Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia dan 5 Tips Agar Kita Mampu Menjawab Tantangannya

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia dan 5 Tips Agar Kita Mampu Menjawab Tantangannya

Ekonomi makro adalah istilah yang biasanya ditemukan kalau kamu sedang belajar ilmu ekonomi dan belajar keuangan. Sederhananya, ini merupakan cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian secara menyeluruh.

Maksudnya seperti apa? Begini.

Ekonomi makro merupakan studi perekonomian secara keseluruhan, yang mencakup masalah inflasi, pengangguran, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, PDB atau Produk Domestik Bruto, tingkat harga, pendapatan nasional dan masih banyak lagi.

Agar kamu lebih memahami apa itu ekonomi makro, juga ekonomi secara keseluruhannya, perkembangannya di Indonesia, hingga apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menjawab tantangannya, simak ulasan mengenai hal tersebut dalam artikel ini, yuk!

Apa itu Ekonomi Makro?

Melansir dari beberapa sumber, ekonomi makro didefinisikan sebagai ilmu yang mencoba mengukur seberapa baik kinerja ekonomi demi memahami kekuatan apa yang mendorongnya untuk memproyeksikan bagaimana kinerja dapat meningkat.

Sumber lain juga menyebutkan bahwa ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi yang berkaitan dengan struktur, kinerja, pelaku, dan pengambilan keputusan ekonomi secara menyeluruh atau agregat. So, bisa dibilang, ekonomi makro ini merupakan studi teori ekonomi yang mempelajari perekonomian dalam skala besar.

Oleh karena itu, ilmu ini acap kali digunakan sebagai instrumen untuk menganalisis dan merancang serangkaian kebijakan pemerintah yang berkaitan erat dengan inflasi, pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, hingga keseimbangan neraca pembayaran yang berkelanjutan.

Baca juga: US Tapering: Pengertiannya dan 3 Persiapan yang Bisa Kita Lakukan untuk Menghadapinya

US Tapering: Pengertiannya dan 3 Persiapan yang Bisa Kita Lakukan untuk Menghadapinya

Tujuan dan Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia

Dalam perkembangannya, ekonomi makro memiliki asumsi bahwa struktur pasar cenderung monopolistic dengan informasi asimetris dan tidak sempurna. Dalam hal ini, uang tidak hanya dianggap sebagai alat transaksi saja, namun lebih dari itu.

Berbicara mengenai ekonomi makro, maka kita juga tidak lepas membahas permasalahan ekonomi yang acap kali mengganggu kestabilan perekonomian suatu negara. Permasalahan tersebut meliputi pengangguran, kemiskinan, tingkat harga, hingga inflasi.

Berbagai bentuk kebijakan ekonomi pun dibuat sesuai dengan tujuan ekonomi yang hendak dicapai suatu negara. Oleh karena itu, pemahaman kegiatan ekonomi secara menyeluruh penting dilakukan untuk memecahkan tujuan yang muncul.

Di Indonesia sendiri, ilmu ini digunakan untuk menganalisis perubahan ekonomi yang dapat memengaruhi pasar, perusahaan, dan masyarakat. Melansir dari situs Kementerian Keuangan, tujuan ekonomi makro di Indonesia mencakup beberapa hal, yaitu sebagai berikut:

Meningkatkan pendapatan nasional

Dengan adanya informasi pendapatan nasional di Indonesia, maka pertumbuhan ekonomi dapat terukur dengan jelas. Dengan demikian, pemerintah mampu mengambil kebijakan ekonomi makro secara lebih efektif dan efisien.

Meningkatkan kapasitas produksi

Untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional demi meningkatkan pembangunan perekonomian di Indonesia, biasanya dilakukan dengan memperbaiki situasi investasi.

Mengurangi tingkat pengangguran

Demi mengurangi tingkat pengangguran, pemerintah perlu meningkatkan peluang pekerjaan dengan menggaet para investor menanam modal dan membuka lapangan kerja baru.

Baca juga: 7 Startup Decacorn Dunia yang Harus Kamu Tahu; 2 di Antaranya Ada di Asia Tenggara

Kestabilan ekonomi

Kestabilan ekonomi penting untuk menjaga kepercayaan pelaku ekonomi dalam melakukan investasi di Indonesia. Kestabilan ekonomi ini dapat tercapai ketika variabel ekonomi makro dalam kondisi yang seimbang.

Mengendalikan inflasi

Inflasi menjadi pokok masalah yang sering kali menjadi fokus dalam ekonomi makro. Pengendalian inflasi dapat dilakukan dengan membuat kebijakan cash ratio, politik diskonto, hingga politik pasar terbuka.

3 Bentuk Kebijakan dalam Ekonomi Makro

Terdapat beberapa bentuk kebijakan dalam ekonomi makro yang perlu dijalankan oleh suatu negara demi mencapai tujuan perekonomian secara menyeluruh. Berikut ulasannya.

Kebijakan Fiskal

Dalam kebijakan ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran negara.

Pemasukan negara bisa melalui pajak dan nonpajak, yang biasanya bisa didapatkan dari berbagai sumber, mulai dari lelang, denda, dan juga pemberian dari negara lain. Sebagai informasi, kebijakan ini pun juga akan memengaruhi tingkat pendapatan nasional, peluang kerja, tingkat investasi, dan lain sebagainya.

Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan ekonomi makro ini dilakukan untuk menyeimbangkan neraca keuangan di suatu negara. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi kegiatan perusahaan, sehingga dapat menawarkan barang dengan mutu yang lebih baik atau harga yang relatif murah.

Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter berfungsi untuk mengukur banyaknya dana yang telah dikeluarkan oleh bank sentral di suatu negara. Kebijakan ini akan memengaruhi tingkat bunga di masyarakat.

Lantas, apa yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan diri demi menghadapi tantangan perekonomian di masa yang akan datang?

Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia dan 5 Tips Agar Kita Mampu Menjawab Tantangannya

5 Tips Menghadapi Tantangan Perekonomian di Masa yang akan Datang

Berikut adalah beberapa tips yang dapat kamu terapkan demi menghadapi tantangan yang datang dari perkembangan ekonomi makro di masa yang akan datang.

Mempertahankan sumber penghasilan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mempertahankan sumber penghasilan semaksimal mungkin. Pasalnya, penghasilan akan menjadi alat untuk memenuhi kebutuhanmu. Tanpa adanya penghasilan, bisa jadi hidup akan sangat sulit.

So, bagaimana pun sulitnya, penghasilan harus terus mengalir masuk. Dengan mempertahankan sumber pendapatan, maka cash flow akan tetap lancar, sehingga keuangan pribadi akan berjalan. Termasuk ketika berada di kondisi darurat.

Persiapkan dana darurat

Dana darurat adalah pos penting yang tidak boleh kamu lewatkan dalam personal finance. Memiliki dana darurat akan memberikanmu rasa aman, ketika kondisi ekonomi tidak menentu. Setidaknya, dana darurat dapat membantumu memperpanjang napas ketika penghasilan lagi seret.

Kamu perlu menyiapkan dana darurat minimal tiga atau enam kali dari pengeluaran rutin bulanan. So, amankan pos dana darurat sedini mungkin, ya!

Minimalkan pengeluaran yang besar

Demi menghadapi tantangan perekonomian di masa yang akan datang, kamu juga perlu meminimalkan, bahkan menghindari pengeluaran besar.

Tanyakan kepada diri sendiri sebelum memutuskan untuk berbelanja, apakah ini memang kebutuhan atau hanya keinginan belaka. Jangan sampai, kamu berbelanja dengan tidak bijak, dan kemudian harus berutang bahkan mengutak-atik dana darurat.

Menghindari utang

Meminimalkan pengeluaran yang besar bertujuan untuk menjauhkan kamu dari utang. Dalam kondisi ekonomi seperti saat ini, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Masihkah ada sumber penghasilan? Penghasilan kamu akan bertambah atau berkurang?

Terdapat banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan ketika hendak menggunakan uangmu. Dengan berutang, maka selanjutnya kamu akan memiliki kewajiban utang yang akan membuat cash flow kamu semakin tertekan.

Mencari sumber penghasilan lain

Apabila kamu hanya memiliki satu sumber penghasilan, maka tidak ada salahnya jika kamu mencoba mencari sumber penghasilan lain dengan skill yang kamu miliki.

Carilah lowongan freelance atau mengerjakan project-project di luar pekerjaan utama, dan tentunya sesuai dengan minat dan kemampuan yang kamu miliki. 

Dengan memiliki penghasilan tambahan, maka kondisi keuanganmu akan lebih stabil. Hal ini pun juga akan berdampak pada kesiapan kamu dalam menghadapi tantangan perekonomian di masa yang akan datang.

Baca juga: 5 Langkah Cek Keuangan Pribadi: Sudah Sehat Belum?

Itulah ulasan mengenai perkembangan ekonomi makro dan beberapa tips yang dapat kamu terapkan untuk menghadapi tantangan perekonomian di masa yang akan datang.

Ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan apabila kamu memulai belajar ekonomi makro, yang kemudian bisa kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat rencana keuangan dari sekarang. Salah satunya, kamu dapat mencapai kebebasan finansial secara lebih cepat.

So, let’s become financially independent dengan membership Ternak Uang selama 1 tahun! Learn, practice, one step at a time. Dengan menjadi member Ternak Uang, maka kamu bisa mendapatkan 365 hari penuh untuk belajar berbagai tahapan menuju merdeka finansial.

Kamu bisa mengikuti 100 session belajar keuangan bersama pembicara yang ahli dalam bidang keuangan dan 2 big events! Tunggu apa lagi? Klik tombol di bawah ini, dan ikuti step by step-nya ya!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp