Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meminta penambahan anggaran sebesar Rp12 triliun untuk tahun 2024. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan pagu anggaran Polri di tahun 2024 sebesar Rp114,8 triliun

Wakil Kepala Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan bahwa anggaran Rp114 triliun tersebut belum mencukupi. Menurutnya, diperlukan tambahan anggaran sebesar Rp12,14 triliun untuk berbagai pelaksanaan tugas termasuk menjaga keamanan dan stabilitas Pemilu 2024.

“Jumlah pagu anggaran tersebut belum mencukupi,” ujarnya seperti dikutip Kompas.com, Selasa (05/09). 

Agus menuturkan Kepolisian telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp12,14 triliun di tahun 2024 kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian PPN atau Bappenas RI.

“Polri telah mengusulkan kebutuhan anggaran tambahan dalam penetapan pagu alokasi anggaran Polri 2024 sebesar Rp 12,14 triliun kepada Kemenkeu dan Kementerian PPN atau Bappenas RI,” tuturnya.

Agus juga menjelaskan rincian usulan penambahan anggaran tersebut. Mayoritas anggaran tersebut yaitu sebesar Rp7,5 triliun akan digunakan meningkatkan operasional kepolisian dan pelayanan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama dalam menghadapi Pemilu 2024.

Lalu, sisanya yaitu sebesar Rp4,5 triliun digunakan untuk gaji pegawai baru lulusan tahun 2023 dan pembiayaan tunjangan kinerja sebesar 80%.

Baca Berita Lainnya: Mario Dandy Divonis 12 Tahun Penjara, Bayar Restitusi Rp25 M

Agus juga mencatat bahwa pelaksanaan Pemilu 2024 yang serentak dengan skenario dua putaran dan diikuti oleh Pilkada 2024 dapat mengakibatkan penambahan anggaran.

Selain itu, faktor lain seperti kenaikan harga BBM, peningkatan jumlah alat transportasi, peningkatan kebutuhan internet, dan peralatan elektronik, serta munculnya daerah otonomi baru juga memerlukan penambahan anggaran.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan penambahan anggaran juga diperlukan untuk pembentukan Polda, Polres, dan Satuan Kerja Baru (Satker), serta jika terjadi peningkatan kasus tindak pidana.

“Serta kenaikan intensitas aksi terorisme atau radikalisme yang berakibat terhadap gangguan kamtibmas,” jelasnya.

JFA/EFR

Referensi: Kompas.com