Belajar Obligasi: 5 Hal Dasar yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Berinvestasi

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kita memang boleh saja memiliki banyak rencana, mulai dari membuat rencana menikah, rencana memiliki anak, membeli rumah, sampai rencana pensiun. Itu semua adalah goals yang ingin kita capai, demi meningkatkan kualitas hidup. Nah, sedangkan instrumen investasi adalah kendaraan untuk merealisasikan semua rencana tersebut. Banyak opsi instrumen yang bisa dipilih, tapi pastinya semua harus dipelajari dulu. Salah satunya belajar obligasi.

Obligasi, sebagai salah satu instrumen investasi, dapat dikategorikan sebagai instrumen berisiko relatif rendah, tetapi juga bisa jadi risiko tinggi, tergantung pada jenisnya.

So, buat kamu yang memang tertarik belajar obligasi, kamu perlu mengenali mana saja yang bisa kamu manfaatkan dan sesuaikan dengan tujuan dan kebutuhanmu, agar keuntungan yang bisa diperoleh bisa optimal.

Setidaknya kamu harus paham mengenai 5 hal berikut ini dalam belajar obligasi.

5 Jenis Aplikasi Belajar Investasi, Manfaatkan Sesuai Kebutuhanmu!

1. Pengertian Obligasi

Dalam dunia keuangan, obligasi dipakai sebagai istilah untuk menyebut surat utang, atau sebuah perjanjian utang piutang antara pihak penerbit surat dengan pemberi pinjaman, yang akan memegang obligasinya.

Dalam surat utang itu tercantum hal-hal seperti:

  • Kapan jatuh tempo utang beserta bunga yang akan dibayar oleh pihak penerbit surat utang pada pemberi pinjaman.
  • Jumlah pinjaman dan berapa besar bunga yang menjadi kewajiban penerbit surat utang
  • Siapa saja yang terlibat dalam urusan utang piutang
  • Berbagai hal lain yang sekiranya penting dan menentukan dalam urusan utang piutang, seperti misalnya jika terjadi keterlambatan atau sengketa, maka harus diambil langkah seperti apa.

Obligasi dapat diperjualbelikan, sehingga instrumen ini termasuk dalam kategori surat berharga. Harganya akan semakin tinggi, sesuai dengan nominal dan bunga yang diperjanjikan antara pihak penerbit dan pemegang obligasi.

2. Jenis Obligasi

Hal kedua yang harus kamu pahami saat belajar obligasi adalah jenisnya. Masing-masing memiliki karakternya sendiri, sehingga kalau kita hendak memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan maka kita harus pula bisa menyesuaikannya dengan profil risiko, kebutuhan, dan jangka waktu investasi yang kita miliki.

Ada beberapa jenis surat utang berdasarkan penerbit, pembayaran bunga, jaminan, imbal hasil, bentuk, dan yang lainnya. Yang biasanya dapat dimanfaatkan oleh investor pemula seperti kita adalah:

Berdasarkan penerbit:

  • Obligasi pemerintah pusat, yaitu surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah pusat, dalam rangka penambahan modal defisit APBN. Pertama kali dikeluarkan pemerintah tahun 2006, dan sekarang sudah ada beberapa jenis, yaitu Obligasi Negara Ritel Indonesia, Sukuk Ritel, Saving Bond Ritel, dan Sukuk Negara Tabungan. Terakhir diterbitkan adalah ORI020 dan SR015.
  • Obligasi municipal, yaitu surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk penghimpunan dana untuk pembiayaan pembangunan daerah.
  • Obligasi korporasi, yaitu surat utang yang diterbitkan oleh suatu perusahaan sebagai perjanjian utang pada pihak lain, dengan masa jatuh tempo biasanya minimal 1 tahun.

Berdasarkan nominal dana:

  • Obligasi konvensional, yaitu surat utang dengan nilai nominal besar, biasanya ditawarkan sebesar Rp1 miliar per lot.
  • Obligasi ritel, yaitu surat utang dengan nominal kecil. Misalnya seperti obligasi-obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah—ORI atau Sukuk—biasanya bisa dibeli mulai dari Rp1 juta.

Berdasarkan sistem pembayaran bunga:

  • Zero coupon bond, yaitu surat utang yang tidak memberikan bunga atau kupon secara berkala. Investor akan mendapatkan keuntungan jika surat utang tersebut dijual, dan terdapat selisih harga antara harga jual dan belinya.
  • Obligasi dengan kupon, yaitu surat utang yang akan memberikan bunga atau kupon secara teratur sesuai perjanjian kepada investor, dengan jumlah yang disepakati. Obligasi dengan kupon sendiri bisa dibagi menjadi obligasi dengan kupon tetap atau kupon mengambang.

Berdasarkan sifat imbal hasil:

  • Obligasi konvensional, yaitu surat utang untuk mendapatkan pinjaman dana, dan kemudian memberikan bunga kepada investor dalam jangka waktu tertentu, sesuai perjanjian.
  • Obligasi syariah, yaitu surat utang yang akan memberikan imbal berupa uang sewa sesuai prinsip ajaran agama Islam, dan tanpa mengandung unsur riba.
Ini Loh, Cara Efektif Belajar Saham Online Bagi Pemula!

3. Keuntungan Obligasi

Investasi pada surat utang menawarkan keuntungan yang bervariasi, tergantung pada jenisnya yang memang ada banyak. Hal ini juga harus kamu pahami saat belajar obligasi.

Beberapa keuntungan obligasi di antaranya:

  • Imbal hasil berupa bunga atau kupon, meskipun ada juga yang tidak memberikan bunga seperti zero coupon bond. Yield bisa semakin besar, jika jangka waktunya juga semakin lama. Sesuai kesepakatan, biasanya bunga akan diberikan secara berkala, misalnya sebulan sekali, atau tiga bulan sekali.
  • Besarnya bunga biasanya lebih besar daripada bunga deposito, sehingga cukup lumayan jika memang nominal yang dipinjamkan juga besar.
  • Beberapa jenis obligasi bisa diperjualbelikan di pasar sekunder Bursa Efek Indonesia, sehingga memungkinkan kita memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dari harga belinya.
  • Obligasi pemerintah relatif rendah risiko, karena dijamin oleh undang-undang. Dalam sejarah, belum pernah terjadi pemerintah Indonesia mengalami gagal bayar terhadap obligasi yang diterbitkannya.
  • Beberapa jenis obligasi juga bisa dijadikan sebagai agunan atau jaminan untuk mendapatkan pinjaman yang lebih besar lagi.

4. Risiko Obligasi

Nah, tak hanya harus paham dengan keuntungan yang bisa diperoleh dari surat utang, saat kamu belajar obligasi, kamu juga wajib mempelajari risiko apa saja yang bisa terjadi pada instrumen investasi ini.

Beberapa risiko obligasi yang harus diperhatikan:

  • Untuk beberapa penerbit, risiko gagal bayar bisa terjadi. Meskipun hal ini akan sangat rendah peluangnya pada obligasi pemerintah, tapi perlu diketahui, bahwa pernah terjadi gagal bayar pada obligasi municipal, yang diterbitkan oleh suatu pemerintah daerah. Konsekuensinya, investor tidak akan mendapatkan keuntungan dari bunga, bahkan bisa jadi pokok utang juga tak bisa kembali. Karena itu, ada baiknya kamu berhati-hati.
  • Rentan terhadap perubahan yang terjadi, misalnya seperti suku bunga, ekonomi, dan politik yang kurang stabil, yang terjadi pada suatu negara dan akhirnya berdampak pada pasar.
  • Berpeluang terjadi capital loss, yaitu ketika obligasi hendak dijual tetapi harga jualnya lebih rendah daripada harga beli.

5. Pemanfaatan Obligasi untuk Keuntungan yang Optimal

Menurut data dari Kementerian Keuangan, pada penerbitan ORI020 yang merupakan obligasi pemerintah terakhir yang diluncurkan sebelum artikel ini ditulis, tercatat ada 30,053 investor ikut membeli obligasi ini.

Jumlah ini tentu lebih besar daripada ketika pertama kali ORI diterbitkan tahun 2006, yang “hanya” 16.561 orang saja.

Jika kamu berminat untuk menjadi salah satu investornya, maka berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam belajar obligasi:

Waktu yang tepat adalah koentji

Apalagi jika kamu berminat pada obligasi pemerintah, yang hanya ditawarkan pada waktu-waktu tertentu. Karena itu, update terus beritanya, agar tak sampai kehabisan jatah. FYI, obligasi pemerintah laris banget dibeli karena banyak peminatnya. Kadang, belum sampai ditutup, sudah dinyatakan sold out.

Perhitungkan dengan saksama

Ada obligasi yang bisa dijual di pasar sekunder untuk mendapatkan peluang capital gain. Jika kamu hendak memanfaatkannya, perhitungkanlah secara bijak. Menjual obligasi akan membuatmu kehilangan hak atas kupon yang diberikan secara teratur, belum lagi ada peluang juga untuk capital loss.

Perlu kamu ketahui, bahwa harga obligasi selalu akan berbanding terbalik dengan nilai suku bunga dan yield-nya. Ketika suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun. Demikian pula sebaliknya. Jangan sampai, kamu malah mengalami kerugian karena kurang tepat dalam perhitungannya.

Pilih penerbit tepercaya

Misalnya dari pemerintah pusat. Tetapi di sini juga harus diperhatikan, bahwa dalil “high risk, high return” juga berlaku. Jika kamu berminat berinvestasi pada obligasi korporasi, peluang untuk mendapatkan keuntungan akan lebih besar, tetapi risikonya juga lebih besar. Karena itu, reputasi penerbit menjadi kuncinya.

Lakukan saja secara online

Dengan pemesanan dan transaksi digital. Hal ini akan lebih memudahkanmu.

Itu dia 5 hal dasar yang perlu kamu pahami saat belajar obligasi. Bagaimana? Apakah lebih rumit daripada belajar instrumen yang lain, saham misalnya? Sepertinya sih tidak ya. Belajar obligasi itu tidak rumit, mungkin malahan lebih rumit untuk memastikan bahwa pengelolaan keuanganmu sudah sehat sepenuhnya sebelum akhirnya akan melakukan investasi.

Yuk, belajar obligasi lebih banyak lagi! Daftar di berbagai academy yang ada di Ternak Uang, pilih topik sesuai kebutuhanmu, mulai dari personal finance, investasi, asuransi, hingga crypto.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp