Halal Investment: 4 Langkah Memulainya dan Menuju Bebas Finansial

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
4 Langkah Memulai Investasi Halal yang Menguntungkan Menuju Bebas Finansial

Kamu seorang muslim yang tertarik dengan dunia investasi? Mencoba memulai investasi halal mungkin dapat menjadi alternatif yang tepat bagi kamu.

Investasi syariah ini merupakan sebuah terobosan yang banyak diminati oleh pasar. Mekanismenya yang sesuai dengan syariat Islam akan sangat pas bagi kamu yang kurang cocok dengan sistem investasi konvensional.

Investasi halal hadir untuk menjadi pilihan masyarakat yang ingin mendapatkan imbal hasil halal dan bebas riba. Jenis investasi ini juga memberikan return atau imbal hasil yang berlimpah, lho. Meski demikian, pilihan investasi ini masih menuai kontroversi publik. Tidak jarang muslim yang menyebut bahwa prinsip syariah Islam dalam investasi hanyalah marketing semata. So, tidak heran jika masih banyak kaum muslim yang ragu untuk memulainya.

Lalu, bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah mulai investasimu pada produk-produk yang halal, ataukah kamu termasuk dari mereka yang masih ragu?

Untuk menghapus keraguanmu sebelum menerjuninya, simak artikel yang berisi tips memulai investasi halal yang menguntungkan berikut ini.

Trading Saham Syariah: Cara Halal Berinvestasi

1. Mengenal Investasi Halal

Bukan hanya lip service semata, investasi halal merupakan sebuah konsep investasi yang pengelolaan uangnya dilakukan dengan metode berbasis syariah Islam untuk menghasilkan profit.

Yang menjadi dasar dalam pengelolaan investasi halal adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional atau DSN yang dinaungi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jenisnya pun cukup beragam, seperti, surat berharga, deposito bagi hasil, reksa dana syariah, obligasi, saham syariah, emas, hingga tanah.

Baca juga: Saham Syariah: Pengertian dan Strategi Investasi Terbaiknya

Pada dasarnya, konsep utamanya adalah dengan bagi hasil atau nisbah. Oleh karena itu, investasi ini memiliki sejumlah kelebihan yang perlu kamu ketahui.

Bebas riba

Praktik riba acap kali berhubungan dengan bunga yang ditetapkan oleh sepihak oleh bank kepada nasabahnya. Sementara dalam investasi halal, sistemnya memungkinkan investor muslim untuk mendapatkan keuntungan yang tidak pasti, tetapi umumnya berjumlah lebih besar dari pada bunga bank.

Tidak ada Gharar dan Maysir

Grahar dan maysir merupakan sistem perbankan yang tidak terbuka dengan nasabahnya. Sementara itu, investasi syariah adalah jenis investasi yang menerapkan sistem keterbukaan baik dari penanaman modal hingga penyaluran dana.

2. Mengetahui Kriteria Investasi Halal

Berikut adalah kriteria yang perlu kamu perhatikan terkait investasi halal.

Tidak mengandung gharar dan maysir

Syarat utama yang menjadi kriteria investasi halal adalah tidak mengandung gharar dan maysir. Gharar sendiri adalah pemberian informasi yang tidak lengkap sehingga membuat nasabah bingung. Sementara Maysir merupakan risiko investasi yang berlebihan.

Akad Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah

Akad Wakalah bil Ujrah yang satu ini adalah penjaminan atas wali dalam investasi halal. Sementara akad Mudharabah adalah bentuk kepercayaan pemilik modal kepada investor maupun sebaliknya.

Adanya Proses Pembersihan Keuntungan

Hal yang identik dalam investasi halal adalah adanya proses pembersihan keuntungan yang didapat dari imbal hasil penanaman modal investasi. Biasanya bank akan melakukan pengecekan secara berkala apakah imbal hasil yang didapat dari investasi bersumber dari yang syar’I atau tidak.

Berinvestasilah di Perusahaan yang Halal

Hal terpenting yang perlu kamu perhatikan saat memulai investasi halal adalah hanya berinvestasi di perusahaan-perusahaan halal untuk menghindari riba, serta sejumlah hal yang menyimpang dari syariah islam.

3. Memahami Cara Kerja Investasi Halal

Cara kerja investasi yang sesuai dengan syariah Islam ini pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan investasi konvensional lainnya. Sebagai kegiatan penanaman modal di sebuah perusahaan, investasi bertujuan untuk mendapatkan passive income.

Baca juga: Financial Independence: 4 Cara untuk Mencapainya

Dalam investasi halal, tata kelola keuangan pun dilakukan sesuai dengan syariah dan hukum yang berlaku dalam islam. Hukum tersebut terdiri dari hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan Tuhan, dan hukum manusia dengan alam sebagaimana yang tertera dalam Alquran.

Cara kerja investasi halal sendiri harus tunduk dan berpedoman pada Alquran dan hadis. Dengan tujuan agar para investor tidak mendapatkan riba atau dosa saat memulainya. Namun orientasinya tetaplah untuk mendapatkan keuntungan atau imbal hasil yang sesuai dengan prinsip dalam Islam.

4 Langkah Memulai Investasi Halal yang Menguntungkan Menuju Bebas Finansial

4. Rekomendasi 6 Instrumen Investasi Halal

Setelah mengetahui dan mengenal apa itu investasi halal beserta kriteria dan cara kerjanya, berikut adalah rekomendasi instrumen yang dapat kamu coba.

Reksa Dana Syariah

Instrumen investasi halal yang pertama yang direkomendasikan oleh para ahli adalah reksa dana syariah. Dalam reksa dana syariah ini terdapat fitur cleansing yang diterapkan oleh bank syariah. Hal inilah yang membuatnya sedikit berbeda dengan reksa dana konvensional. Fitur cleansing sendiri merupakan pembersihan pendapatan yang kurang sesuai dengan syariah Islam.

Reksa dana syariah ini dikelola secara transparan oleh para manajer investasi. So, apabila kamu tertarik untuk memasukkan reksa dana syariah ke dalam keranjang investasimu, maka proses pengelolaan danamu pun terbebas dari unsur riba, maysir dan juga gharar.

Deposito

Deposito syariah hadir sebagai alternatif instrumen investasi halal yang dapat kamu gunakan untuk mencapai kemandirian finansial. Keuntungan yang didapatkan dari deposito syariah ini disesuaikan dengan laba bersih pengelolaan dananya, lho. Adapun perjanjian tersebut dinamai akad Mudharabah.

Saat ini, sudah banyak bank syariah yang menawarkan produk deposito syariah dengan hasil yang menguntungkan. So, apakah kamu tertarik untuk memasukkan deposito syariah ke dalam keranjang investasimu?

Properti

Instrumen investasi halal yang tidak kalah menarik adalah investasi properti. Investasi ini biasanya berbentuk tanah maupun bangunan. Dengan aset properti, maka kamu tidak hanya mendapatkan keuntungan, namun kamu juga bisa menyewakan atau menjualnya kembali sehingga memungkinkanmu untuk mendapatkan passive income.

Surat Berharga Syariah Negara

Surat Berharga Syariah Negara merupakan bentuk obligasi syariah. Apabila surat-surat ini diperjualbelikan, maka produknya pun bukan dari produk-produk haram. Obligasi syariah atau sering disebut sukuk ini juga bisa menjadi alternatif instrumen investasi halalmu, lho. Pasalnya, kinerja produk keuangan yang satu ini cenderung cukup stabil dan minim risiko dibanding instrumen lainnya.

Saham syariah

Tidak hanya sebagai instrumen investasi konvensional, saham juga ada yang merupakan produk investasi halal. Saham syariah ini berkonsep penyertaan modal dengan sistem bagi hasil yang produk dan mekanisme pengelolaannya berbasis syariah islam. Pada praktiknya, saham syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk memastikan apakah aktivitas dari sebuah perusahaan tersebut telah menetapkan prinsip dan nilai-nilai syariah.

Emas

Last but not least, instrumen investasi halal yang berikutnya adalah emas. Kamu dapat membeli emas di pegadaian maupun toko resmi Antam. Untuk status kehalalannya, Fatwa MUI telah menetapkan bahwa jual beli emas secara kredit bersifat mubah atau boleh.

Baca juga: 4 Cara Belajar Investasi Emas Batangan dan Tip Terbaik untuk Memaksimalkan Keuntungannya

Nah, itulah ulasan mengenai tips memulai investasi halal yang menguntungkan demi mencapai mandiri finansial di masa yang akan datang.

Hingga saat ini, investasi halal kerap kali digunakan sebagai alternatif publik yang ingin berinvestasi tetapi terbebas dari riba, gharar, dan maysir. Sejumlah instrumen yang sesuai dengan prinsip hukum Islam pun juga akan membantumu dalam mencapai kemandirian finansial, lho.

So, let’s become financially independent dengan membership Ternak Uang selama 1 tahun! Learn, practice, one step at a time. Dengan menjadi member Ternak Uang, maka kamu bisa mendapatkan 365 hari penuh untuk belajar berbagai tahapan menuju merdeka finansial.

Kamu bisa mengikuti 100 session belajar keuangan bersama pembicara yang ahli dalam bidang keuangan dan 2 big events! Tunggu apalagi? Klik tombol di bawah ini, dan ikuti step by step-nya ya!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp