Personal Finance: Pengertian, Contoh, Prinsip, dan 7 Tips Terbaiknya

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Personal Finance: Pengertian, Contoh, Prinsip, dan 7 Tips Terbaiknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah personal finance? Personal finance merupakan hal yang perlu kamu pahami apabila kamu ingin sukses dalam mengelola keuangan untuk mempersiapkan masa depan. Di dalamnya meliputi melakukan berbagai aktivitas personal financial mulai dari penganggaran, asuransi, tabungan, pengelolaan utang, hingga perencanaan pensiun.

Dengan memahami personal finance, maka kamu dapat mempersiapkan kebebasan finansial yang baik di masa depan.

So, apakah kamu tertarik untuk mempelajari seluk beluk personal financial? Artikel ini akan membahas pengertian mendasar terkait personal finance, dan juga contoh, prinsip hingga tips terbaiknya. Simak ulasannya sampai selesai, ya.

Financially Independent Retire Early: Mengenal Konsep dan 5 Langkah untuk Mencapainya

Apa itu Personal Finance?

Personal finance adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan pribadi atau rumah tangga. Tidak jarang publik memahami personal financial sebagai seni dalam mengelola keuangan.

Pengelolaan keuangan individu ini erat kaitannya dengan pendapatan, tabungan, dan pengeluaran yang disesuaikan dengan kebutuhan serta preferensi. Jadi, begitulah, personal finance akan banyak mengulik berbagai strategi perencanaan investasi, penganggaran, menabung, alokasi risiko, hingga utang.

Tujuan dari personal finance sendiri tidak lain adalah untuk mencapai tujuan keuangan. Nah, tujuan keuangan inilah yang sangat beragam, bisa berbeda satu orang dengan yang lainnya. Misalnya, dana menikah, beli rumah, mempersiapkan dana pendidikan, hingga perencanaan pensiun. Sementara itu, untuk mencapai tujuan tersebut, adalah penting bagi kamu untuk memiliki literasi keuangan yang mumpuni.

Dengan memahami seluk beluk personal finance dan memiliki literasi keuangan yang mumpuni, maka kamu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk segera mencapai tujuan keuanganmu. Bahkan dengan penghasilan terbatas, kamu pun mampu membayar standar hidup yang layak dan memiliki keamanan finansial di masa yang akan datang.

Baca juga: 5 Contoh Layanan Keuangan Digital yang Harus Kamu Kenali, dan Apa Saja Manfaatnya

Nah, sampai di sini, apakah kamu semakin tertarik untuk mempelajari personal finance lebih jauh? Jangan khawatir, tampaknya memang rumit, tetapi sebenarnya tidak, karena kita tak harus langsung merealisasikan semua hal tersebut dengan segera dan bersamaan. Faktanya, pengelolaan keuangan pribadi adalah sebuah perjalanan, dengan target-target prioritas yang bisa dibuat bertahap.

Mandiri Finansial di Usia Muda: 6 Ciri dan 7 Langkah Mudah untuk Mencapainya

Ilustrasi Pengaplikasian Personal Finance

Agar kamu lebih memahami apa sebenarnya definisi dari personal finance, perhatikan ilustrasi berikut.

Niko dan Nino bekerja di sebuah perusahaan yang sama. Keduanya memperoleh gaji yang sama juga, sebesar Rp30.000.000,- setiap bulannya. Niko cukup melek dengan personal finance, sementara Nino tidak. Dari keduanya, berikut adalah rincian pengeluaran keuangan mereka.

Anggaran Keuangan Niko

RincianPemasukanPengeluaran
Gaji30.000.000 
Cicilan KPR 9.000.000
Investasi 6.000.000
Kebutuhan rutin 12.000.000
Hobi, ngafe, sosial 3.000.000

Laporan Keuangan Nino

RincianPemasukanPengeluaran
Gaji30.000.000 
Cicilan KPR 9.000.000
Utang kartu kredit 5.000.000
Kebutuhan rutin 12.000.000
Hobi, ngafe, sosial 5.000.000
Investasi 

Dari rincian di atas, dapat kamu lihat bahwa karena memiliki literasi keuangan yang baik, Niko pun menerapkan teori pengelolaan personal finance dengan baik pula. Ia menggunakan metode 40-30-20-10 untuk mengatur pengeluarannya; dengan 40% untuk kebutuhan rutin, 30% untuk membayar cicilan, 20% untuk investasi yang dilakukannya di depan, dan 10% untuk biaya self reward dan sosial, termasuk untuk berdonasi sesuai agamanya.

Baca juga: 3 Cara Cek Kesehatan Keuangan Pribadi dan 8 Tip Mengaturnya

Berbeda dengan Nino, yang tak pernah paham teori personal finance. Cicilan utangnya melebihi rasio utang sehat yakni maksimal 30%, bahkan hampir 50%. Belum lagi biaya self reward-nya yang juga cukup besar, karena tidak pernah melakukan budgeting. Investasinya dilakukan jika ada sisa uang belanja—yang tampaknya, tidak akan pernah ada. Tak hanya tak pernah ada sisa belanja, keuangan Nino justru tekor.

Personal Finance: Pengertian, Contoh, Prinsip, dan 7 Tips Terbaiknya

Prinsip Apa Saja yang Perlu Diperhatikan dalam Personal Finance?

Setelah memahami personal finance melalui definisi dan ilustrasi pengaplikasiannya dalam kehidupan, kamu perlu memahami prinsip personal finance berikut ini.

Prioritas

Prinsip pertama dalam personal finance yang perlu kamu pahami adalah penyusunan prioritas. Putuskan prioritasmu sebelum kamu menghabiskan pendapatan untuk belanja. Kamu juga bisa memisahkan semua pengeluaran, mana pengeluaran yang paling penting dan mana pengeluaran yang bisa menunggu.

Assessment atau penilaian

Dalam berinvestasi, penting bagi kamu untuk memperhatikan mana instrumen yang cocok dan sesuai dengan profil risikomu. Analisislah biaya dan manfaat dari setiap produk keuangan, peluang investasi, maupun ide bisnis.

Restraint atau pengekangan

Kemampuan membedakan keinginan dan kebutuhan akan sangat berperan dalam personal finance, karena berhubungan dengan prinsip restraint. Kemampuan ini dapat melindungi kamu dari belanja impulsif.

Knowledge atau pengetahuan

Apabila kamu ingin sukses dalam mengelola keuangan, maka kamu perlu mengembangkan minat dalam manajemen keuangan. Pengetahuan yang lebih baik mengenai keuangan dan pasar, dapat membawamu untuk mengambil keputusan yang lebih baik dalam spending money.

Personal Finance: Pengertian, Contoh, Prinsip, dan 7 Tips Terbaiknya

Tips Mengelola Personal Finance yang Efisien

Berikut adalah beberapa tips dan strategi dalam mengelola personal finance yang efisien agar kamu dapat segera mencapai tujuan keuanganmu.

  • Alokasikanlah anggaran personal finance-mu. Setelah mengalokasikan anggaran personal finance, uraikan menjadi pengeluaran yang diperlukan, tabungan, dan juga investasi.
  • Hindari pemakaian kartu kredit yang berlebihan. Meskipun kartu kredit tampak menyenangkan dan praktis, namun kartu kredit ini juga bisa menjadi kutukan. So, bijaklah dalam menggunakan kartu kredit, ya. Gunakan kartu tersebut hanya untuk keperluan atau keadaan darurat.
  • Pantaulah skor kreditmu. Laporan kredit yang buruk akan menghasilkan pinjaman yang besar. So, kamu perlu melakukan pembayaran angsuran yang tepat waktu, apabila kamu ingin sukses dalam mengelola personal finance.
  • Batasilah pinjaman, jaga supaya tidak melebihi rasio ideal 30% dari penghasilan tetap setiap bulannya.
  • Sisihkan penghasilanmu untuk dana darurat. Kamu perlu menyisihkan cadangan pendapatan dengan angka tiga atau enam kali pengeluaranmu setiap bulan.
  • Prioritaskan kewajiban, seperti pajak, premi, dan sebagainya. Jika dibayar tahunan, buatlah anggaran tahunan, di samping anggaran bulanan.
  • Buatlah perencanaan jangka panjang. Setiap individu membutuhkan perencanaan keuangan jangka panjang untuk masa depan. Tabungan pensiun dan rencana investasi jangka panjang yang komprehensif akan memberikan hasil yang konstan dan berkala setelah pensiun.

Baca juga: 7 Tips Belajar Investasi Terbaik untuk Pemula

Nah, demikianlah ulasan mengenai seluk beluk dalam mengelola personal finance. Sebagaimana yang diketahui, memiliki pengetahuan dasar finansial adalah wajib hukumnya bagi kamu yang ingin mencapai kesuksesan dalam mengelola keuangan. Namun, hal tersebut juga bergantung pada kedisiplinan seorang individu.

Dalam mengelola keuangan, penting bagi kamu untuk membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Sehingga, kamu dapat menyisihkan sebagian dari pendapatanmu untuk menabung. Selain itu, kamu juga dapat belajar investasi untuk memenuhi tujuan keuanganmu. Alih-alih mendapatkan pemasukan pasif, kamu juga dapat menciptakan berbagai sumber pendapatan lainnya.

Dan yang penting, jangan lupa, bahwa keterampilan kamu dalam personal finance dapat mengantarmu menuju kemerdekaan finansial, alias financial independence. Nah, siapa yang enggak mau merasakan merdeka atau mandiri finansial? Sepertinya semua orang sih memimpikan bisa mencapai kondisi ini di masa depan. Kamu juga kan?

Let’s become financially independent dengan membership Ternak Uang selama 1 tahun! Learn, practice, one step at a time. Dengan menjadi member, kamu bisa mendapatkan 365 hari penuh untuk belajar berbagai tahapan menuju merdeka finansial. Termasuk di dalamnya boleh ikut di 100 sessions belajar keuangan bersama speakers yang sudah ahli di bidangnya, dan 2 big events! Tunggu apa lagi? Klik saja tombol di bawah ini, dan ikuti step by step-nya ya!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp