Mario Dandy Satriyo dijatuhi hukuman penjara selama 12 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan berat terencana terhadap korban. Selain itu, ia juga diwajibkan membayar restitusi atau uang ganti rugi sebesar Rp25 miliar.

Meskipun jaksa sebelumnya menuntut restitusi sebesar Rp120 miliar, hakim menetapkan jumlah yang lebih rendah yaitu Rp25 miliar.

“Menjatuhkan vonis terhadap terdakwa dengan pidana penjara 12 Tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Alimin Ribut Sujono seperti dikutip Emiten News, Kamis (07/09).

Baca Berita Lainnya: KPK Duga Lukas Enembe Gunakan Duit APBD Buat Bayar Jet Pribadi

Dalam vonisnya, majelis hakim mengungkapkan beberapa hal yang memberatkan vonis Mario Dandy Satriyo. Pertama, mereka menilai bahwa tindakan tersebut dilakukan secara sadis dan sangat kejam. Bahkan, Mario Dandy dinilai menikmati perbuatannya. Hal itu terlihat dari selebrasi yang ia lakukan dan upaya penyebaran rekaman video penganiayaan tersebut.

Kedua, tindakan penganiayaan yang dilakukan juga berdampak buruk pada masa depan korban, David Ozora. Kekejaman perbuatan ini begitu besar sehingga hakim tidak menemukan unsur yang dapat meringankan hukuman bagi Mario Dandy Satriyo.

Untuk terdakwa lainnya yaitu Shane Lukas (19), hakim menjatuhkan hukuman lima tahun penjara sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

Vonis ini didasarkan pada terpenuhnya unsur dalam dakwaan pertama primer Pasal 355 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 353 Ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Hakim menyatakan Shane terbukti melanggar pasal tersebut karena telah mengirim swafoto kepada Mario Dandy dan anak AG.

JFA/EFR

Referensi: Emiten News