5 Langkah Cek Keuangan Pribadi: Sudah Sehat Belum?

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
5 Langkah Cek Keuangan Pribadi: Sudah Sehat Belum?

Cek keuangan ini selalu menjadi momok bagi banyak orang. Betul? Ya bagaimana tidak, segala bentuk ‘keborosan’ dan ‘dosa keuangan’ akan ketahuan saat kamu melakukan hal ini.

Sebenarnya, cek keuangan itu wajib lho dilakukan. Karena akan membantu kamu dalam mengelola pendapatan setiap bulan ke dalam pos-pos yang sudah disusun dan bisa menyesuaikan dengan tujuan keuangan.

Selayaknya kesehatan tubuh, kesehatan keuangan juga sangat memengaruhi kehidupan kamu sekarang dan juga nanti. Dengan demikian, alangkah baiknya jika kamu memiliki agenda rutin untuk melakukan cek keuangan. Tujuannya satu: supaya kamu bisa tahu posisi keuangan sekarang ini seperti apa.

Dengan tahu kondisi keuangan yang sebenar-benarnya, nantinya hal ini akan dapat membantu kamu dalam mengambil keputusan, dan juga bisa menangani masalah keuangan. Contohnya, jika kamu ingin membeli rumah melalui KPR, tentunya kamu harus tahu dulu apakah pendapatan mencukupi biaya hidup per bulan, cicilan bisa dibayar tepat waktu, dan apakah masih bisa disisihkan untuk pos dana lainnya? Nggak bisa banget, KPR langsung diambil begitu saja tanpa memastikan kamu bisa bayar atau enggak. Betul?

Jadi, sudah sangat jelas ya bahwa cek keuangan itu memiliki manfaat yang besar bagi kamu dan tidak boleh diabaikan.

Cek Kesehatan Keuangan Pribadi yang Paling Mudah: Ini 3 Cara dan 8 Tip Terbaiknya!

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cek Keuangan?

Harus diakui bahwa kesadaran dari masyarakat kita untuk melakukan cek keuangan ini masih rendah, walaupun sebenarnya hal ini memiliki segudang manfaat. Ini memang sangat disayangkan, terlebih jika kamu memiliki masalah keuangan yang serius dan harus ditangani secara cepat.

Kamu bisa melakukan cek keuangan sekurangnya 4 kali dalam setahun. Jadi, kamu bisa melakukan review keuangan berkala setiap tiga bulan sekali dalam satu periode. Tentu saja, ini tak bersifat mutlak, kamu bisa menyesuaikannya dengan kondisi kamu. Saat semua sedang baik-baik saja, boleh banget kalau mau melakukannya setahun sekali saja.

Perlu diingat juga, bahwa setiap orang tentunya memiliki kondisi finansial yang berbeda, pun kondisi bisa berubah. Jadi, ada kalanya kamu perlu melakukan pengecekan keuangan secara lebih sering lagi. Seperti ketika kamu mengalami musibah, kenaikan gaji, mau melangsungkan pernikahan, membeli rumah, dan lain sebagainya.

Baca juga: Tips Money Management dalam Trading dan Investasi

Mengapa perlu melakukan cek keuangan ketika menghadapi beberapa contoh peristiwa di atas?

Agar kamu bisa melakukan tindakan penyesuaian dan mengambil keputusan keuangan yang tepat. Dengan demikian, keseimbangan keuangan bisa terjaga, dan apabila harus mengambil seluruh dana darurat misalnya, kamu bisa melakukan langkah-langkah recovery secepatnya untuk mengisi kembali pos dana tersebut.

Apa Saja yang Diperlukan Untuk Cek Keuangan Pribadi?

Berapa besar pendapatan per bulan

Hal pertama yang mesti dilakukan untuk cek keuangan adalah besaran gaji yang kamu peroleh setiap bulan. Karena perhitungan akan dimulai dari data ini.

Data pendapatan ini meliputi gaji setiap bulan, pendapatan dari usaha yang dimiliki, pendapatan pasif, THR dan juga bonus.

Berapa banyak aset yang dimiliki

Kamu harus tahu jumlah harta kekayaan yang dimiliki, entah itu aset lancar, tidak lancar atau aset yang berasal dari investasi. Dengan cek keuangan dan menghitung keseluruhan aset yang dimiliki, akan memudahkan kamu melihat kondisi dan kemampuan keuangan terkini.

Utang

Utang merupakan kewajiban yang harus kamu kembalikan, dan ini tentunya memerlukan sejumlah uang dari pendapatan yang diterima setiap bulan. Buat list semua utang yang kamu punya mulai dari utang ke bank, KTA, kartu kredit, utang ke teman, saudara, dan lain-lain.

Pengeluaran

Catatlah secara detail segala bentuk pengeluaran setiap bulan saat melakukan cek keuangan. Mulai dari kebutuhan pokok, tagihan, biaya pendidikan anak, asuransi, dan biaya lainnya. Jadi, jangan sampai kamu lewatkan pengeluaran sekecil apa pun untuk dicatat.

Tujuan keuangan

Loh, kenapa tujuan keuangan masuk ke hal yang diperlukan untuk cek keuangan pribadi?

Begini, tujuan keuangan yang kamu susun sejak awal secara langsung memengaruhi kondisi keuangan kamu sekarang ini. Betul nggak? Dan kondisi finansial sekarang ini juga mesti disesuaikan agar bisa mencapai tujuan keuangan yang sudah ditetapkan.

Semoga paham, ya.

Nah, pertanyaan berikutnya, bagaimana sih langkah untuk mengecek keuangan pribadi? Yuk, disimak langkah-langkahnya di bawah ini.

5 Langkah Cek Keuangan Pribadi: Sudah Sehat Belum?

5 Langkah Cek Keuangan Pribadi, Sudah Sehat Belum?

Pada umumnya, untuk mengecek seberapa sehat keuangan pribadi bisa diukur dengan menggunakan lima rasio. Apabila kamu sudah menuliskan data yang diperlukan untuk cek keuangan, yuk sekarang kita lihat seberapa sehat kondisi finansial kamu sekarang ini.

Baca juga: 3 + 4 Cara Memperbaiki Kondisi Finansial yang Kurang Sehat

1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas ini meliputi dana darurat. Idealnya, dana darurat yang harus disiapkan adalah 3 – 12 kali pengeluaran rutin per bulan. Jika dana darurat yang kamu miliki sekarang ini sudah mencapai angka tersebut, selamat! Ini berarti rasio likuiditas kamu sudah baik.

Adapun fungsi dari rasio likuiditas ini yaitu untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saat ini terjadi, kamu bisa mencairkan aset yang dimiliki dengan mudah.

Yang belum memiliki dana darurat sebesar (minimal) 3x, jangan berkecil hati. Masih ada banyak jalan yang bisa kamu lakukan untuk mencapainya, misalnya dengan belajar investasi. Jadi, cek keuangan kamu dan tempatkan dana yang kamu miliki di berbagai instrumen investasi agar dana darurat bisa tercapai.

2. Rasio Tabungan

Rasio tabungan adalah kemampuan menabung tiap individu dibandingkan pendapatan yang diperoleh setiap bulan. Idealnya, 20% dari pendapatan dialokasikan setiap bulan ke pos tabungan.

Namun, menabung ini tak hanya menempatkan dana di produk tabungan perbankan saja ya. Menabung di sini juga termasuk kamu menyisihkan penghasilan ke instrumen investasi agar bisa mencapai tujuan keuangan.

Bagi pemula, kamu bisa memulai belajar reksadana untuk menempatkan dana sebagai investasi awal. Instrumen ini sangat mudah dan cocok bagi yang ingin memulai berinvestasi.

4 Tanda Kondisi Keuangan Kamu yang Sehat, dan Tip Mengelolanya

3. Rasio Cicilan

Apabila cicilan yang kamu miliki kurang dari 1/3 total pendapatan, berarti rasio cicilan kamu termasuk sehat. Untuk rasio cicilan sendiri sebaiknya maksimal 35% dari jumlah pendapatan kamu per bulan. Jika saat ini terlalu besar, lakukan cek keuangan dan buat strategi untuk mengurangi rasionya semaksimal mungkin.

4. Rasio Utang terhadap Aset

Rasio ini adalah besaran utang yang kamu miliki terhadap seluruh aset yang ada.

Tujuan dari rasio ini agar kamu bisa meminimalkan atau mencapai 0% nilai utang saat memasuki usia pensiun. Jika kamu memiliki persentase aset yang besar, maka hal ini bisa membantumu untuk melunasi utang. Misalnya dengan dijual.

5. Rasio Perbandingan Nilai Bersih Aset Investasi terhadap Nilai Bersih Kekayaan

Rasio ini menunjukkan seberapa besar aset yang sudah kamu investasikan dibandingkan nilai bersih kekayaan yang dimiliki.

Tujuannya untuk apa? Agar bisa memaksimalkan aset yang kamu punya untuk diinvestasikan.

Ada baiknya dari keseluruhan kekayaan bersih, minimal 50% dalam bentuk investasi. Dengan demikian, nilai asetnya bisa terus berkembang dengan memanfaatkan hasil investasi tersebut. Dan tak hanya itu, nilai kekayaan pun tidak akan tergerus oleh inflasi setiap tahun.

Baca juga: 4 Cara Belajar Investasi Emas Batangan dan Tip Terbaik untuk Memaksimalkan Keuntungannya

Gimana? Sampai di sini kamu sudah tahu kan, bagaimana gambaran untuk cek keuangan pribadi? Rumit? Semoga si enggak ya.

Tenang. Yuk, cek keuangan pribadi kamu dengan aplikasi Ternak Uang! Caranya gampang kok, dan selanjutnya kamu bisa membuat rencana keuangan yang komprehensif untuk memperbaiki ataupun merencanakan langkah selanjutnya.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp