Kementerian Keuangan mengungkapkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) setiap tahunnya mencapai Rp650 miliar per tahun. Angka tersebut mencakup sebagian besar atau lebih tepatnya 60% dari total pendapatan negara bukan pajak dari pengurusan SIM.

Dengan begitu, apabila wacana pemerintah menjadikan masa berlaku SIM kendaraan bermotor menjadi seumur hidup, maka negara akan kehilangan pendapatan hampir Rp1 triliun setiap tahunnya. Sementara, pendapatan sisanya berasal dari penerbitan SIM baru.

Direktur PNBP Kementerian/Lembaga Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Wawan Sunarjo mengatakan pemerintah mungkin tidak terlalu terpengaruh dengan kebijakan tersebut. Namun justru pihak Polri lah yang akan terdampak signifikan atas kebijakan.

Kemenkeu Kaji Ulang

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan pihaknya akan mengkaji ulang terkait pemberlakuan SIM. Apakah surat izin tersebut masuk bagian kebutuhan dasar atau layanan ekstra yang diperlukan sebagian masyarakat.

“Ini kan layanan ekstra yang tidak dinikmati semua orang. Jadi, biaya untuk menerbitkan kartu SIM itu masih wajar,” kata Isa, dikutip Antara dari CNNIndonesia.com, Jumat (14/7).

Menurutnya, hal ini perlu dikaji lebih dalam. Pasalnya, surat izin mengemudi berbeda dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang memang menjadi kebutuhan dasar setiap warga negara.

Baca Berita Lainnya: Permintaan Produk Air Minum Kemasan Meningkat Signifikan

Implikasi: Hitung-hitungan Potensi Kehilangan Rp650 M

TU Research Analyst menilai potensi kehilangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari penerapan Surat Izin Mengemudi (SIM) berlaku seumur hidup bisa di atas Rp650 miliar.

Dimana hal tersebut salah satunya dikarenakan besaran perolehan PNBP dari perpanjangan SIM mencakup 60 persen dari total pendapatan SIM. Sedangkan, 40 persen sisanya berasal dari penerbitan SIM baru.

Oleh karena itu, kami menilai dengan penerapan SIM seumur hidup maka PNBP dari perpanjangan sebesar 60 persen tadi bisa hilang. dan jika berdasarkan data 2022, (PNBP dari perpanjangan SIM) bisa hilang sekitar 60 persen, sekitar Rp650 miliar, satu tahun

Kedepannya jika kebijakan benar diterapkan maka dampak kehilangan PNBP dari perpanjangan SIM tidak akan terlalu mempengaruhi Kemenkeu. Namun, justru kepolisian yang akan menerima dampaknya. dimana dana dari perpanjang SIM biasa digunakan oleh pihak kepolisian untuk kegiatan operasional mereka.  

What To Do: SIM Seumur Hidup, Menguntungkan Masyarakat atau Tidak

Kami berpendapat apakah SIM seumur hidup menguntungkan atau menyusahkan warga sangat tersebut akan tergantung pada sudut pandang dan konteks sosial yang berlaku. 

Manfaat jika kebijakan SIM Seumur Hidup ini diberlakukan antara lain dapat memberikan kemudahan bagi warga karena mereka tidak perlu repot mengurus perpanjangan lisensi berkala secara berkala. Hal ini dapat menghemat waktu, biaya, dan usaha yang terkait dengan perpanjangan lisensi.

Selanjutnya, kebijakan ini juga dapat memberikan benefit rasa kepastian dan kenyamanan bagi warga yang menua, yang masih memiliki kemampuan mengemudi yang baik. Hal ini dapat mendorong kemandirian dan mobilitas bagi populasi yang lebih tua.

Selain itu, kebijakan tersebut dapat mengurangi biaya jangka panjang yang terkait dengan perpanjangan lisensi berkala. Warga tidak perlu membayar biaya pembaruan secara berkala, yang dapat mengurangi beban finansial dalam jangka panjang.

Meski kebijakan dapat memberikan manfaat bagi warga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah masalah keamanan jalan. SIM seumur hidup dapat memungkinkan pengemudi yang mengalami penurunan keterampilan mengemudi atau masalah kesehatan tetap mengemudi tanpa evaluasi berkala. Hal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu SIM seumur hidup juga dapat memungkinkan pengemudi yang tidak memenuhi standar yang tepat untuk tetap memiliki izin mengemudi. Hal ini dapat menyebabkan penyalahgunaan sistem dan meningkatkan risiko bagi masyarakat.

Nah kesimpulannya menurut kami para pihak yang terkait Penting untuk mempertimbangkan manfaat dan tantangan yang terkait dengan sim seumur hidup serta mengadopsi pendekatan yang seimbang. Setiap kebijakan atau perubahan terkait sim seumur hidup harus melibatkan evaluasi yang cermat dan kajian dampak yang komprehensif untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga secara keseluruhan.

RMK/EFR