TUToring: Pahami Money Flow dalam Bursa Saham

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
TUToring: Pahami Money Flow dalam Bursa Saham

Untuk bisa sukses berkiprah di bursa saham sebagai investor dan trader saham, sudah pasti banyak hal yang harus kita pahami. Mulai dari yang basic, kemudian seiring waktu kita belajar lebih banyak untuk hal-hal yang bersifat lebih ‘advanced’. Salah satu yang harus kita pelajari juga di sini adalah soal money flow.

Bursa saham memang melibatkan banyak pihak. Dan, seperti halnya pasar seperti pengertian harfiahnya, bursa memberikan fasilitas pesanan beli maupun jual dari dan kepada investor serta trader, seperti layaknya pembeli dan penjual di pasar tradisional. Bedanya, jual beli yang terjadi di bursa saham dilakukan dengan metode lelang berkelanjutan, atau continuous auction, secara elektronik. Sistem yang membantu proses ini berjalan dengan lancar disebut dengan Jakarta Automated Trading System Next G, atau biasa disingkat JAST Next G.

Produk yang diperjualbelikan di bursa tak hanya saham, meski disebut sebagai ‘bursa saham’. Ada beberapa jenis instrumen lain yang juga bisa ditransaksikan, misalnya seperti surat utang atau obligasi, instrumen derivatif seperti Waran dan Opsi, reksa dana, dan berbagai alternatif instrumen investasi lainnya.

Cara Belajar Saham untuk Pemula Agar Segera Siap Mengais Cuan

Pergerakan Saham dan Uang dalam Bursa Saham

Saham dikatakan sebagai surat berharga, yang menunjukkan bahwa si pemilik surat tersebut merupakan pemilik sebuah perusahaan, karena sudah menanamkan modal pada bisnis perusahaan yang bersangkutan.

Karena sifatnya yang berharga, maka saham dapat diperjualbelikan. Tempat jual belinya di bursa saham, yang di Indonesia ada di Bursa Efek Indonesia yang berkedudukan di Jakarta.

Berkat pengembangan JATS Next G, saham kini tak lagi berbentuk kertas fisik, melainkan dalam bentuk digital, scriptless, dan dapat diperjualbelikan secara online dengan mudah.

Mekanisme perdagangan yang terjadi dalam bursa saham sebenarnya sama saja dengan yang terjadi pada pasar umumnya. Bedanya ada pada jenis komoditasnya, dan juga sebutan pelakunya, meskipun dengan peran yang mirip, dan juga metode perdagangannya.

Pasarnya adalah Bursa Efek Indonesia. Penjual adalah investor atau trader pemilik saham sebelumnya, yang kemudian menjual saham tersebut kepada pihak pembeli. Pembelinya adalah investor dan trader juga, yang ingin memiliki saham terkait. Bisa jadi memang belum punya, atau menambah kepemilikan. Dalam prosesnya, penjual akan menawarkan harga yang disebut offer, sedangkan pembeli memberikan harga sesuai bid.

Nah, ini adalah metode lelang berkelanjutan—metode perdagangan yang terjadi di bursa saham. Beda sedikit dengan pasar tradisional.

Cara Belajar Saham Paling Efektif untuk Pemula

Prinsip Perdagangan dalam Bursa Saham

Di bursa saham ini juga ada yang berperan layaknya kurir dan kasir, yaitu pihak yang bertugas menyelesaikan pembayaran atas transaksi kepada pihak penjual, dan kemudian menyerahkan produk (dalam hal ini: saham) kepada pihak yang sudah membelinya. Inilah peran perusahaan sekuritas.

Terjadinya transaksi saham kemudian membentuk harga saham, dan mendorong terjadinya pergerakan saham antara pembeli dan penjual. Terbentuknya harga saham juga sama seperti yang terjadi di pasar pada umumnya, yaitu tergantung pada permintaan dan penawaran.

Jika permintaan meningkat sedangkan persediaan terbatas, maka harga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika permintaan menurun dan persediaan banyak, maka harga akan turun. Secara bertahap, kenaikan dan penurunan harga saham akan terjadi seiring kegiatan transaksi yang terjadi. Penawaran dan permintaan saham dipertemukan dalam sistem yang disebut dengan papan harga perdagangan saham.

Dan, seperti halnya di pasar umumnya, kualitas komoditas itu sendiri juga bisa memengaruhi harga. Misalnya saja, buah-buahan yang terlihat segar dan utuh, harganya akan lebih mahal ketimbang buah-buahan yang sudah kisut, mengering, bahkan busuk. Begitu juga dengan saham. Saham yang dimiliki oleh perusahaan yang sehat, bisnisnya lancar dan menguntungkan akan berharga lebih tinggi daripada saham milik perusahaan yang bermasalah, misalnya pendapatannya menurun bahkan merugi, atau ketika utangnya terlalu banyak.

Proses terjadinya transaksi kemudian mendorong bergeraknya arus uang, atau money flow dalam bursa saham.

Nah, tahukah kamu, bahwa money flow ini bisa kita manfaatkan untuk memproyeksikan pergerakan bursa, sehingga membantu kita untuk memutuskan apakah kita perlu melakukan aksi beli atau jual, atau hold saja?

TUToring: Pahami Money Flow dalam Bursa Saham

Apa Itu Money Flow?

Money flow dihitung dengan rata-rata harga saham tertinggi, terendah, dan harga penutupan, dan kemudian mengalikannya dengan volume harian.

Hasil dari perhitungan money flow hari ini akan dapat memberikan informasi kepada para investor dan trader saham, apalah money flow yang terjadi di bursa saham akan positif ataupun negatif. Money flow positif cenderung menunjukkan harga akan bergerak ke arah lebih tinggi, sedangkan money flow negatif akan menunjukkan harga saham akan menurun karena berbagai sebab.

Money flow positif terjadi ketika saham dibeli dengan harga yang lebih tinggi, atau uptick. Sedangkan jika pada perdagangan berikutnya dibeli dengan harga lebih rendah, atau downtick, maka money flow akan negatif.

Jika lebih banyak saham dibeli sepanjang hari dengan uptick daripada downtick, net money flow akan positif, karena lebih banyak investor bersedia membayar premi untuk saham. Jika aliran uang negatif ketika harga saham naik, hal ini menunjukkan pembalikan harga yang tertunda.

Sebaiknya, investor memantau terus memantau money flow ini volume perdagangan biasanya dianggap untuk memimpin harga, yang dapat membantu mengidentifikasi peluang perdagangan awal.

Rekomendasi Saham Hari Ini, Ke Mana Bisa Didapatkan Ya?

Money Flow Indicator: Apa Artinya?

Banyak investor dan trader menggunakan osilator money flow Chaikin ketika mereka ingin memasukkan elemen money flow ke dalam pengambilan keputusan perdagangan mereka.

Indikator, yang dibuat oleh Marc Chaikin, ini menghasilkan nilai untuk membeli dan menjual tekanan seperti indikator aliran uang lainnya. Selain itu, osilator ini juga menggunakan dua rata-rata bergerak eksponensial untuk menentukan momentum dengan cara yang mirip dengan indikator MACD.

Trader saham juga sering menggunakan money flow indicator (MFI) untuk membantu mereka menganalisis harga dan volume. Indikator ini membagi net money flow positif dengan aliran met money flow negatif, dan plot nilai sebagai garis yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi tingkat overbought dan oversold. Jika indikator di atas 80, harga dianggap overbought. Nilai di bawah 20 maka artinya kondisinya adalah oversold.

Indikator teknis lainnya harus digunakan bersamaan dengan indikator aliran uang untuk meningkatkan efektivitasnya dan mengurangi sinyal perdagangan palsu.

Saham Blue Chip: Pengertian dan Contohnya

Mau Belajar Paham Money Flow di Bursa Lebih Dalam?

Yuk, ikut kelas TUToring: Pahami Moneyflow dalam Bursa, yang akan diselenggarakan tanggal 9 November mendatang, bersama narasumber Irfandi M., yang merupakan Product Owner & Research Analyst dari Ternak Uang. Kapan lagi sih bisa langsung berdiskusi dengan ahlinya? Betul enggak?

Jadi, segera daftarkan diri kamu ya, supaya enggak kehabisan tempat!

Yuk, bergabung ke grup discord Ternak Uang! Di sana banyak insight seputar dunia keuangan dan investasi! Gratis loh, bakalan bermanfaat banget untuk menambah pengetahuan kamu.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp