THR: Apa Artinya dan 6 Tips Mengelola Biar Tak Cepat Habis

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
THR: Apa Artinya dan 6 Tips Mengelola Biar Tak Cepat Habis

Tidak terasa, sebentar lagi umat muslim akan berpuasa, dan kemudian merayakan Hari Raya Idulfitri 1443 H. Pembagian THR atau Tunjangan Hari Raya merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh berbagai kalangan pekerja menjelang hari raya. Betul tidak?

Basically, THR bagi pekerja adalah pendapatan tambahan yang diberikan oleh perusahaan atau kantor tempat kamu bekerja menjelang hari raya keagamaan. Ya, meski disebutkan hari raya keagamaan, tetapi pada umumnya tunjangan ini secara khusus diterimakan menjelang Idulfitri atau Lebaran. Nah, biasanya Tunjangan Hari Raya inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk modal akomodasi mudik, memenuhi kebutuhan pokok, zakat, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Isi Ibadah Bulan Puasa 2022 dengan 9 Hal Bermanfaat Ini!

Lantas, apa sih arti THR yang sebenarnya? Dan bagaimana cara mengelolanya agar tidak hanya lewat begitu saja?

Gen Z Mandiri Finansial Sedini Mungkin, 6 Hal Krusial Ini Perlu Direncanakan

Arti THR yang Sebenarnya

Melansir dari berbagai sumber, THR adalah pendapatan yang wajib dibayarkan oleh setiap perusahaan kepada pekerjanya, dan di luar gaji pokok. So, tidak heran apabila tunjangan ini sering dikenal dengan kompensasi non-upah.

Pemberian THR ini umumnya dilakukan dalam bentuk uang, baik untuk karyawan swasta maupun ASN. Seluruh karyawan baik PNS maupun swasta berhak menerima tunjangan hari raya ini sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurut Undang-Undang yang berlaku, karyawan akan mendapatkan THR dengan nominal setidaknya satu kali gaji per bulan untuk karyawan yang telah bekerja selama satu tahun atau lebih. Sementara itu, pekerja yang belum memenuhi masa kerja satu tahun sebagaimana yang ditetapkan dalam Undang-Undang, maka tunjangan yang diterima akan dihitung sesuai dengan perhitungan masa kerjanya. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila perusahaan memberikan nominal lebih tinggi, misalnya dua atau tiga kali lipat gaji berdasarkan masa kerjanya, lho. Idealnya THR tersebut diberikan maksimal 7 hari sebelum hari raya keagamaan berlangsung, agar nantinya para karyawan dapat memanfaatkan dana tersebut bersama keluarga.

Ketentuan mengenai kebijakan perusahaan membayar THR tersebut umumnya telah tercantum dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Nah, apabila nominal yang diberikan kepada tenaga kerja terlalu sedikit, maka perusahaan dapat dikenakan sanksi sebagaimana yang tertera dalam Permenaker Tahun 2016 No. 6.

4 Langkah Memulai Investasi Halal yang Menguntungkan Menuju Bebas Finansial

Ketahui Jumlah THR yang Akan Kamu Terima

Jadi, sebenarnya bagaimana sih perhitungan tunjangan hari raya ini? Begini simulasinya.

Katakanlah si A telah bekerja di sebuah perusahaan dengan masa kerja 3 tahun dan mendapat gaji pokok sebesar Rp5 juta. A telah menikah dan punya anak, sehingga ia mendapatkan tunjangan anak sebesar Rp500 ribu. Selain itu, ia juga menerima tunjangan perumahan Rp200 ribu, tunjangan transportasi dan makan sebesar Rp1.7 juta. Jadi, berapa tunjangan hari raya yang seharusnya diterima oleh A?

Inilah perhitungannya:

Gaji pokok = Rp5.000.000

Tunjangan tetap = Rp500.000 + Rp200.000,- = Rp700.000

Total THR yang akan kamu terima

 1 X (Rp5.000.000 + Rp700.000) = Rp5.700.000

Dalam hal ini, tunjangan transportasi dan makan tidak termasuk ke dalam tunjangan tetap, karena hal tersebut erat kaitannya dengan kehadiran tenaga kerja yang bersangkutan.

Nah, yang di atas adalah aturan tunjangan hari raya dari pemerintah. Bagaimana dengan karyawan swasta? Bisa jadi berbeda, karena besaran THR ini sebenarnya juga menjadi kebijakan masing-masing perusahaan, dan ada dalam kesepakatan kerja yang ditandatangani kedua belah pihak di awal kerja sama. So, kamu bisa mengecek ke perusahaan tempat kamu bekerja untuk pastinya ya.

Akan ada waktunya, mungkin perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga terpaksa tidak memberikan THR. Memang hal ini sudah diatur oleh pemerintah dan akan ada sanksi bagi pelanggarnya. Namun, kita tidak boleh menutup mata juga pada perusahaan yang sedang mengalami masalah. Seperti di saat awal pandemi COVID-19, banyak bisnis yang kolaps sehingga sangat sulit untuk bisa memberikan tunjangan di hari raya ini untuk karyawannya. Ya, kalau seperti ini, kita memang harus memahami. Intinya, diskusikanlah secara baik-baik dengan pihak perusahaan terkait hal ini jika memang kamu merasa terganggu.

THR: Apa Artinya dan 6 Tips Mengelola Biar Tak Cepat Habis

6 Cara Jitu Kelola THR agar Tidak Hanya Habis Begitu Saja

Berapa pun THR yang kamu terima harus disyukuri, betul? Bentuk syukurnya—apa lagi kalau bukan dengan mengelolanya dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang berfaedah, dan tidak memboroskannya.

Baca juga: 4 Tanda Kondisi Keuangan Kamu yang Sehat, dan Tip Mengelolanya

Cek beberapa hal berikut agar tunjangan di hari raya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kebutuhan yang penting.

Membuat daftar tujuan keuangan

Hal pertama yang dapat kamu lakukan dalam mengelola THR adalah membuat catatan apa saja yang menjadi tujuan keuanganmu. Pisahkan uang tunjangan hari raya dengan gaji bulanan yang kamu dapatkan.

Hal ini berguna agar kamu dapat menyisihkan sebagian dananya untuk berinvestasi atau sekadar memenuhi kuota dana darurat.

Buatlah prioritas kebutuhan

Penting bagi kamu untuk mengetahui mana saja yang menjadi kebutuhan dan keinginan belaka. Pisahkan kebutuhan dengan membuat skala prioritas, mana hal yang harus dipenuhi saat ini dan mana yang menjadi prioritas setelahnya.

Meskipun momen Lebaran adalah momen kemenangan dan kebahagiaan, akan tetapi kamu juga tidak boleh lengah. Jangan sampai uang THR yang kamu dapatkan dari kantor, dihamburkan begitu saja dengan dalih merayakan kemenangan saat lebaran.

So, kamu perlu lebih bijak lagi dalam memanfaatkan dana tunjanganmu ini untuk hal-hal yang berfaedah, ya.

Gunakan THR untuk bersedekah

Pos berikutnya yang dapat dipenuhi menggunakan uang THR adalah sedekah. Sebagai umat muslim yang taat, kamu diwajibkan untuk membayar zakat. Nah, kamu dapat memanfaatkan dana tunjangan hari raya tersebut untuk memenuhi kewajiban yang satu ini, lho.

Tidak hanya zakat, bulan Ramadan dan Idulfitri juga menjadi momen untuk memperbanyak amal ibadah melalui sedekah. So, jangan lupa bersedekah agar hidupmu lebih berkah, ya!

Investasi

Jangan langsung habiskan dana tunjangan hari raya hanya untuk bersenang-senang. Alih-alih membelanjakan barang untuk memenuhi gaya hidup, akan lebih baik jika kamu menyisihkan sebagian untuk masa depanmu. Misalnya, membeli sejumlah saham, emas, obligasi, atau instrumen investasi lainnya.

Menyisihkan sebagian uang THR untuk berinvestasi adalah langkah awal yang baik untuk kamu mulai belajar keuangan, lho. Dengan berinvestasi, maka kamu secara tidak langsung telah mempersiapkan masa depanmu.

Namun, dalam berinvestasi kamu tidak dianjurkan hanya dengan bermodal FOMO saja ya. Pastikan kamu benar-benar memahami apa itu investasi, bagaimana cara kerjanya, apa saja instrumennya, dan yang terpenting dalam berinvestasi adalah mengetahui apa tujuan berinvestasi serta profil risikonya.

Sisihkan untuk self reward

Nah, kalau semua pos keuangan terpenuhi, tidak ada salahnya kamu memberikan self reward sebagai upah atau upaya untuk memanjakan diri. Namun, dalam memberikan reward kepada diri sendiri juga tidak perlu berlebihan, ya. Pilihlah self reward yang sesuai dengan kemampuan finansial mu.

Belajar keuangan bersama Ternak Uang

Last but not least, yang tidak boleh tertinggal adalah belajar keuangan bersama Ternak Uang. Kamu dapat memanfaatkan dana tunjangan hari raya untuk menjadi member Ternak Uang, lho.

Dengan belajar keuangan melalui Ternak Uang, kamu sudah menggunakan dana THR untuk kegiatan yang berfaedah. Pasalnya, dengan menjadi member Ternak Uang, kamu akan mendapatkan berbagai ilmu keuangan yang dapat kamu aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak terkecuali dalam mengelola THR agar tidak cepat habis. Nggak cuma untuk hari ini, tapi hingga jauh hari ke depan.

Baca juga: 6 Alasan Financial Education Sangat Krusial Dipelajari oleh Semua Orang

Ternak Uang merupakan platform finansial edukasi yang menyediakan ribuan konten terkait pengelolaan keuang, investasi, saham, dan masalah keuangan lainnya. Selain konten artikel, Ternak Uang juga mengadakan event besar dengan narasumber yang memang ahli di bidangnya.

Dengan menjadi member Ternak Uang, kamu juga dapat mengajukan berbagai pertanyaan terkait masalah keuangan di Ternak Uang Community, lho. Di sana, pertanyaan kamu akan dijawab oleh admin-admin yang ahli dalam bidangnya.

So, tunggu apa lagi? Yuk, bergabung dengan Ternak Uang dan rasakan manfaatnya bersama dengan ribuan anggota lainnya.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp