9 Tanya Jawab Investasi yang Bisa Menghapus Keraguanmu Berinvestasi

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
9 Tanya Jawab Investasi yang Bisa Menghapus Keraguanmu Berinvestasi

Banyak yang mulai sadar pentingnya berinvestasi sekarang ini. Namun, yang sering menjadi kendala saat memulainya adalah berbagai tanya jawab investasi yang kerap muncul di benak. Tenang, ini adalah hal yang wajar terjadi ketika memulai sesuatu yang baru.

Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda dalam berinvestasi. Ada yang ingin menyiapkan dana pendidikan, pensiun, dana pernikahan, modal usaha dan lain sebagainya. Banyak manfaat yang bisa kamu peroleh dengan berinvestasi. Sayangnya, masih saja ada yang ragu untuk melakukannya karena merasa investasi ini rumit dan sulit untuk dipelajari.

Bagi kamu yang masih ragu-ragu untuk berinvestasi karena ada banyak tanya jawab investasi yang sering muncul dan belum menemukan jawabannya, di artikel kali ini akan dibahas tuntas agar kamu lebih mantap untuk melakukannya.

Belajar Investasi Reksadana Mulai dengan Memahami 4 Hal Ini Dulu!

9 Tanya Jawab Investasi yang Bisa Menghapus Keraguanmu dalam Berinvestasi

1. Investasi itu sama seperti tabungan, ya?

Tanya jawab investasi ini kerap muncul saat ada yang baru memulai untuk berinvestasi.

Jadi, investasi adalah produk dari pasar modal atau pasar uang, sementara tabungan merupakan produk dari perbankan. Untuk tingkat risiko, investasi lebih tinggi dari tabungan. Kendati demikian, investasi bisa memberikan imbal hasil yang tinggi di masa depan.

Berbeda dengan tabungan yang digunakan hanya untuk menyimpan uang tanpa ada peningkatan nilai di kemudian hari. Bahkan bisa jadi menurun, jika ada biaya admin dan terjadi inflasi.

Nah, itu juga yang menjadi perbedaan lainnya, yaitu investasi bisa melindungi aset yang kamu miliki dari penurunan nilai akibat terjadinya inflasi.

2. Banyak banget investasi sekarang ini, sebaiknya memilih yang mana?

Betul sekali bahwa investasi ada banyak jenisnya.

Emas dan properti adalah investasi yang paling populer di kalangan masyarakat zaman dulu. Namun, berkat kecanggihan teknologi dan masifnya edukasi, sekarang ini masyarakat pun tahu bahwa jenis investasi itu bervariasi. Ada saham, reksa dana, deposito, obligasi dan lain sebagainya.

Baca juga: 4 Cara Belajar Investasi Emas Batangan dan Tip Terbaik untuk Memaksimalkan Keuntungannya

Nah, agar kamu bisa memilih investasi yang sesuai, ada 3 cara yang bisa kamu lakukan:

  • Tentukan tujuan keuangan terlebih dulu, coba deh kamu tulis detil apa saja kebutuhan keuangan kamu. Misalnya dana pernikahan, dana renovasi rumah dan lain-lain.
  • Cek profil risiko. Ada tiga tingkatan profil risiko yakni konservatif (tipe yang memilih investasi aman karena takut menghadapi risiko, dan ingin imbal hasil cenderung stabil, lalu ada moderat (tipe yang sudah siap dengan tingkat imbal hasil tidak signifikan namun belum berani mengambil risiko) dan agresif (tipe yang siap menghadapi risiko seperti nilai investasi pokok berkurang demi mendapatkan imbal hasil yang tinggi di kemudian hari).
  • Sesuaikan kondisi keuangan, jangan memaksakan apabila kondisi finansial kamu tidak sehat. Gunakan ‘uang dingin’ jika ingin berinvestasi.

Setelah kondisi kamu dengan tiga faktor di atas, maka kamu akan mudah menentukan jenis investasi yang akan dipilih untuk memulai berinvestasi.

2 Pendekatan Analisis Fundamental yang Wajib Kamu Pahami Beserta Taksonomi Analisisnya

3. Investasi itu kok ribet ya?

Sebenarnya jika kamu mulai belajar investasi maka tidak akan merasa ribet. Pengetahuan adalah hal mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap investor. Karena dengan terus belajar, kamu akan mudah untuk menentukan strategi investasi dan meminimalkan risikonya.

4. Kalau berinvestasi terus rugi, gimana dong?

Well, logikanya dalam hidup itu selalu ada risiko yang mengikuti. Misal membeli tas, eh ternyata yang dibeli tidak sesuai dengan katalog. Begitu pun dengan investasi, risiko itu berbanding lurus dengan imbal hasil.

Nah, di sinilah letak pentingnya memahami profil risiko agar kamu tidak terjebak salah memilih jenis investasi. Mengapa demikian? Karena mengetahui profil risiko, kamu bisa mengukur seberapa jauh tingkat toleransi diri dalam menghadapi risiko investasi. Jika di kemudian hari terjadi resesi ekonomi misalnya, maka kamu tidak akan terkejut saat tahu harga saham jatuh.

Selalu ingat, dalam berinvestasi semakin tinggi imbal hasil yang akan diperoleh maka risikonya pun sama. Selain memahami profil risiko, manfaatkan belajar analisa fundamental dan analisa teknikal untuk mengurangi terjadinya risiko investasi.

4 Tanda Kondisi Keuangan Kamu yang Sehat, dan Tip Mengelolanya

5. Investasi itu mesti dikelola sendiri, ya?

Untuk tanya jawab investasi ini, ada iya dan ada juga tidak.

Bagi pemula dan masih nge-blank mau memulai investasi, reksa dana adalah pilihan terbaik. Di instrumen ini, ada manajer investasi yang akan mengelola dana investor. Di sini manajer investasi akan bertindak membantu kamu memantau performa produk reksa dana yang ada di pasar modal. Tidak perlu khawatir mereka akan membawa lari dana kamu karena untuk melakukan transaksi harus seizin investor.

Mau kelola sendiri pun bisa banget. Dengan mengelola sendiri, kamu akan belajar memantau pasar modal, memahami fundamental perusahaan agar bisa membeli saham yang layak dikoleksi dan lebih cermat lagi dalam membuat strategi investasi.

Kelola sendiri atau tidak, pastikan kamu memilih perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar di OJK, ya.

Baca juga: Belajar Investasi dari 5 Investor Sukses Dunia buat Kamu yang Ingin Mengikuti Jejak Mereka

6. Apa saja sih risiko dalam investasi?

Tanya jawab investasi ini sudah sering dijumpai, tapi nyatanya masih banyak yang belum sadar seberapa tinggi risiko dalam investasi.

Risiko dalam investasi diibaratkan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Ada berbagai risiko yang mesti kamu ketahui dan pahami. Jadi, ketika terjadi salah satu risiko, kamu tahu langkah apa yang akan diambil untuk meminimalisirnya.

Misalnya risiko suku bunga, ada perubahan atas suku bunga di pasaran. Efeknya akan memengaruhi imbal hasil yang akan kamu dapatkan. Agar risiko ini tidak terlalu merugikan di instrumen investasi yang dimiliki, maka kamu bisa mengatur jangka waktu investasi dan melakukan diversifikasi.

Belajar Saham dengan Memahami 27 Istilah dalam Pasar Modal Berikut Ini Yuk!

7. Investasi butuh modal banyak nggak?

Tergantung dari jenis investasi yang akan dipilih. Misalnya kamu memilih properti, maka jelas kamu membutuhkan modal yang besar. Namun, jika uang kamu tidak banyak, kamu bisa memulai dengan reksa dana. Di instrumen ini, kamu bisa memulai berinvestasi dengan modal paling minim Rp50 ribu.

Murah banget bukan? Kira-kira seharga kopi kekinian ukuran large ditambah topping dan sepotong kue.

8. Kapan nih bisa menggunakan uang dari investasi?

Untuk tanya jawab investasi ini, maka kita harus kembali lagi ke tujuan keuangan dan jangka waktu investasi masing-masing.

Misalnya kamu berinvestasi untuk dana pensiun, maka kamu bisa menggunakan uangnya saat mulai masuk usia pensiun nanti. Lain halnya jika kamu berinvestasi dengan tujuan liburan keluarga dan jangka waktu setahun. Saat sudah setahun, ya silakan dipakai uang investasinya.

9 Tanya Jawab Investasi yang Bisa Menghapus Keraguanmu Berinvestasi

9. Berinvestasi itu aman atau nggak sih?

Tanya jawab investasi yang satu ini kerap ditanyakan. Perlu dipahami lagi, bahwa investasi akan selalu mengandung risiko. Karena itu, investasi tidak pernah dijamin 100% aman. Jika ada yang mengklaim investasi 100% aman, maka waspadalah, karena ada kemungkinan itu adalah investasi bodong.

Namun, ada instrumen investasi yang rendah risiko. Instrumen investasi rendah risiko ini misalnya saja ORI, atau Obligasi Ritel Indonesia, yang dijamin oleh pemerintah. Sejauh ini, belum pernah ada sejarahnya pemerintah mengalami gagal bayar, sehingga bisa dibilang risikonya sangat minim. Meski minim, kamu tetap harus paham cara kerjanya.

Baca juga: 6 Komunitas Investasi yang Cocok Jadi Tempat Belajar untuk Investor Pemula

Gimana tanya jawab investasi di atas? Semoga bisa membantu kamu ya dalam menjawab berbagai pertanyaan yang membuat kamu ragu untuk memulai berinvestasi. Berinvestasi itu sangat baik untuk kesehatan keuangan kamu, sekarang dan nanti.

Apa pertanyaan di atas masih kurang menjawab? Atau ada yang ingin kamu tanyakan lebih lanjut?

Yuk, gabung community Ternak Uang! Kamu bisa ajukan pertanyaan tentang saham, investasi, dan seputar keuangan lainnya, di situs community Ternak Uang. Download aplikasinya, dan bergabung bersama ribuan orang lain yang sudah tergabung di dalamnya.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp