Twitter dirumorkan bakal ganti logo dari ‘larry bird’ menjadi huruf ‘X’. Meski tampilan logo pada aplikasi belum berubah, perubahan logo sudah terlihat di situs Twitter. Logo lama di kantor pusat di San Francisco, Amerika Serikat, juga sudah mulai dicopot.

Namun, perubahan logo Twitter diprediksi akan membuat anjlok nilai brand hingga US$20 miliar atau setara dengan Rp300,5 triliun. Hal ini dikarenakan logo ‘larry bird’ Twitter ditaksir memiliki nilai brand mencapai Rp59,9 triliun hingga Rp300,5 triliun.

Direktur Research Forrester Inc Mike Proulx mengatakan perubahan logo bisa memunculkan risiko besar seperti anjloknya nilai brand Twitter. Menurutnya, logo burung biru yang dibangun selama 17 tahun sudah sangat dikenal oleh masyarakat di seluruh dunia.

Beberapa analis dan ahli merek juga mengatakan ganti logo tidak baik untuk pengguna Twitter. Hal itu disebabkan lantaran pengguna Twitter sudah familiar dengan kata ‘tweet’ dan ‘retweet’. Selain itu, para analis juga menganggap perubahan logo twitter bisa membuat pemasang iklan ‘kabur’.

Elon Musk Angkat Bicara

Di tengah isu anjloknya nilai brand twitter, Elon Musk akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan Twitter akan menjadi nilai merek paling berharga di dunia.

“‘X’ akan menjadi merek paling berharga di Bumi. Ingat kata-kata saya,” ungkap Elon Musk, di akun Twitternya seperti dikutip detikcom, Rabu (26/07).

Baca Berita Lainnya: Meta Luncurkan Threads, Pendapatan Iklan Twitter Anjlok 50%

Implikasi: Butuh 15 Tahun Brand Twitter Jadi Sebesar Itu

Menurut kami langkah kontroversial seperti itu bisa jadi bumerang bagi sisi perusahaan. Pasalnya, brand awareness Twitter sudah cukup melekat di mata masyarakat dan kami menilai jarang ada merek yang bisa sangat terkait dengan keseharian masyarakat sehingga dapat menjadi sebuah kata kerja seperti Twitter.

Setidaknya Twitter butuh 15 tahun lebih untuk mendapatkan nilai sebanyak itu di seluruh dunia, jadi kehilangan Twitter sebagai nama merek merupakan pukulan finansial yang signifikan. Terlebih posisi brand sekarang setidaknya bernilai hingga US$20 miliar.

Para analis Wall Street juga banyak yang menganggap negatif langka Musk ini. Walau memang sejumlah perusahaan teknologi telah mengganti nama dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat perubahan brand tersebut cukup positif. Misalnya, Google yang berubah menjadi Alphabet Inc untuk memungkinkan bisnis yang berbeda di dalam perusahaan tumbuh tanpa terikat pada sistem pencarian.

Sedangkan, induk Facebook berubah menjadi Meta Platforms Inc juga dengan tujuan untuk menekankan komitmen perusahaan terhadap metaverse. Namun demikian, mereka tetap mempertahankan nama produk yang unggulannya.

What To Do: Elon Musk Perlu Pertimbangkan Matang-matang

TU Research Analyst menilai Musk perlu sangat berhati-hati dalam mengambil aksi atau perubahan yang cukup besar seperti perubahan nama brand dan logo yang cukup melekat di masyarakat

Bahkan, Analisis Stock Market US Allen Adamson, salah satu pendiri grup konsultan pemasaran dan merek Metaforce, mengatakan langkah Musk ini Ini “benar-benar tidak rasional dari sudut pandang bisnis dan merek,”.

Kami sendiri menilai langkah ini tidak ada hubungannya dengan masalah pengguna, pengiklan, atau pasar. Perubahan logo kami nilai hanya bersifat rebranding saja, sedangkan di sisi lain Twitter memiliki risiko kehilangan brand awareness yang sudah lama ada.

JFA/EFR

Referensi: Dilansir dari berbagai sumber