Belajar Keuangan Pribadi Selalu Gagal? Ini 5 Solusi Buat Kamu!

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
5 Solusi Belajar Keuangan Pribadi

Pernah gak sih kalian merasa sudah mengirit terus tapi uang selalu hilang entah kemana? Berasa hidup minimalis tapi kok hasilnya isi dompet juga minimalis.

Tuyul? Hmm, bukan itu sih maksud Mincuan.

Ternyata, belajar keuangan pribadi itu nggak cuma tentang mengirit, mengirit, dan mengirit lho, tapi kita juga harus melakukan beberapa hal dibawah ini. Yuk simak 5 solusi belajar keuangan pribadi versi Mincuan!

Catat Keuanganmu

Walaupun udah meminimalisir keuangan, tapi yang namanya manusia kadang suka lupa diri alias kalap untuk mengeluarkan uang tanpa disadari. Beli hal-hal kecil yang murah tapi terus-terusan juga membuat dompet kita “bocor” dan pengeluaran tidak terkontrol.

Catat pengeluaranmu adalah step pertama dari belajar keuangan pribadi. Dengan begitu, kamu akan tau setiap alasan kamu mengeluarkan uang dan melakukan review pada akhir bulan.

Mincuan merekomendasikan untuk menggunakan aplikasi yang dalam diunduh di HP kalian untuk menghindari menunda pencatatan.

Tentukan “Untuk Apa?” Dari Awal

Pemasukan bulanan kalian biasanya untuk apa aja sih? Pernah nggak kalau di akhir bulan, uang tiba-tiba nggak cukup dan termaksa makan mie instan?

Nah Mincuan kasih tips untuk kalian!

Tentukan rasio alokasi pemasukan kalian. Kita bisa mulai dengan rasio 50-30-20. Cara pakainya adalah setiap kamu dapat uang, langsung pisah-pisahkan. Tanamkan di pikiran dan catat “biaya untuk shopping maksimal Rp xxx”.

Pisahkan Tempat Penyimpanan Keuanganmu

Kadang disaat sudah memulai belajar keuangan pribadi, kita sering bingung karena semua dana tercampur jadi satu. Entah itu di dompet maupun rekening. Buat kalian yang mengalami hal ini, Mincuan rekomendasikan kalian untuk memisahkan tempat penyimpanan uang kalian sesuai dengan alokasi dana yang kalian pilih.

Misal Mincuan menerapkan rasio 50-30-20, maka Mincuan bisa buat 3 rekening berbeda. Pertama, rekening tabungan di Bank A. Kedua, rekening dana darurat di Bank B. Ketiga, rekening investasi berupa RDN. Tapi ingat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kalian masing-masing, ya!

Baca juga: 6 Alasan Belajar Keuangan Sangat Krusial Dipelajari oleh Semua Orang

Fokus Rencana Keuangan Pribadimu

Setelah kita mencatat pengeluaran dan membuat alokasi dana, kita harus paham bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang memiliki kebutuhan dan keinginan yang sama. Belajar keuangan bukan berarti output tiap orang harus sama.

Kalian bisa saja melirik alokasi teman, saudara, pacar, dan menemukan, “eh, kok beda ya? Eh, apa aku salah ya? Eh, apa alokasi danaku ke hal itu kurang ya?”

Stop right there! Your life is unique, baby.

Jika kalian merasa alokasi danamu adalah yang terbaik untuk kamu, kalian nggak harus lirik kanan kiri lagi kok. Focus on yourself and

Lanjut yuk bacanya!

Tahan, Tahan, Tahan untuk Menghamburkan Uang

“Aduh, pengen beli cilok tapi alokasi udah mepet” Tahan…

“Aduh, pengen beli mascara yang itu, ya walaupun yang lama masih ada dan bagus sih” Tahan…

“Aduh, pengen es krim, tapi lagi diet” (curhatan Mincuan) Tahan…

Kunci dari keberhasilan belajar keuangan pribadi kalian adalah konsistensi.  Memang, kadang kita harus menahan diri dan terus mengikuti aturan catat pengeluaran dab alokasi dana yang kita sudah buat.

Tapi Mincuan cuma mau ingetin…

Ghozali Everyday nggak akan dapat rezekinya tanpa konsistensi. Co-founders Ternak Uang nggak akan seperti hari ini tanpa konsistensi. Kalian nggak akan dapat pacar yang terbaik kalau cinta kalian tanpa konsistensi.

Jadi, konsistensi adalah kunci dari keberhasilan belajar keuangan setelah kalian sudah merancang dengan rapi.

Nah, sudah siap untuk memulai kembali belajar keuangan pribadi? Pas banget nih, Ternak Uang lagi ada program yang sedang ongoing, dan pas banget buat kamu sekarang: Financial Take Off 🚀 road to become financially independent!

Selama setahun penuh, kamu bisa mengikuti festival finansial terbesar yang ada di Indonesia. Dengan lebih dari 100 pembicara dan 100 modul yang daging banget, dan 2 event yang bikin kamu nggak bakal nyesel deh ikutnya!

Kapan lagi bisa belajar keuangan sampai financially independent seharga Rp 7.000 per kelasnya?

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp