Mengenal Asosiasi Fintech Indonesia, Ini Dia 5 Faktanya

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Mengenal Asosiasi Fintech Indonesia, Ini Dia 5 Faktanya

Industri financial technology, atau biasa disebut fintech, berkembang pesat sejak empat tahun belakangan ini. Fintech menjadi sebuah solusi bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. Pertumbuhan fintech yang pesat dari tahun ke tahun tentunya harus ada lembaga yang menaungi agar ke depannya bisa berjalan sesuai peraturan BI dan Otoritas Jasa Keuangan. Beranjak dari hal tersebut, muncullah Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) yang menjadi wadah bagi penyelenggara fintech.

Selama pandemi Covid-19, industri fintech melonjak drastis. Tercatat ada 80% dari total penyelenggara fintech yang sudah mengantongi izin OJK dan menjadi anggota dari asosiasi fintech Indonesia. Adapun peningkatan ini disebabkan oleh keragaman layanan keuangan digital yang ditawarkan penyelenggara fintech sebagai solusi dari masalah transaksi keuangan masyarakat saat ini.

Jika dilihat ke belakang, di awal tahun 2016-2017 umumnya, model bisnis fintech di Indonesia lebih ke sistem pembayaran atau layanan pinjaman online. Tapi, ketika masuk tahun 2019-2022, di Indonesia sudah ada 23 model bisnis fintech seperti e-wallet, e-money, remiten, payment gateway dan lain sebagainya. Indikator yang menyebabkan peningkatan ini tak lain karena tren market dari masyarakat sendiri mengalami peningkatan dalam beradaptasi dengan digitalisasi.

Fintech: Pengertian dan 5 Jenisnya yang Perlu Kamu Ketahui

Sejarah Munculnya Fintech di Indonesia

Barangkali kamu sering mendengar istilah fintech, tapi tahukah kamu apa pengertian sebenarnya?

Baca juga: Fintech: Pengertian dan 5 Jenisnya yang Perlu Kamu Ketahui

Dilansir dari National Digital Research Centre (NDRC), fintech adalah istilah yang bisa digunakan untuk menyebut inovasi dalam bidang jasa keuangan atau finansial. Ringkasnya, fintech itu sentuhan teknologi maupun pengembangannya yang dilakukan di sektor keuangan.

Tujuan utama dari fintech adalah membantu pemerintah dalam mendorong angka inklusi keuangan dengan cara memaksimalkan penggunaan teknologi di berbagai aspek pelayanan keuangan.

Lalu bagaimana awal mula munculnya fintech di Indonesia?

Sebelum ke Indonesia, kita lihat dulu awal mula munculnya fintech.

Ternyata fintech pertama kali lahir di benua Eropa. Tepatnya, fintech ini hadir dengan model bisnis fintech pendanaan, atau P2P lending di Inggris tahun 2005 silam. Adapun nama perusahaan P2P lending pertama di Inggris bernama Zopa.

Di mata pemilik Zopa saat itu, ada sebuah peluang menghadirkan pengalaman terbaik dalam layanan keuangan dengan memberikan kemudahan akses serta nilai bunga yang masuk di akal dan ada investasi yang menjanjikan. Setelah lahirnya Zopa, munculnya perusahaan fintech pendanaan berikutnya yang bernama Circle. Perusahaan fintech ini telah menyalurkan lebih dari 40.000 dana pinjaman bagi UMKM.

Dari benua Eropa, fintech pun mulai bermunculan di benua Amerika di tahun 2006. Fintech pendanaan yang muncul pertama kali adalah Rosper Marketplace, dan juga Lending Club. Setelah dari benua Amerika, di tahun 2011 fintech pun hadir di Tiongkok.

Di Indonesia, fintech mulai berkembang dan dikenal masyarakat sekitar tahun 2015. Kemudian, di tahun yang sama, muncullah Asosiasi Fintech Indonesia, yang dulu disingkat dengan AFI dan sekarang menjadi AFTECH.

Ternyata kehadiran asosiasi fintech Indonesia ini mendorong perkembangan dan lahirnya berbagai fintech pendanaan bersama di Indonesia. Di tahun 2016, berbagai nama perusahaan fintech pun mulai go public. Hingga saat ini, sudah lebih dari 352 perusahaan fintech, 11 lembaga keuangan dan 7 mitra teknologi yang berada di bawah payung AFTECH dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kehadiran industri fintech ini dianggap bisa menjadi sebuah solusi cepat dan tepat bagi masalah transaksi keuangan setiap hari masyarakat Indonesia. Terlebih lagi nih, semakin tinggi pengguna internet di Indonesia, pada umumnya menginginkan sesuatu yang efisien dan praktis kan? Inilah salah satu yang membuat perusahaan fintech tumbuh subur dan tak henti berinovasi.

Nah agar lebih mengenal AFTECH, wadah bagi para fintech, berikut ini fakta-fakta yang perlu kamu tahu.

Ternak Uang Bangkrut? Ini Penjelasan Raymond Chin

Mengenal Asosiasi Fintech Indonesia, Ini Dia 5 Faktanya

1. Apa itu asosiasi fintech Indonesia?

Dilansir dari laman resmi AFTECH, di tahun 2016, AFTECH berdiri pertama kali dan juga merupakan wadah untuk penyelenggara fintech dalam berkolaborasi dan beradvokasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya agar bisa mendorong inovasi teknologi sekaligus memperkuat daya saing industri fintech nasional.

Asosiasi fintech Indonesia (AFTECH) telah ditunjuk resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai asosiasi penyelenggara inovasi keuangan digital (IKD) di tanggal 9 Agustus 2019 bersumber dari PJOK No.13/2018.

2. Visi-Misi asosiasi fintech Indonesia

Visi AFTECH adalah agar bisa mendorong angka inklusi keuangan dengan layanan keuangan digital. Sedangkan misinya adalah membantu dalam pemenuhan akses layanan keuangan basis teknologi untuk masyarakat Indonesia dengan cara meningkatkan akses, kualitas layanan keuangan dan penggunaan agar bisa mencapai target strategi Nasional dalam mencapai inklusi keuangan.

3. Pilar utama kegiatan AFTECH

Terdapat 4 pilar utama kegiatan AFTECH, yaitu:

  • Advokasi kebijakan
  • Kolaborasi Komunitas
  • Literasi dan edukasi
  • Pengembangan pengetahuan (knowledge hub & intelligence)

Menurut Ketua AFTECH, Pandu Sjahrir, empat pilar di atas terus diupayakan dalam rangka mewujudkan digitalisasi layanan keuangan. Lanjutnya lagi, salah satu yang dibutuhkan untuk mewujudkan empat hal di atas adalah dengan adanya infrastruktur digital seperti data centre. Investasi yang signifikan sangat dibutuhkan menjadi berdaulat dalam hal data.

4.Turut serta dalam memberantas pinjol ilegal

Asosiasi fintech Indonesia berkolaborasi dengan pemerintah dalam hal memberantas pinjol ilegal dengan menghadirkan layanan www.cekfintech.id.

Situs ini membuat masyarakat bisa mengetahui apakah sebuah fintech itu legal atau tidak. Di situs Cek Fintech, kamu juga bisa loh tahu daftar penyelenggara fintech dengan status tercatat/terdaftar/berizin baik dari BI dan OJK, beserta lampiran media sosial resminya. Tak sampai di situ, laman ini bisa digunakan dalam pengecekan apakah nomor rekening yang digunakan oleh pinjol terlibat dalam tindak kejahatan atau tidak.

Situs cekfintech.id ini bisa dijadikan media bagi konsumen dalam mengidentifikasi dan mengenal pinjol ilegal, serta menjadi wadah edukasi dan literasi tentang fintech khususnya fintech pendanaan.

Baca juga: Kenali 10 Ciri Fintech Ilegal, dan Tips Terbaik untuk Memilih yang Legit

5. Mendukung digitalisasi UMKM

Di awal tahun 2021, pemerintah melalui Kemenko Perekonomian tengah mengembangkan Strategi Nasional (Stranas) Ekonomi Digital bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sebagai bentuk wujud nyata dalam mendorong perkembangan ekonomi digital juga digitalisasi UMKM di Indonesia.

AFTECH telah berkomitmen mendukung penuh UMKM melalui teknologi dan inovasi dari layanan keuangan digital. Contohnya, pinjaman online, aggregator, pembayaran digital, perencana keuangan, insurtech, innovative credit scoring, e-KYC dan pembiayaan proyek.

Diharapkan dengan adanya digitalisasi bisa meningkatkan akses terhadap berbagai layanan keuangan yang ada serta korelasi dengan ekosistem ekonomi digital bisa membantu UMKM nasional untuk terus bertahan dan bertumbuh.

Mengenal Asosiasi Fintech Indonesia, Ini Dia 5 Faktanya

Dari fakta di atas, bisa disimpulkan bahwa sebagai masyarakat yang diharapkan bisa melek digital, belajar keuangan itu tetap harus terus dilakukan. Salah satunya dengan mempelajari ekosistem fintech di Indonesia dan pemanfaatannya. Ini tentunya diharapkan bisa meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan bisa terhindar dari modus penipuan investasi.

Layanan fintech sekarang ini sudah terbukti banyak membantu kita dalam bertransaksi. Namun sayangnya, keamanan dan kenyamanan harus terus diperbaiki karena masih banyak terjadi ‘kebocoran’ di dalamnya. Di sini tugas asosiasi fintech Indonesia diperlukan untuk bisa menekan terjadinya tindak kejahatan dengan fintech.

Baca juga: Belajar Keuangan dari Salah Satu Founder Ternak Uang Timothy Ronald

Apabila kamu tertarik untuk belajar investasi dan membutuhkan informasi lain mengenai dunia investasi, silakan bergabung dengan academy Ternak Uang. Sebagai platform digital yang bergerak di bidang finansial, Ternak Uang menyediakan ribuan konten edukasi investasi dengan berbagai instrumen bagi investor pemula.

Yuk, gabung jadi member Ternak Uang! Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, mulai dari akses video modul-modul pembelajaran, ikutan berbagai event, dan masih banyak lagi! Segera daftarkan dirimu, dan mulai langkah pertama untuk sukses menjadi investor!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp