Belajar Saham dari Warren Buffett untuk Investasi Jangka Panjang

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Belajar Saham dari Warren Buffett untuk Investasi Jangka Panjang

Bagi para investor, nama Warren Buffett pasti sudah akrab terdengar. Sosok fenomenal di kancah investasi saham ini menjadi idola bagi investor lain. Bagaimana tidak? Warren Buffett merupakan konglomerat yang meraih keuntungan besar melalui sahamnya di sejumlah perusahaan besar, seperti Coca Cola, Apple, dan Geico.

Keberhasilan dan sosok kepribadian yang cerdas dan sederhana membuatnya semakin dipuja. Buffett memiliki kemampuan analisis yang tinggi hingga disebut “Oracle of Omaha” atau peramal dari omaha. Dengan keterampilan tersebut, saran dan pelajaran investasi saham darinya sering kali dijadikan panduan berinvestasi.

Investasi Buffett diawali pada perusahaan yang jarang dilirik orang lain. Ia begitu teliti dalam mempertimbangkan dan memilih jenis investasi yang dilakukannya. Menurutnya, menjadi investor berarti menjadi pemilik perusahaan. Maka berhematlah dan investasikan uang untuk jangka panjang di perusahaan tersebut.

Dalam berinvestasi, tentunya tidak ada hal yang instan. Ingin menjadi orang kaya dengan berinvestasi? Tak hanya modal yang diperlukan. Kamu akan butuh kesabaran, dedikasi, dan konsistensi untuk memperoleh hasil optimal.

Dengan ilmu investasi saham dari Buffett, kamu dapat menghindari beberapa jebakan umum yang merusak hasil dan membahayakan tujuan keuangan kamu.

Nah, mari belajar saham dari Warren Buffett, terutama soal pengalokasiannya, supaya keuntunganmu bisa maksimal terutama untuk jangka panjang.

Tip Investasi Saham Terbaik ala Warren Buffett yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Belajar Saham dari Warren Buffett

Berinvestasi pada perusahaan atau industri yang kamu pahami

Salah satu cara termudah untuk meminimalkan kesalahan yaitu dengan mengetahui seluk beluk perusahaan yang akan kamu investasikan danamu.

Jangan sampai hanya sembarangan menginvestasikan modal begitu saja, tetapi kita harus mempertimbangkan nilai suatu perusahaan dengan hati-hati. Termasuk kualitas bisnis pada perusahaan tersebut. Di sinilah pentingnya kemampuan menganalisis dan mengidentifikasi bisnis yang berkualitas tinggi.

Filosofi investasi Warren Buffett yang harus kamu tahu dalam berinvestasi pada suatu perusahaan ialah fokus secara eksklusif pada pembelian perusahaan berkualitas tinggi dengan peluang jangka panjang yang menjanjikan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Salah satu rasio keuangan terpenting yang digunakan untuk mengukur kualitas bisnis adalah pengembalian modal yang diinvestasikan.

Saat membeli saham, pertahankan untuk waktu yang lama

Setelah bisnis berkualitas tinggi kamu beli, berapa lama bisnis itu harus dipertahankan?

“Jika kamu tidak berpikir untuk memiliki saham selama sepuluh tahun, jangan pernah berpikir untuk memilikinya selama sepuluh menit.” – Warren Buffet

Warren Buffett jelas menganut mentalitas buy and hold. Dia telah memegang prinsipnya ini selama beberapa dekade. Mengapa? Karena satu hal, sulit untuk menemukan bisnis luar biasa dan memiliki masa depan jangka panjang yang cerah.

Selain itu, bisnis yang berkualitas menghasilkan pengembalian yang tinggi dan nilai yang meningkat dari waktu ke waktu. Seperti yang dikatakan Warren Buffett, waktu adalah teman dari bisnis. Fundamental bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk memengaruhi harga saham, dan hanya investor yang sabar yang bakalan menerima keuntungannya.

Diversifikasi bisa berbahaya

Diversifikasi boleh jadi peluang keuntungan dari bisnis lain. Bahkan banyak investor retail yang mendiversifikasikan investasinya dalam 20 – 60 saham di sejumlah industri yang berbeda.

Warren Buffett justru berpendapat sebaliknya. Kepemilikan ekuitas utama miliknya relatif sedikit. Investasinya dilakukan untuk jangka panjang. Ia mempertimbangkan faktor-faktor seperti karakteristik ekonomi jangka panjang yang menguntungkan, manajemen yang kompeten dan jujur, harga beli yang menarik, industri yang terkenal, dan karakteristik bisnis jangka panjang yang dirasa kompeten.

Menurut Buffett, ia merasa cukup nyaman untuk memusatkan investasi saham dalam jumlah yang jauh lebih kecil tetapi yang dianggap benar-benar menarik. Justru Buffett melihat, bahwa beberapa investor mendiversifikasikan portofolio mereka secara berlebihan lantaran ketakutan atau ketidaktahuan.

So, sekarang, berapa banyak saham yang sudah kamu miliki? Jika jawabannya lebih dari 60 emiten, kamu mungkin perlu mempertimbangkan untuk menurunkan portofolio kamu dan fokus pada kepemilikan saham dengan kualitas tertinggi saja.

Ketahui perbedaan antara harga dan nilai

Harga saham mendorong investor untuk terus bergerak. Pasar saham dianggap penuh dengan individu yang mementingkan harga, tetapi tidak mengetahui nilai apa-apa.

Sebagai investor jangka panjang, kita perlu mengindahkan nasihat investasi Warren Buffett untuk membeli kualitas ketika harganya diturunkan.

“Harga adalah apa yang kamu bayar. Nilai adalah apa yang kamu dapatkan.” – Warren Buffet

Harga saham akan berayun sesuai dengan emosi investor. Tetapi, apa yang ada dalam kas perusahaan bisa jadi tak berubah. Investor perlu membedakan antara harga dan nilai, agar upaya mereka lebih fokus saja pada kualitas perusahaan itu sendiri dan harganya yang masuk akal.

Dengan kata lain, jangan beli saham overvalued.

Belajar Saham dari Warren Buffett untuk Investasi Jangka Panjang

Dengarkan mereka yang kamu kenal dan percayai

Warren Buffett menekankan pentingnya hanya berinvestasi dalam tim manajemen yang dapat dipercaya dan kompeten. Ia sangat berhati-hati dalam memilih mitra bisnis dan manajernya. Kesalahan sedikit saja dapat membuat atau menghancurkan investasi selama bertahun-tahun yang akan datang.

Buffett mendorong investor untuk tetap fokus pada fakta, mengenali jumlah dana yang terlibat dalam investasi, menetapkan harapan yang realistis, dan tetap pada jalurnya. Berhati-hatilah dengan siapa yang kamu percayai.

Yes, beberapa poin belajar saham ala Warren Buffett di atas memang wajib untuk diperhatikan.

Namun, tentu saja, kamu boleh punya “mazhab” sendiri. Pasalnya, bukan berarti cara investasi Warren Bufffett ini adalah cara investasi yang paling benar. Toh, ada sekali dua kali, Warren Buffett juga melakukan kesalahan investasi hingga blunder sendiri. Bahkan, untuk tujuan tertentu, justru trik investasi Buffett ini dinilaiu terlalu lambat pertumbuhannya.

Tentu bukan berarti salah total juga, karena semuanya kembali pada kebutuhan dan tujuanmu sendiri dalam berinvestasi.

Yang pasti, ambil yang ada manfaatnya. Yang kurang cocok, bisa disesuaikan.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp