6 Tip Belajar Crypto untuk Pemula yang Paling Sederhana

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
6 Tip Belajar Crypto untuk Pemula yang Paling Sederhana

Kamu tertarik untuk belajar cryptocurrency? Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai tip belajar crypto untuk pemula agar kamu tidak terjerumus ke jurang kerugian saat berinvestasi crypto.

Belakangan ini, popularitas cryptocurrency memang tidak dapat diabaikan begitu saja. Sudah banyak trader yang meraup keuntungan dari hasil trading crypto. Namun, sebelum kamu ‘ikut-ikutan’ terjun ke dunia trading crypto, alangkah baiknya apabila kamu belajar cryptocurrency terlebih dahulu.

Belajar crypto untuk pemula memang langkah awal yang penting untuk dilakukan sebelum terjun ke dunia trading. Hal ini dapat membantu kamu, sebagai investor crypto pemula, untuk mengetahui apa dan bagaimana cara kerja crypto. Dengan demikian, kamu dapat lebih siap menghadapi risiko kerugian saat berinvestasi.

2 Pendekatan Analisis Fundamental yang Wajib Kamu Pahami Beserta Taksonomi Analisisnya

Definisi Cryptocurrency dan Jenisnya

Cryptocurrency adalah mata uang digital yang dijamin oleh cryptography, sehingga mata uang ini tidak dapat dipalsukan. Jenis cryptocurrency pun cukup beragam, mulai dari bitcoin, litecoin, dogecoin, bitcoin cash, ethereum, binance coin, shiba inu, polkadot, solana, dan masih banyak lagi.

Berikut ulasan mengenai jenis cryptocurrency tersebut yang akan memudahkan kamu dalam belajar crypto untuk pemula.

  • Bitcoin adalah mata uang digital pertama yang cukup populer di kalangan investor. Mata uang ini ditemukan oleh Satoshi Nakamoto di tahun 2009. Namun sangat disayangkan, bahwa hingga saat ini tidak ada yang tahu apa yang melatarbelakangi dari nama mata uang digital tersebut.
  • Ethereum merupakan mata uang kripto dengan kapitalisasi terbesar kedua setelah bitcoin. Jaringannya difavoritkan oleh banyak pengembang, lantaran berbasis smart contract dan mendukung DApps.
  • Litecoin juga tidak kalah populer dengan mata uang digital sebelumnya. Dirilis di tahun 2011, litecoin ini berjenis peer-to-peer atau P2P yang menghasilkan blockchain dengan sistem yang lebih cepat.
  • Dogecoin muncul di tahun 2013, dan dibuat berdasarkan meme anjing Shiba oleh Billy Markus. Meskipun nilai mata uang digital yang satu ini tidak setinggi bitcoin, namun mata uang ini kerap kali digunakan untuk kegiatan donasi, amal, dan lain sebagainya. Karena popularitas Dogecoin, muncul pula Shiba Inu, yang juga sempat meroket karena diendorse oleh Elon Musk.
  • BitCoinCash adalah sebuah mata uang digital lain yang dirilis pada tahun 2017. Konon, mata uang ini dirilis oleh sekelompok orang yang tidak sepaham dengan aturan-aturan Bitcoin. Oleh karena itu, mereka merilis mata uang ini, dan menganggap bahwa sistem BitCoinCash lebih baik daripada Bitcoin.

Baca juga: NFT Art: 4 Fakta, Definisi, Cara Membeli, serta Menjualnya

Di samping beberapa mata uang kripto di atas, dalam belajar crypto untuk pemula, kamu akan menemukan ribuan cryptocurrency lainnya yang juga beredar. Nah, tinggal dipilih deh, mana yang sekiranya bisa memberimu keuntungan optimal.

Belajar Cryptocurrency dengan Mengenal 27 Istilah yang Sering Digunakan Ini

Bagaimana Cara Kerja Trading Crypto?

Konsep utama dalam belajar crypto untuk pemula adalah dapat memahami investasi maupun trading crypto dengan segala keuntungan dan kerugian yang ada. Meskipun memiliki tujuan yang sama, yakni memperoleh keuntungan yang optimal, investasi dan trading ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan, lho.

Investasi biasanya digunakan menjaga aset dalam jangka panjang. Sementara trading adalah kegiatan investasi yang digunakan untuk mencapai keuntungan yang optimal pada periode tertentu. Oleh karena itu, dalam belajar crypto untuk pemula, kamu perlu menentukan, apakah kamu hendak berinevstasi atau trading? Investor cenderung tidak akan fokus terhadap harga jangka pendek yang fluktuatif di pasar. Berbeda dengan trader, yang harus selalu siap dengan perubahan dan fluktuasi di waktu singkat. 

Baca juga: Step by Step Passive Income dari Crypto

Tidak jarang para ahli merekomendasikan agar kamu saat belajar crypto untuk pemula, untuk memahami tren di pasar dan tren jangka pendek untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Dalam belajar crypto untuk pemula, prinsipnya sama saja dengan trading komoditas lainnya; kamu dianjurkan untuk membeli cryptocurrency di harga murah, dan kemudian menjualnya ketika mencapai harga lebih tinggi.

Biasanya, harga crypto yang tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya, apabila publik membicarakan suatu produk tertentu, maka harganya cenderung naik. Nah, begitu pun sebaliknya. Apabila publik lebih sering menjual produk tersebut, maka harganya akan berangsur turun. Hal ini sesuai prinsip pasar juga, yaitu supply vs demand.

Belajar Crypto, Hindari 5 Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Berikut Ini!

Strategi Trading Crypto untuk Pemula

Terdapat beberapa strategi dalam trading crypto yang perlu kamu perhatikan.

  • Scalping, merupakan strategi trading jangka pendek yang biasa dilakukan untuk memperoleh keuntungan instan. Koin hanya digenggam beberapa menit ketika pasar dalam kondisi super sibuk, lalu segera dilepas jika sudah ada sinyal jual. Fokusnya memperoleh keuntungan sedikit tetapi sering.
  • Day Trading, yang memungkinkan trader akan menyimpan aset selama satu hari. Tujuannya untuk menjauhkanmu dari volatilitas pasar dalam semalam. Biasanya dalam day trading, kamu perlu memperhatikan analisis teknikal untuk mengidentifikasi tren dan menentukan kondisi pasar.
  • Swing Trading, adalah jenis trading yang dilakukan dengan mengikuti tren jangka pendek dan menengah. Dalam hal ini, kamu tidak perlu khawatir akan naik turunnya harga harian, karena kamu akan memegang koin lebih dari sehari. Lakukan analisis harian dan ikuti tren untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.
  • Position Trading, yang mengharuskanmu untuk lebih fokus terhadap perubahan harga jangka panjang. Kamu perlu menganalisis grafik mingguan dan bulanan untuk mengevaluasi tren pasar agar bisa mendapatkan keuntungan yang optimal.
6 Tip Belajar Crypto untuk Pemula yang Paling Sederhana

6 Tip Belajar Crypto untuk Pemula

Nah, setelah mengetahui definisi, jenis-jenis cryptocurrency, hingga cara kerjanya, berikut adalah 6 tip belajar crypto untuk pemula yang paling sederhana agar kamu lebih mudah dalam memahaminya.

Mengetahui legalitas bursa crypto

Bappebti, atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, adalah instansi yang memegang legalitas bursa crypto dan perizinannya. Namun sayangnya, masih sedikit masyarakat yang mengetahui akan hal ini. Alhasil, tidak sedikit masyarakat yang terkecoh dengan bursa crypto yang menyematkan logo OJK di instansinya.

Dalam belajar crypto untuk pemula, kamu perlu lebih berhati-hati dalam memilih bursa crypto ini. Pilihlah bursa crypto yang terjamin, yang telah tercatat dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Komoditi. Bukan oleh OJK.

Buka akun

Sebelum berinvestasi, kamu dianjurkan untuk membuat akun di bursa crypto yang sudah kamu pilih. Lengkapilah data-data dan informasi yang dibutuhkan dalam membuat akun di aplikasi bursa crypto tersebut.

Ada 13 pedagang aset kripto yang sudah mendapatkan izin beroperasi di Indonesia oleh Bappebti. Kamu bisa mengeceknya di website Bappebti. Sebentar lagi, bursa kripto Indonesia juga akan segera dibuka loh!

Perhatikanlah keamanan dalam transaksi

Tip berikutnya bagi kamu yang sedang belajar crypto untuk pemula adalah memperhatikan keamanan dalam bertransaksi. Apakah bursa crypto yang kamu pilih menggunakan sistem end-to-encryption? Atau menggunakan sistem keamanan yang lainnya?

Memperhatikan keamanan dalam bertransaksi ini penting untuk kamu lakukan sebagai investor crypto pemula. Pasalnya, dengan keamanan yang terjamin, kamu dapat terhindar dari upaya penipuan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

TUToring: Step by Step Passive Income dari Crypto

Mulailah melakukan deposit awal

Setelah kamu membuat akun di aplikasi atau bursa crypto pilihan, maka kamu perlu melakukan deposit awal. Cari informasi lebih lanjut mengenai jumlah deposit yang diminta oleh masing-masing bursa atau platform, karena biasanya tergantung kebijakan masing-masing.

Kamu dapat melakukan deposit dengan mentransfer dana melalui dompet digital maupun bank transfer. Saat masih belajar crypto untuk pemula, kamu boleh saja mulai dengan jumlah minimum. Seiring waktu, kamu bisa menambah sesuai kebutuhan.

Lakukan riset sebelum berinvestasi

Penting bagi kamu, yang sedang belajar crypto untuk pemula, untuk melakukan riset terlebih dahulu, sebelum memasukkan crypto ke dalam keranjang investasimu. Galilah informasi sebanyak-banyaknya terkait cryptocurrency sebelum akhirnya kamu memutuskan mata uang digital mana yang akan kamu pilih untuk berinvestasi.

Pelajari dan pahami mengenai manajemen risiko

Memahami manajemen risiko berinvestasi juga merupakan hal yang tidak kalah penting dalam belajar crypto untuk pemula. Pasalnya, investasi pada crypto memiliki risiko kerugian yang tidak main-main. So, alangkah baiknya apabila kamu juga mampu memahami manajemen risiko, alih-alih untuk menghadapi skenario untung-rugi dalam berinvestasi crypto.

Baca juga: Pengin Sukses Jual NFT Seperti Ghozali, 7 Hal Ini Harus Kamu Perhatikan

Itulah sederet ulasan mengenai cryptocurrency dan tip belajar crypto untuk pemula. Cukup mudah bukan? Lantas, apakah kamu juga tertarik untuk terjun ke dunia trading crypto?

Apabila kamu ingin benar-benar menyelami dunia trading crypto, alangkah baiknya jika kamu bergabung dengan Academy Ternak Uang untuk belajar cryptocurrency, investasi, saham, dan masalah keuangan lainnya. Kamu hanya perlu download aplikasinya, dan bergabung bersama ribuan anggota lainnya. Selamat mencoba!

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp