi risiko penyusutan nilai investasi reksa dana dalam jangka waktu tertentu.

17. Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Total aset reksa dana yang dimiliki oleh investor, setelah dikurangi kewajiban.

18. NAB/Unit

Nilai yang diperoleh dari total NAB dibagi dengan total jumlah unit penyertaan reksa dana. Hasilnya mengindikasikan tingkat kinerja reksa dana.

19. Net Asset Value (NAV)

Nah, ini sih istilah dalam bahasa Inggris dari Nilai Aktiva Bersih atau NAB. Nilainya bisa berubah setiap hari, karena itu kamu sebenarnya juga berpeluang untuk mendapatkan capital gain dari selisih NAV ini loh.

20. Portofolio efek

Sebuah kumpulan instrumen investasi yang berupa surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan yang dimiliki oleh investor atau manajer investasi, berupa surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan. Misalnya saja seperti obligasi atau surat utang, saham, dan sejenisnya. Proporsinya tergantung kebutuhan, tujuan investasi, dan profil risiko investor.

Saham LQ45: Pengertian dan Kriterianya

21. Portofolio reksa dana

Sama seperti portofolio efek, yaitu kumpulan instrumen yang diracik oleh manajer investasi sesuai kesepakatan dan kebutuhan investor.

22. Prospektus

Dokumen berisi informasi detail seputar suatu produk reksa dana, yang dapat dimanfaatkan oleh investor untuk mempertimbangkan dan menentukan keputusan investasi. Seperti halnya fund fact sheet, dalam proses belajar reksa dana, kamu perlu mempelajari prospektus ini dengan saksama.

23. Switching

Atau pengalihan unit reksa dana yang dilakukan oleh investor, dari satu produk ke produk lain yang masih dalam manajer investasi yang sama. Nmaun, ada juga manajer investasi yang tidak menyediakan fasilitas switching ini, jadi ada baiknya kamu cek dulu jika ingin mengalihkan reksa dana kamu ke produk yang lain.

24. Top holding

Koleksi aset reksa dana porsi terbesar yang dikelola oleh manajer investasi, yang dapat memengaruhi pergerakan NAV. Misalnya, reksa dana X memiliki top holding BMRI, PGAS, DCII, TLKM, dan UNVR. Maka nantinya, nilai investasi reksa dana akan banyak dipengaruhi oleh pergerakan ke-5 top holding tersebut.

25. Unit penyertaan

Satuan kepemilikan reksa dana oleh satu investor. Cara melihat kepemilikan ini adlaah dengan mengalikan unit penyertaan dengan NAB per unit yang senantiasa bergerak secara harian.

Belajar Reksa Dana: 27 Istilah dalam Reksa Dana yang Harus Kamu Ketahui

26. Wakil Agen Penjual Efek Reksadana (WAPERD)

Pihak yang mendapatkan izin OJK sebagai agen penjual reksa dana. WAPERD bekerja di APERD, misalnya ada agen penjual reksa dana di bank, maka agen ini harus memiliki izin dari OJK.

27. Wakil Manajer Investasi

Pihak yang memiliki izin OJK untuk mewakili kepentingan perusahaan efek yang bertindak sebagai manajer investasi.

Nah, itu dia 27 istilah yang sebaiknya kamu tahu dalam proses belajar reksa dana. Rumit? Enggak kan? Bahkan beberapa sudah cukup familier pasti, karena banyak juga di antaranya yang sering dipakai di dunia investasi pada umumnya.

So, sekarang sudah tahu berbagai makna istilahnya, saatnya kamu melanjutkan proses belajar reksa dana kamu secara lebih mendalam lagi.

Daftar di berbagai academy yang ada di Ternak Uang, pilih topik sesuai kebutuhanmu, mulai dari personal finance, investasi, asuransi, hingga crypto.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp