Investasi saham termasuk dalam kategori jenis investasi dengan risiko tinggi. Oleh karena itu, jika kamu ingin menjadi investor saham, maka sebaiknya memahami berbagai tipe investor saham kamu sendiri, agar kamu bisa mengelola risiko dengan baik.

Setiap investor pastinya memiliki gaya investasi yang berbeda-beda dan tidak bisa dipaksakan untuk sama. Hal ini juga berlaku untuk trading saham. Karena tujuan investasi yang berbeda, waktu memulai tidak sama, profil risiko serta horizon waktunya pun berbeda

Salah satu yang menentukan kamu tipe investor saham seperti apa adalah profil risiko. Untuk mengetahui profil risiko ini, kamu bisa akses melalui aplikasi perusahaan sekuritas. Umumnya mereka menyediakan fasilitas profil risiko agar kamu tahu seberapa jauh kamu bisa menoleransi risiko yang akan dihadapi.

Jadi, saat kamu memutuskan menjadi investor saham, kamu harus pahami ingin menjadi investor seperti apa kelak.

7 Cara Belajar Saham Pemula dengan Modal Handphone

Pengertian Investor Saham

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investor adalah penanam modal dalam bentuk uang di usaha yang memiliki tujuan memperoleh keuntungan. Investor ini enggak selamanya individu, sebuah badan usaha pun bisa menjadi investor.

Pengertian lain yang dijelaskan Nasarudin dan Surya dari kacamata ahli, pengertian investor adalah pihak baik itu individu maupun lembaga yang bisa berasal dari dalam maupun luar negeri yang melakukan kegiatan penanaman modal dalam jangka waktu panjang dan pendek.

Kehadiran investor ini sangat penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi negara dan juga perusahaan. Karena sudah terbukti dengan dana investor secara langsung memberikan suntikan modal ke bisnis-bisnis perusahaan agar bisa terus berkembang.

Setiap orang tentunya memiliki alasan tersendiri, mengapa ingin belajar saham dan menjadi investor di pasar modal, terlebih jika kamu mau seperti Warren Buffet. Memang sih, dengan investasi saham kamu bisa menerima return yang legit, tapi ini juga tidak lepas dari risiko yang besar.

Baca juga: Belajar Saham dari Warren Buffett untuk Investasi Jangka Panjang

Coba, yuk dipelajari apa saja tipe investor saham di bawah ini. Mungkin kamu adalah salah satunya.

8 Cara Sukses Trading Saham Harian bagi Pemula

Tipe Investor Saham

Membeli saham sebuah perusahaan berarti secara langsung kamu menjadi pemilik perusahaan tersebut. Apakah menjadi investor saham cukup membeli saham saja lalu dibiarkan? Tentu tidak. Kamu harus terus belajar personal finance misalnya agar bisa mengelola keuangan lebih baik dan tidak salah langkah dalam membuat strategi.

Dari tingkat risiko dan juga tujuan return yang ingin seorang investor capai, jenis investor dibagi menjadi tiga.

Tipe Investor umum berdasarkan profil risiko

Konvensional

Tipe investor ini adalah ingin menanam modal namun menghindari risiko yang besar. Adapun keuntungan yang diperoleh dari investor tipe ini terbilang kecil.

Investor moderat

Investor ini mau menanam modal dan menghadapi risiko investasi level sedang serta keuntungan yang akan diperoleh lebih tinggi dibanding investor konvensional.

Investor agresif

Ini adalah tipe investor yang siap menghadapi risiko tinggi agar bisa meraih cuan yang besar pula. Umumnya, investor tipe ini adalah individu yang sudah berpengalaman dan pernah mengalami berbagai risiko investasi.

Investor saham berdasarkan aktivitas yang dilakukan

Pasif

Investor pasif ini tidak memiliki target laba dalam waktu pendek. Biasanya kamu akan membeli saham demi mendapatkan keuntungan yang besar di kemudian hari.

Aktif

Ini merupakan kebalikan dari pasif, investor saham ini memiliki intensitas investasi yang cukup tinggi. Contohnya seperti trader saham, mereka melakukan jual beli saham setiap hari atau mingguan untuk mendapatkan return jangka pendek.

Keuangan

Ini adalah tipe investor yang bisa mengakuisisi perusahaan dan mengharapkan imbal balik sebesar sepuluh kali lipat setelah melakukan pengembangan dalam kurun waktu tertentu.

Strategis

Umumnya tipe investor ini berasal dari golongan perusahaan. Perusahaan besar akan membeli saham di perusahaan kecil atau startup yang baru memulai dan selaras dengan visi perusahaan.

Misalnya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perikanan bisa menginvestasikan sejumlah dana ke startup yang bergerak di bidang jual ikan online.

Baca juga: 7 Cara Belajar Saham Pemula dengan Modal Handphone

Dampak sosial

Ini adalah investor saham yang menanamkan modal di organisasi yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial. Misalnya, perusahaan besar berinvestasi ke perusahaan crowdfunding dengan tujuan membantu kasus khusus yang ada di negara kita. Target utama mereka adalah memberikan dampak sosial yang positif di masyarakat.

Bagaimana, sudah bisa menentukan kamu tipe investor yang mana? Apabila iya, berikut ini sedikit tips bagi investor pemula. Mari disimak!

5 Tipe Investor Saham, Kamu Termasuk yang Mana?

Tips Menjadi Investor Saham Pemula

1. Mulai mengedukasi diri tentang investasi saham

Sekali lagi investasi saham termasuk kategori high risk high return. Oleh karena itu, agar tidak salah membuat strategi, sebagai calon investor saham pemula kamu mesti mengedukasi diri tentang apa itu investasi, jenis investasi pasar modal dan bagaimana cara kerjanya.

Itu adalah hal mendasar yang wajib diketahui oleh investor pasar modal pemula.

2. Mulai sekarang tidak perlu menunda

Memulai investasi sejak dini adalah hal yang sangat baik. Tidak perlu menunggu harus kerja, karena investasi saham kini makin dipermudah dengan teknologi yakni aplikasi perusahaan sekuritas di mana mereka menawarkan modal awal yang tidak mahal.

3. Cara mengelola dana investasi

Kamu harus bisa mengelola dana investasi agar bisa konsisten dan membeli saham yang ingin dikoleksi. Nah, kamu bisa mencoba mengelola dana investasi secara mandiri atau menyewa jasa profesional.

Mengelola dana sendiri ini bagian dari personal finance. Kamu harus disiplin dan patuh dengan apa yang sudah direncanakan. Seperti tidak boleh menggunakan dana pendidikan untuk membeli saham dan lain sebagainya.

4. Manajemen risiko

Memang terdengar berat, tapi ini harus kamu lakukan karena investasi saham memiliki tingkat risiko yang tinggi. Kamu bisa membuat strategi manajemen risiko seperti diversifikasi investasi, agar ketika harga saham jatuh, kamu masih memiliki investasi lain untuk menopang.

5. Sabar

Yup, sabar adalah kunci. Di investasi saham tidak ada proses yang instan. Kamu harus sabar menunggu untuk mendapatkan keuntungan dan menikmatinya. Apabila ada yang mengatasnamakan investasi saham dan memberikan return yang tidak wajar, itu sudah pasti investasi bodong.

Baca juga: 5 Langkah Cara Memulai Investasi Saham dengan Benar

Demikian pembahasan tipe investor saham dan tips memulainya. Semoga kamu bisa terus konsisten ya dalam berinvestasi atau main saham, dan jangan lelah untuk terus belajar. Ingat untuk beli saham perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia, ya. Hati-hati karena sekarang banyak penipuan investasi di mana-mana.

Apabila kamu tertarik untuk tahu cara belajar investasi dan membutuhkan informasi lain mengenai dunia investasi, silakan bergabung dengan academy Ternak Uang. Sebagai platform digital yang bergerak di bidang finansial, Ternak Uang menyediakan ribuan konten edukasi investasi dengan berbagai instrumen bagi investor pemula.

Cari tahu insight lebih lengkap tentang tipe investor saham lainnya dan belajar investasi saham untuk pemula di aplikasi Ternak Uang sekarang juga!

Belum jadi member? Pakai kode promo TUBLOG buat dapetin Diskon Khusus 15% untuk Membership TU Premium!