Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) periode 2016-2020, Djoko Dwijono ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus korupsi proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated (Tol MBZ). Korupsi ini membuat negara merugi hingga Rp1,5 triliun.

Selain Djoko Dwiyono, Kejagung telah menetapkan dua tersangka lainnya. Mereka adalah YM sebagai Ketua Panitia Lelang JJC, dan TBS selaku Tenaga Ahli Jembatan di PT LAPI Ganeshatama Consulting. 

Kasus ini melibatkan dugaan tindak pidana korupsi dalam pekerjaan pembangunan Jalan Tol Jakarta Cikampek II Elevated (Tol MBZ), yang mencakup ruas Cikunir hingga Karawang Barat, termasuk on/off ramp di Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat. Nilai kontrak proyek ini sebesar Rp13,5 triliun.

Dalam pelaksanaan pengadaannya, terdapat dugaan perbuatan melawan hukum, seperti adanya persekongkolan untuk mengatur pemenang lelang yang menguntungkan pihak tertentu sehingga merugikan keuangan negara. Selain itu, para tersangka juga diduga melakukan modus korupsi dengan pengurangan volume bangunan.

Baca Berita Lainnya: Utang BUMN Bengkak 1.600 Triliun, Menteri Erick Thohir Sebut Masih Sehat

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kuntadi mengatakan berdasarkan perhitungan sementara, kasus korupsi ini merugikan keuangan negara sekitar Rp1,5 triliun. Ia mengatakan angka tersebut bisa lebih dan juga bisa kurang, tergantung hasil penyelidikan lebih lanjut.

Proses penetapan tersangka ini melibatkan penyelidikan yang panjang. Tim penyidik telah memeriksa lebih dari 146 saksi dan melakukan berbagai tindakan penyelidikan lainnya sebelum akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka sejauh ini.

JFA/EFR

Referensi: Dilansir dari berbagai sumber