PT PP (persero) Tbk (PTPP) berhasil mendapatkan kontrak senilai Rp5,54 triliun untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengungkapkan perusahaan saat ini tengah mengerjakan 10 proyek infrastruktur yang berbeda. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan Istana Presiden, kantor presiden, jalan tol, kantor sekretariat negara, rusun 9, dan pengembangan wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

“Total ada 10 paket proyek yang paling besar Istana Presiden, kemudian kantor presiden, ada jalan tol juga. kemudian kantor sekretariat negara, rusun 9,  dan pengembangan wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP),” ungkapnya seperti dikutip Kontan, Kamis (07/09).

Tiap proyek yang dimiliki PTPP dalam IKN memiliki tingkat kemajuan yang berbeda. Misalnya, pembangunan kantor presiden telah mencapai progres sebesar 35%, sementara penataan lahan di KIPP telah selesai 100%.

Baca Berita Lainnya: PTPP Kumpulkan Kontrak Baru Rp22,5 T per Agustus 2023

Bakhtiyar menegaskan proyek-proyek tersebut masih berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. PTPP berambisi agar keseluruhan proyek ini dapat digunakan pada tanggal 17 Agustus 2024 mendatang.

Bakhtiyar juga menjelaskan sebagian besar proyek dalam IKN adalah proyek infrastruktur jangka panjang yang akan berlangsung selama dua hingga tiga tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan strategi PTPP yang lebih memilih proyek-proyek jangka panjang, terutama mengingat tahun politik cenderung mempengaruhi progres proyek infrastruktur.

“Tahun depan kan ada pemilu. Perusahaan berusaha mengamankan dengan proyek-proyek multi years. Jadi tahun depan kami tidak bergantung pada proyek baru,” katanya. 

Hingga Agustus 2023, PTPP berhasil mengamankan kontrak baru senilai Rp22,5 triliun, yang mencatat pertumbuhan sebesar 40% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perusahaan ini optimis dapat mencapai target perolehan kontrak baru sebesar Rp34,5 triliun hingga akhir tahun ini.

JFA/EFR

Referensi: Kontan