5 Kiat Belajar Investasi untuk Mahasiswa dan 4 Rekomendasi Instrumennya

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
5 Kiat Belajar Investasi untuk Mahasiswa: Mulai Lebih Dini Lebih Baik

Kamu masih mahasiswa tetapi ingin terjun ke dunia investasi? Meskipun minim pengalaman, kamu bisa belajar investasi untuk mahasiswa demi mengawali debutmu di dunia investasi. Jangan sampai, kamu terjun ke dunia investasi tanpa pengetahuan dan ilmu yang mumpuni, ya.

Saat kamu memulai debutmu di dunia investasi, tidak jarang orang akan meremehkanmu dan memandangmu dengan sebelah mata. Namun, kamu jangan langsung patah semangat. Gunakanlah sindirian-sindiran terhadapmu sebagai cambuk dalam memulai berinvestasi.

“Tapi kan mahasiswa belum punya penghasilan?”

Pertanyaan tersebut acap kali melunturkan niat kamu untuk memulai belajar investasi bukan? Tenang saja. Meskipun belum berpenghasilan, bukan berarti kamu bisa melupakan niatmu untuk belajar investasi. Kamu dapat menyisihkan sebagian uang bulanan pemberian orang tua ataupun hasil kerja part time kamu untuk memulai berinvestasi, lho.

Lantas, apa saja kiat-kiat yang perlu diperhatikan dalam belajar investasi untuk mahasiswa? Simak ulasannya dalam artikel ini, yuk!

Belajar Investasi Reksadana Mulai dengan Memahami 4 Hal Ini Dulu!

5 Kiat Belajar Investasi untuk Mahasiswa agar Tetap Cuan

Belajar investasi untuk mahasiswa akan lebih baik jika dilakukan sedini mungkin. Pasalnya, dengan melek investasi, kamu akan lebih mudah mencapai kebebasan finansialmu di masa yang akan datang. Berikut adalah beberapa kiat beajar investasi untuk mahasiswa agar tetap cuan meskipun belum berpenghasilan.

Baca juga: Belajar Investasi Kecil-Kecilan dengan 6 Instrumen yang Ramah Pemula

1. Mengecek cash flow secara rutin

Langkah awal yang perlu kamu lakukan saat belajar investasi untuk mahasiswa adalah mengecek cash flow secara rutin. Cobalah menghitung uang bulanan yang kamu dapat dari orang tua, atau penghasilan lainnya yang kamu miliki. Kemudian kurangi jumlah tersebut dengan pengeluaran kamu, mulai dari jajan, pulsa, transportasi, hingga nongkrong.

Selain itu, kamu juga bisa mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan dalam suatu buku sebagai pertinggal jika sewaktu-waktu pengeluaran kamu membengkak. Nah, apabila kondisi finansialmu terpantau baik dan sehat—cash flow positif, bahkan ada sisa walaupun sedikit, maka, selamat! Artinya kamu sudah bisa memulai untuk berinvestasi.

Buatlah komitmen yang kuat dalam dirimu sebelum memulai belajar investasi untuk mahasiswa. Jangan sampai, ditengah jalan kamu berhenti belajar investasi hanya karna kamu sudah bosan melakukannya, ya.

2. Alokasikan sebagian uang jajan untuk berinvestasi

Kamu selalu mendapatkan uang bulanan dari orang tua, kan? Jangan dihabiskan untuk foya-foya saja, ya. Kamu bisa menyisihkan sebagian uang bulanan kamu untuk jajan reksa dana maupun saham yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu.

Namun, apabila kamu melakukan pekerjaan freelance ataupun part time semasa kuliah, maka akan lebih baik jika 50% atau 75% penghasilanmu bisa dialokasikan ke dana investasi. Cukup mudah bukan?

3. Pastikan tujuan investasimu

Hal yang tidak kalah penting dalam kiat belajar investasi untuk mahasiswa adalah mengetahui apa tujuanmu berinvestasi. Penting bagi kamu untuk menentukan tujuan investasi agar nantinya tidak timbul rasa malas dalam prosesnya. Kunci utama dalam berinvestasi adalah konsistensi dan komitmen. So, jangan setengah-setengah dalam belajar investasi untuk mahasiswa, ya!

Sebagai contoh adalah tujuan investasimu untuk berlibur di akhir tahun. Maka, mulailah menghitung apa saja yang kamu perlukan selama berlibur, misalnya penginapan, tiket, dan lain sebagainya. Dengan tujuan investasi yang jelas, hal ini akan membuatmu tetap bersemangat dalam berinvestasi meskipun dalam kondisi keuangan yang kurang baik.

7 Aplikasi Belajar Saham bagi Pemula, Praktis dan Mudah Dipahami

4. Pilihlah instrumen investasi yang sesuai

Sudah selayaknya kamu sebagai mahasiswa memilih instrumen investasi yang sesuai dengan statusmu. Kamu bisa memilih instrumen investasi yang modalnya terjangkau dan memiliki risiko yang minim, seperti reksa dana, obligasi negara, atau saham bluechip.

Sementara untuk investasi properti tidak dianjurkan sebagai instrumen belajar investasi untuk mahasiswa. Pasalnya, selain modal yang dibutuhkan cukup besar, dalam investasi properti akan melibatkan pihak ketiga dalam skala yang besar pula.

Apabila kamu belum memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membuka deposito, maka kamu dapat menggunakan reksa dana sebagai instrumen investasi yang lebih mudah, dengan modal yang terjangkau. So, kapan kamu mau memulai belajar investasi?

5. Meluangkan waktu untuk mempelajari seluk beluk dalam berinvestasi

Last but not least, belajar investasi untuk mahasiswa adalah hal yang cukup kompleks. So, kamu memerlukan waktu yang cukup untuk mengulik seluk beluk investasi.

Setiap instrumen investasi memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Ada yang melibatkan broker, manajer investasi, developer, dan masih banyak lagi. Cara mengelola setiap instrumen investasi pun juga berbeda-beda, lho.  Oleh karena itu, kamu perlu meluangkan waktu lebih banyak dalam belajar investasi untuk mahasiswa agar mendapatkan pengetahuan yang luas.

Baca juga: 6 Komunitas Investasi yang Cocok Jadi Tempat Belajar untuk Investor Pemula

Jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas-komunitas untuk investor pemula, agar kamu bisa mengajukan beragam pertanyaan dan mendapatkan informasi lengkap mengenai investasi, ya.

5 Kiat Belajar Investasi untuk Mahasiswa: Mulai Lebih Dini Lebih Baik

Rekomendasi Instrumen Investasi untuk Mahasiswa

Setelah mengetahui kiat apa saja yang harus diperhatikan dalam belajar investasi untuk mahasiswa, berikut adalah rekomendasi instrumen investasi untuk mahasiswa yang dapat kamu coba.

1. Reksa dana

Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi dengan modal yang terjangkau. Tidak heran jika, instrumen investasi yang satu ini cukup populer di kalangan mahasiswa. Kamu dapat belajar mengenai dunia saham, obligasi, dan pasar uang melalui reksa dana.

Definisi reksa dana sendiri adalah sebuah aktivitas manajemen modal bagi sekelompok investor yang tidak ingin pusing memikirkan ragam instrumen investasi yang tersedia di pasar. Dalam hal ini, para investor hanya perlu membeli unit penyertaan reksa dana saja.

Saat berinvestasi di reksa dana, kamu akan dibantu oleh manajer investasi. Manajer investasi ini adalah seorang professional yang ahli dalam bidang pengelolaan keuangan. Menarik bukan?

2. Emas

Rekomendasi instrumen belajar investasi untuk mahasiswa yang berikutnya adalah emas. Emas merupakan logam mulia yang memiliki potensi risiko tergiling inflasi yang relatif rendah. Selain itu, emas bersifat likuid sehingga cukup mudah untuk diperjualbelikan, terutama yang gramasi kecil.

Transaksinya pun tergolong mudah dibandingkan produk investasi lainnya, lho. So, apakah kamu tertarik untuk mulai berinvestasi menggunakan emas?

Baca juga: 4 Cara Belajar Investasi Emas Batangan dan Tip Terbaik untuk Memaksimalkan Keuntungannya

Belajar Investasi Kecil-Kecilan dengan 6 Instrumen yang Ramah Pemula

3. Deposito

Deposito juga dapat kamu jadikan pilihan mulai belajar investasi untuk mahasiswa, lho. Tingkat risikonya yang cenderung minim, deposito merupakan instrumen yang ideal untuk investor pemula. Terlebih untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa.

Dana depostio ini akan diendapkan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan nasabah. So, kamu harus menunggu sampai masa waktu tersebut usai.

4. P2P Lending

P2P Lending, atau Peer to Peer Lending, adalah sebuah instrumen yang mekanismenya dilakukan dengan mengumpulkan uang ke dalam wadah pengepul resmi. Nantinya, dana ini akan dikelola oleh pihak penyedia jasa untuk disalurkan kepada pihak yang membutuhkan modal, seperti UMKM (Usaha Kecil dan Menengah).

Keuntungan mengembangkan dana di P2P Lending ini cukup menggiurkan, lho. Imbal hasilnya bisa mencapai angka 20% dari modal yang ditanamkan. Namun, sebagaimana cara kerja dalam investasi, semakin tinggi return yang kamu terima, maka risiko yang menimpa pun akan semakin tinggi. So, jika memang tertarik, jangan lupa untuk belajar P2P dulu melengkapi agenda belajar investasi untuk mahasiswa yang kamu lakukan.

Belajar Reksa Dana: 27 Istilah dalam Reksa Dana yang Harus Kamu Ketahui

Nah, itulah ulasan terkait kiat belajar investasi untuk mahasiswa dan juga rekomendasi instrumen investasi untuk mahasiswa yang bisa kamu coba.

Melihat ketertarikan mahasiswa terhadap dunia investasi, Academy Ternak Uang menyediakan layanan untuk memfasilitasi minat tersebut. Kamu dapat belajar investasi dan mendapatkan informasi dengan mengajukan pertanyaan seputar dunia investasi di Community Ternak Uang.

Pertanyaan-pertanyaan yang kamu ajukan, akan dijawab oleh para ahli investasi, lho. So, jangan ragu untuk memulai investasi dan bergabung di Ternak Uang Academy, ya. Yuk, download aplikasinya dan bergabung dengan ribuan anggota lainnya.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp