Kenali 3 Prinsip Personal Finance, Pengertian dan Bagaimana Memulainya

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Personal Finance: Kenali 3 Prinsip, Pengertian dan Bagaimana Memulainya

Belakangan ini sepertinya publik sudah mulai melek akan pentingnya mengelola personal finance. Memang, soal mengatur keuangan ini bukanlah hal yang boleh diabaikan begitu saja, apalagi kalau kamu ingin mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Dengan demikian, memahami personal finance adalah penting untuk bisa menjadi langkah awal bagi kamu yang ingin mencapai financial goals.

Ya, memang sih. Pada dasarnya, kalau kita berbicara mengenai personal financial, maka ya enggak akan jauh-jauh dari soal uang, uang, dan uang. Namanya juga personal finance kan? Keuangan pribadi. Tapi, saat kita sedang mengulik masalah keuangan kita—mulai dari membuat anggaran, mempelajari berbagai produk keuangan, sampai mereview hal-hal yang sudah kita lakukan—maka saat itu juga, kita sedang memikirkan tentang hidup kita hingga jauh ke depan.

Singkat kata, mikirin duit, artinya memikirkan hidup. Apa yang kita lakukan saat membuat rencana keuangan, maka hal itu pula yang perlu kita lakukan untuk mencapai tujuan hidup.

Tapi sayang, tak banyak yang menyadarinya. Tidak sedikit dari kita hanya mau yang praktis dan instan saja ketika berurusan dengan keuangan. Mau investasi, langsung minta rekomendasi produknya saja. Mau bisnis, juga penginnya langsung sukses. Begitu juga ketika kita pengin mengelola keuangan, orientasinya juga kurang tepat: pengin kaya.

Padahal personal finance tidak hanya soal kaya dan miskin, tetapi mengelola keuangan yang baik untuk memenuhi semua kebutuhan.

Baca juga: 7 Personal Finance Tips untuk Tingkatkan Kesehatan Keuanganmu

Nah, untuk memperkaya informasi terkait personal finance, simak ulasan mengenai seluk beluknya dalam artikel ini, yuk!

Personal Finance: Pengertian, Contoh, Prinsip, dan 7 Tips Terbaiknya

Apa Itu Personal Finance?

Personal finance adalah seni dari money management atau pengelolaan keuangan pribadi yang dilakukan oleh individu demi mencapai tujuan keuangan. Hal yang perlu kamu catat disini adalah, tujuan keuangan masing-masing individu pastinya berbeda-beda, lho.

Tujuan tersebut bisa jangka pendek maupun jangka panjang. Kalau jangka pendek misalnya saja dana darurat, dana menikah, dana renovasi rumah, dana liburan, dan lain-lain. Tujuan jangka panjang misalnya membeli rumah, menyiapkan dana pendidikan dan masih banyak lagi.

So, apabila kamu belajar mengenai personal finance maka kamu akan mempelajari beragam tips tentang mengelola pendapatan dan pengeluaran, menentukan lifestyle, merumuskan tujuan keuangan, dan juga membuat strategi agar semua kebutuhan terpenuhi.

Dengan belajar mengenai pengelolaan keuangan pribadi, diharapkan nantinya kamu dapat memaksimalkan pendapatan dan mengelola pengeluaran dengan lebih bijak. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk melek akan literasi keuangan. Dengan demikian, kamu bisa memilih dan memilah mana yang menjadi kebutuhan atau sekadar keinginan, yang harus disesuaikan dengan kondisi keuanganmu, lho.

Selain lebih bijak dalam menggunakan uang, dengan belajar personal finance yang tepat maka kamu juga bisa mencapai financial goals terbesar dalam kehidupan, yakni financial independence. Siapa sih yang tidak tertarik untuk mencapai fase tersebut?

Kamu juga pasti ingin berada di fase ini, kan? Fase ketika kamu tidak perlu khawatir bagaimana kamu akan memenuhi kebutuhan hidupmu dengan tidak harus bekerja secara aktif lagi.

Mengenal 3 Prinsip Personal Finance

Dalam belajar mengenai pengelolaan keuangan pribadi atau personal finance, kamu akan menemui beberapa prinsip. Prinsip-prinsip ini perlu kamu pelajari, apabila kamu ingin sukses dalam mengelola keuangan pribadi. Apa saja prinsipnya?

1. Prioritas

Dalam personal finance, mengetahui apa prioritasmu dalam mengelola keuangan adalah langkah penting yang tidak boleh kamu abaikan. So, yuk, tentukan mana prioritas dari tujuan keuanganmu, dan pastikan tujuan tersebut dapat tercapai dengan tetap fokus pada berbagai upaya.

Baca juga: Financially Independent Retire Early: 5 Hal yang Perlu Dipahami

2. Penilaian

Penilaian di sini artinya adalah kamu bisa menilai, langkah mana yang harus diambil yang bisa memberikan impact yang lebih besar untuk mencapai tujuanmu.

Maksudnya gimana sih?

Misalnya nih, untuk bisa mencapai financial independence, maka kamu butuh kemampuan untuk menilai, cara seperti apa yang paling sesuai dengan kondisimu. Salah satunya adalah membangun sumber passive income. So, kamu kemudian menimbang, apakah memulai bisnis sampingan atau terjun ke dunia investasi, agar bisa mendapatkan penghasilan pasif demi tercapainya kebebasan financial. Lebih lanjut, kamu juga akan bisa menilai potensi dan manfaat dari setiap upaya yang kamu rintis.

3. Pengekangan

Pengekangan adalah soal pengendalian diri. Di sinilah kamu akan banyak diuji, bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan; kewajiban atau hanya untuk senang-senang belaka yang impact-nya bahkan tak akan terasa lagi dalam beberapa waktu ke depan.

Pengekangan adalah soal proyeksi hidup ke masa yang jauh di depan. Kamu mampu mengekang diri dari hal-hal yang kurang bermanfaat hari ini, agar di masa depan, hidupmu lebih sejahtera.

Lalu, bagaimana cara memulai pengelolaan personal finance demi mencapai tujuan keuangan?

Personal Finance: Kenali 3 Prinsip, Pengertian dan Bagaimana Memulainya

5 Tips Memulai Personal Finance

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu persiapkan apabila hendak memulai untuk mengelola personal finance demi meningkatkan kondisi kesehatan keuanganmu.

1. Menyusun anggaran

Sebelum memulai melakukan pengelolaan keuangan pribadi, kamu perlu membuat anggaran yang sesuai dengan situasi keuanganmu. Buatlah daftar pengeluaran dan sumber pendapatan di setiap bulannya.

2. Memahami cara kerja utang

Pada dasarnya, kredit atau berutang tidak pernah dilarang. Namun, kamu mesti paham betul kapan harus berutang, dan bagaimana mengelolanya dengan baik.

Syarat berutang:

  • Berutanglah untuk barang atau kebutuhan yang nantinya bisa dimasukkan ke dalam neraca aset. Dengan demikian, ini akan menambah net worth kamu ke depannya.
  • Pastikan jangka waktu cicilan lebih cepat atau sama dengan penggunaan barang atau kebutuhannya. Misalnya, kamu berutang untuk membeli rumah selama 10 tahun. Pemakaian rumah nantinya akan 25 tahun lebih. Dengan demikian, kamu dapat menikmatinya dalam jangka waktu yang panjang.
  • Pastikan kamu mampu membayar cicilannya, dengan rasio cicilan tidak lebih dari 30% dari penghasilan rutin setiap bulan.

Saat kamu terlambat membayar cicilan, maka denda akan dikenakan. Ini tentu harus kamu hindari. Siapa yang mau ditambah beban hidupnya dengan denda utang? No one! So, perhitungkan betul jika ingin berutang, dan pastikan kamu berutang ke pihak yang tepat.

3. Menyiapkan pensiun

Tak ada seorang pun yang mau bekerja terus sampai tua. Pastinya, kamu juga kan? Maunya sih, saat menjelang pensiun, kita bisa menikmati istirahat dan hasil kerja keras kita sebelumnya.

Hal yang tidak kalah penting yang menjadi fokus kamu dalam pengelolaan keuangan pribadi atau personal finance adalah memikirkan kamu ingin menghabiskan masa pensiunmu dengan seperti apa.

Oleh karena itu, hitunglah seberapa banyak uang yang kamu butuhkan agar dapat menikmati hidup pensiun dengan nyaman. Kamu juga bisa memilih berbagai opsi dana pensiun. Mulai dari memanfaatkan berbagai program pensiun yang sudah tersedia, seperti Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan, Dana Pensiun Lembaga Keuangan, atau yang lain. Bisa juga dengan mempersiapkannya secara mandiri, dengan memanfaatkan berbagai instrumen investasi.

4. Miliki proteksi

Personal finance juga soal melindungi aset. Tak hanya berupa barang loh. Tahukah kamu, kalau aset termahal adalah diri sendiri, baik itu kesehatan maupun jiwa.

Dalam membeli asuransi, kamu perlu mengetahui beberapa hal termasuk apakah manfaat dari asuransi tersebut sesuai dengan kebutuhanmu. Hitunglah premi asuransi, dan lakukan evaluasi terhadap manfaat produk secara berkala agar kamu tidak kehilangan esensi dari pembeliannya.

5. Miliki sumber passive income

Memiliki passive income, atau penghasilan pasif, adalah koentji personal finance yang sukses hingga mencapai kebebasan finansial.

Properti adalah pilihan sumber passive income yang legit. Dengan hasil penyewaannya, properti bisa menjadi sumber penghasilan yang dapat diandalkan, terutama saat kamu sudah tak produktif lagi. Jangan lupa untuk memperhitungkan segala biaya perawatannya juga ya.

Sumber passive income lainnya adalah surat berharga. Misalnya, kamu bisa mengandalkan dividen setiap tahun untuk kepemilikan saham, atau kupon dari obligasi.

Dampak Personal Finance untuk Kehidupanmu

Setelah kamu mengetahui pengertian, prinsip, dan bagaimana cara memulai personal finance, apakah kamu tertarik untuk menerapkannya untuk mencapai hidup yang lebih sejahtera?

Well, ketika kamu berhasil menerapkan personal finance dalam kehidupan, maka hal tesebut akan memberi dampak yang cukup signifikan dalam situasi keuanganmu, lho. Kamu bisa mengatur keuangan dengan lebih konsisten dan disiplin, tentunya.

Selain itu, dengan belajar personal finance kamu bisa mengatur segala bentuk pengeluaran dan memangkas pengeluaran yang kurang sesuai. Kamu juga dapat memetakan sumber penghasilan, tepat waktu dalam membayar cicilan, menyiapkan dana pensiun, hingga berinvestasi.

Dan yang terpenting, apabila kamu sukses dalam mengelola personal finance, maka kamu juga dapat mencapai tujuan terbesar dalam keuangan, yakni become financially independent.

Baca juga: Mandiri secara Finansial Adalah Ketika Kamu Memiliki 4 Tanda Ini dan 3 Kunci Rahasianya

Yuk, gabung jadi member Ternak Uang! Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, mulai dari akses video modul-modul pembelajaran, ikutan berbagai event, dan masih banyak lagi! Segera daftarkan dirimu, dan mulai langkah pertama untuk sukses menjadi investor!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp