6 Langkah Belajar Cryptocurrency untuk Pemula dan 10 Jenis Crypto Terbaik Saat Ini

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
6 Langkah Belajar Cryptocurrency untuk Pemula dan 10 Jenis Crypto Terbaik Saat Ini

Bukan tanpa alasan, publik berbodong-bondong belajar cryptocurrency. Ya, iya sih. Siapa yang enggak mau berharap dapat keuntungan yang melimpah dalam sekejap saja? Sayangnya, iming-iming keuntungan juga menjadi salah satu penyebab orang terjerembap dalam bisnis kripto abal-abal.

Begitulah, meskipun istilah cryptocurrency atau mata uang kripto cukup populer di kalangan masyarakat, namun tidak jarang dari mereka yang terjun tanpa memahami prinsipnya. Banyak dari mereka yang hanya FOMO dan modal ikut-ikutan influencer saja saat mulai bermain cryptocurrency.

Padahal, dalam personal finance, termasuk saat belajar cryptocurrency, hal-hal seperti ini wajib kamu perhatikan, karena bukan sekadar permainan. Saat belajar cryptocurrency, kamu perlu juga belajar memperhatikan cara kerja aset crypto tersebut, tren harga, analisis pasar, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Kenali 3 Prinsip Personal Finance, Pengertian dan Bagaimana Memulainya

Rumit dong ya? Ya, bisa dibilang rumit, bisa juga dibilang enggak. Kamu hanya perlu menemukan sumber belajar trading crypto untuk pemula yang tepat saja. So, apabila kamu sudah menemukan artikel ini, maka kamu sudah benar. Di sini, kamu akan mendapatkan informasi yang cukup mendetail mengenai cryptocurrency lengkap dengan langkah-langkah belajar cryptocurrency.

So, simak langkah-langkah belajar cryptocurrency dan seluk-beluknya dengan membaca artikel ini hingga usai, yuk!

4 Taktik Jitu Belajar Trading Crypto untuk Pemula

Apa sih Cryptocurrency itu?

Hal awal yang perlu kamu pahami sebelum melangkah lebih jauh dalam belajar cryptocurrency adalah mengetahui definisi dari cryptocurrency itu sendiri.

Melansir dari beberapa sumber, cryptocurrency adalah sebuah aset digital yang dijamin oleh kriptografi. Hal inilah yang membuat mata uang digital ini istimewa. Pasalnya, dengan sistem ini, cryptocurrency hampir tidak dapat dipalsukan.

Tidak seperti bentuk uang pada umumnya, cryptocurrency ini tidak tersedia dalam bentuk fisik, baik koin maupun uang tunai. Oleh karena itu, saat bertransaksi cryptocurrency, kamu hanya dapat menggunakan dompet digital saja.

Saat belajar cryptocurrency, terdapat banyak istilah yang perlu kamu ketahui. Berikut adalah daftar definisi cryptocurrency berdasarkan karakteristik dan kegunaannya yang perlu kamu tahu:

  • Digital; crypto adalah mata uang digital yang hanya berlaku secara digital atau di komputer
  • Peer to peer; cryptocurrency dapat digunakan dari satu orang ke orang yang lain secara virtual
  • Global; cryptocurrency memiliki nilai yang sama dan dapat digunakan untuk bertransaksi antarnegara tanpa dipengaruhi oleh kurs.
  • Terenkripsi; setiap pengguna memiliki kode tersendiri untuk bertransaksi
  • Terdesentralisasi; transaksi cryptocurrency tidak dipengaruhi pihak ketiga, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna sendiri
  • Truthless; jangan pernah percaya kepada siapa pun dalam sistem.

Selain beberapa istilah di atas, lebih lanjut dalam belajar cryptocurrency, kamu juga akan menghadapi banyak istilah lain. Tak perlu khawatir, kamu bisa mempelajarinya sembari jalan kok.

Belajar Cryptocurrency dengan Mengenal 27 Istilah yang Sering Digunakan Ini

Jenis-jenis Cryptocurrency yang Perlu Kamu Ketahui

Jenis cryptocurrency ada banyak, tetapi tidak semuanya legit untuk masuk koleksi. Pastinya, kamu pengin berinvestasi pada uang kripto yang potensial untuk memberikan keuntungan, bukan? Kamu bisa saja sih mendapatkan keuntungan dari koin-koin berkapitalisasi kecil, atau meme koin. Tetapi, untuk itu, kamu perlu jam terbang yang tinggi agar dapat menganalisis dengan lebih tajam.

Sebagai langkah awal dalam belajar cryptocurrency, berkenalanlah dulu dengan beberapa mata uang kripto yang populer dan menjadi top 10 kapitalisasi pasar menurut CoinMarketCap berikut ini.

1. Bitcoin

Menjadi mata uang digital pertama yang lahir, bitcoin sampai sekarang masih cukup populer di kalangan masyarakat.

Bitcoin pertama kali dibangun di jaringan blockchain tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Uniknya, hingga saat ini tidak ada satu pun yang mengetahui apakah nama tersebut merupakan nama orang, kelompok, maupun organisasi.

Baca juga: 5 Tempat Belajar Crypto yang Ramah Bagi Pemula

2. Ethereum

Mata uang kripto berikutnya adalah Ethereum. Mata uang yang berasal dari open-source berbasis blockchain ini juga tidak kalah populer dengan Bitcoin, lho. Apalagi sekarang, mata uang yang satu ini juga digunakan untuk transaksi jual-beli NFT (Non Fungible Token).

Mengapa Ethereum jadi favorit? Semua karena fitur smart contract yang dimiliki oleh jaringan Ethereum sehingga dapat memastikan integritas semua node.

3. Tether

Tether merupakan suatu koin digital berjenis stablecoin; mata uang digital yang terintegrasi dengan aset uang fiat, seperti dolar AS. Kamu dapat menukarkan 1 koin Tether untuk 1 dolar AS, dan ini berlaku seterusnya. Karena didasarkan pada aset uang fiat, maka nilainya pun stabil, tanpa fluktuasi seperti pergerakan harga bitcoin, misalnya.

Karena sifat stabilnya ini, maka tether sering kali disebut sebagai aset alternatif dari dolar AS.

4. BNB

BNB, atau Binance coin, adalah aset kripto yang dibuat oleh Binance, yang merupakan sebuah platform transaksi kripto terbesar di dunia.

Pada ekosistem Binance, awalnya BNB digunakan sebagai utility token, yang memungkinkan penggunanya mendapatkan potongan harga pada saat membayar ongkos trading atau trading fees di platform tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, BNB sudah berkembang menjadi aset kripto yang dimiliki para investor sebagai aset investasi.

5. USD Coin

Seperti halnya Tether, USD Coin adalah jenis cryptocurrency stablecoin, yang dikembangkan di jaringan Ethereum. Untuk 1 USD Coin nilainya setara dengan 1 dolar AS.

Dengan USD Coin, siapa pun dapat melakukan transaksi, investasi, pembayaran, hingga pinjaman dengan lebih mudah, lebih cepat, dengan biaya administrasi yang lebih mudah daripada sistem pembayaran tradisional.

6. XRP

Koin XRP adalah mata uang kripto yang dikembangkan dalam jaringan Ripple, dan merupakan salah satu kripto dengan market cap yang terbesar saat ini.

Berbeda dengan Bitcoin yang dikembangkan sebagai mata uang digital, jaringan Ripple diciptakan untuk kegiatan perbankan dan pembayaran. Dengan Ripple, sistem transfer aset bisa terjadi secara real time, secara lebih transparan, aman, dan juga murah biaya admin, dibandingkan sistem SWIFT.

7. LUNA

LUNA adalah kripto bawaan dari jaringan Terra, yang juga baik untuk kamu kenali saat belajar cryptocurrency. Menurut Coinmarketcap yang diakses saat artikel ini ditulis, Terra memiliki kapitalisasi pasar sebesar $35,027,419,221, dengan harga $94.26 per 1 LUNA. Dengan demikian, LUNA pun menjadi kripto dengan market cap terbesar ke-7 di dunia saat ini.

LUNA merupakan aset kripto yang digunakan sebagai pendukung stablecoin. So, jumlah suplainya tidak terbatas, karena akan disesuaikan dengan jumlah stablecoin yang beredar.

8. ADA

Jenis berikutnya yang juga harus masuk list belajar cryptocurrency adalah Cardano, atau ADA. Cryptocurrency yang satu ini merupakan blockchain generasi ketiga setelah Bitcoin dan Ethereum.

Mata uang digital yang satu ini dikenal memiliki jaringan blockchain yang aman dan paling ramah lingkungan. Menariknya, meskipun baru aktif pada bulan September 2021 lalu, Caardano sudah berhasil mencuri perhatian para trader. Pasalnya, selain lebih aman dan ramah lingkungan, Cardano merupakan salah satu mata uang digital yang digagas dari pendekatan saintifik oleh para ahli di bidang-nya masing-masing.

9. Solana

Blockchain Solana memiliki kapabilitas smart contract yang mendukung pembuatan ekosistem finansial terdesentralisasi dari berbagai aplikasi kripto.

Hebatnya, Solana ini merupakan blockchain tercepat yang dapat mendukung transaksi hingga 50.000 transaksi setiap detiknya.

10. Avalanche

Avalanche merupakan jaringan terdesentralisasi yang dikenal aman dan distribusinya global, dengan memanfaatkan 3 blockchain sekaligus untuk memaksimalkan kerangka kerjanya.

Avalanche punya aset digital bernama AVAX, yang saat artikel ini ditulis kapitalisasi marketnya adalah sebesar $18,009,966,368, dengan harga $67.68 per koinnya.

Nah, gimana? Kira-kira yang mana nih, yang masuk ke dalam watchlist kamu?

6 Langkah Belajar Cryptocurrency untuk Pemula dan 10 Jenis Crypto Terbaik Saat Ini

Langkah Awal Belajar Cryptocurrency

Usai mengetahui jenis-jenisnya, kamu perlu memperhatikan beberapa langkah berikut saat memulai belajar cryptocurrency.

Cek legalitas bursa kripto

Hal utama yang perlu kamu lakukan saat belajar cryptocurrency adalah mengetahui legalitas bursa kripto. Di Indonesia sendiri, perizinan dan legalitas bursa kripto biasanya dipegang oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

So, sebelum kamu membeli kripto, pastikan apakah bursa kripto tersebut terdaftar dalam Bappepti.

Pilih dan buatlah akun di bursa kripto

Langkah berikutnya adalah membuat akun di bursa kripto yang sudah kamu pilih. Dengan memiliki akun di bursa kripto, maka kamu dapat melakukan transaksi seperti jual beli dan investasi di mata uang digital.

Perhatikan keamanan dalam bertransaksi

Pastikan bursa kripto yang kamu pilih menggunakan end-to-encryption untuk menjamin keamanan nasabahnya dalam bertransaksi. Keamanan ini penting untuk menghindarkan kamu dari kejahatan siber, lho.

Setor deposit awal

Setelah membuat akun di bursa kripto, kamu perlu menyetorkan sejumlah uang sebagai deposit. Umumnya, deposit awal dalam berinvestasi kripto berkisar Rp500.000. Kamu dapat mentrasnfer dana tersebut dari bank ke dompet digital yang akan kamu gunakan untuk bertransaksi kripto.

Lakukan riset sebelum memutuskan untuk berinvestasi

Hal yang tidak kalah penting, yang perlu kamu perhatikan dalam belajar cryptocurrency adalah melakukan riset. Riset ini penting untuk menunjang keberlangsungan kegiatan investasimu, lho.

Dengan melakukan riset, kamu akan memahami mana produk yang sesuai dan selaras dengan toleransimu terhadap risiko kerugian dan juga tujuan keuanganmu di masa yang akan datang.

Jangan sekali-kali membeli kripto hanya dengan modal FOMO, ya. Kamu juga perlu membekali dirimu dengan ilmu agar kamu siap dengan risiko kerugian yang mengintaimu.

Memahami risk management

Risk management atau manajemen risiko adalah hal yang tidak boleh kamu abaikan begitu saja saat belajar cryptocurrency. Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, dalam dunia trading kripto risiko kerugian tidak melulu berkaitan dengan kripto, namun juga beberapa aspek lainnya.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mempelajari manajemen risk dalam dunia trading kripto. Bukan tanpa alasan, skenario untung-rugi dalam bermain kripto ini dapat meminimalkan kerugianmu dalam berinvestasi, lho.

Baca juga: Step by Step Passive Income dari Crypto

Demikianlah ulasan mengenai langkah-langkah belajar cryptocurrency yang dapat kamu terapkan sebelum ‘nyemplung’ ke dunia trading crypto.

Kamu dapat belajar mengenai seluk beluk cryptocurrency ini melalui Ternak Uang, lho. So, gabung dan jadi member Ternak Uang untuk mendapatkan ribuan benefit dan layanan yang dapat mengentaskanmu dari masalah keuangan. Mulai dari event, artikel edukasi finansial, hingga mengajukan pertanyaan melalui Ternak Uang Community. Yuk, tunggu apa lagi?

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp