Belajar candlestick saham itu rumit? Memang sih terdengar rumit. Namun, belajar candlestick saham ini sebenarnya tidak sesusah yang dibayangkan. Dengan memahami dasar-dasar cara membaca candlestick, maka kamu akan lebih mudah untuk membaca pola pergerakan saham tersebut.

Lagi pula, candlestick ini merupakan tools penting bagi para trader saham. Jadi, kalau kamu pengin menjadi seorang trader andal, maka mulailah dengan belajar candlestick saham.

Candlestick merupakan sebuah chart harga saham yang membentuk satu pola. Nah, pola inilah yang nantinya akan digunakan untuk memprediksi fluktuasi harga saham di pasar modal. Pola yang terbentuk ini pun cukup beragam. Namun, hanya beberapa pola tertentulah yang memiliki potensi keuntungan.

Baca juga: 10 Langkah Belajar Main Saham untuk Pemula dari Nol

Lantas apa saja pola candlestick yang berpotensi paling menguntungkan? Nah, dalam artikel ini, kamu akan belajar candlestick saham, khususnya tentang:

  1. Belajar Candlestick Saham Mulai dari Pengertian
  2. Sejarah Singkat Candlestick
  3. Cek 3 Pola Candlestick yang Paling Menguntungkan
    1. Pinbar
    2. Morning Star dan Evening Star
    3. Reversal Multi-Bar

Yuk, kita langsung saja pelajari satu per satu.

Ini Dia Manfaat Pasar Modal bagi Perusahaan, Investor, dan Negara

Belajar Candlestick Saham Mulai dari Pengertian

Istilah candlestick berasal dari bahasa asing, yang apabila diartikan adalah batang lilin. Lantas, apa korelasinya dengan investasi dan trading saham ya?

Jadi begini, belajar candlestick saham adalah kegiatan mempelajari dan memahami bentuk grafik yang merujuk pada pola pergerakan atau fluktuasi harga saham di pasar modal. Nah, hal ini akan sangat penting bagi kamu yang tertarik untuk menjadi trader pemula. Belajar candlestick saham ini salah satu alternatif yang dapat kamu lakukan selain mempelajari analisis teknikal saham agar mendapatkan keuntungan yang maksimal saat berinvestasi.

Pola yang terbentuk pada candlestick ini biasanya menunjukkan harga saham dalam periode tertentu. Misalnya dalam kurun satu minggu, satu bulan, atau bahkan satu tahun terakhir. Konon, pattern atau pola yang terbentuk dari fluktuasi harga saham di periode tertentu inilah yang dapat membantumu melihat potensi keuntungan dari investasi saham tertentu di masa yang akan datang.

So, bagaimana candlestick ini muncul?

2 Karakteristik Saham dan Cara Membeli Saham yang Paling Mudah

Sejarah Singkat Candlestick

Untuk semakin membantumu belajar candlestick saham, maka kamu juga perlu tahu bagaimana metode ini muncul.

Sejarah munculnya candlestick berawal dari seorang pedagang beras di Jepang yang menemukan metode grafik untuk memantau perkembangan harga beras di pasaran. Orang tersebut bernama Munehisa Honma. Di abad ke-18, ia mulai mencatat secara detail harga beras di masa lalu, mulai dari harga pembukaan, harga terendah, harga tertinggi, hingga harga penutupan di setiap harinya. Kemudian ia memakai catatan tersebut untuk menganalisis dan memprediksi harga beras di hari berikutnya. Keren bukan?

Hasilnya yang terbukti akurat, membuat Steve Nison, seorang pedagang dari barat mengadopsi metode tersebut. Hingga saat ini, metode tersebut diaplikasikan tidak hanya untuk menghitung naik turunnya harga beras di pasaran, akan tetapi juga digunakan untuk trading komoditas apapun yang memerlukan analisa cepat dalam waktu yang singkat.

Sederhananya, belajar candlestick saham berarti akan belajar menilai pergerakan saham berdasarkan moving average dari saham itu sendiri. Sehingga, dalam analisis ini, kamu sebagai trader saham dianjurkan untuk mengedepankan intuisi terhadap pattern atau pola dari pergerakan saham yang terjadi dalam grafik tersebut.

Baca juga: Cara Belajar Saham dan 20 Rekomendasi Saham yang Cocok untuk Pemula

Apabila dalam pattern tersebut memiliki potensi tren naik, maka saat itulah kamu perlu membeli saham tersebut, sebelum harganya benar-benar naik. So, tidak heran apabila belajar candlestick saham ini paling cocok diaplikasikan untuk investasi jangka pendek, yang memungkinkan trader untuk mengambil keuntungan hanya dalam hitungan jam maupun hari.

Belajar Candlestick Saham: Pengertian dan 3 Pola yang Menunjukkan Potensi Keuntungan

Cek 3 Pola Candlestick yang Paling Menguntungkan

Meskipun grafik fluktuasi harga saham atau candlestick ini memiliki pola yang beragam, namun ada pola-pola tertentu yang berpotensi paling menguntungkan sebagai bahan belajar candlestick saham bagi trader maupun investor. Namun, kamu juga perlu tahu bahwa candlestick ini memiliki dua tingkatan siaga, yakni sinyal dan konfirmasi.

Sinyal yang dimaksudkan dalam hal ini adalah apabila candlestick mulai membentuk suatu pola yang menunjukkan fluktuasi harga saham. Dalam kondisi seperti ini, kamu sebagai trader saham lebih baik menunggu konfirmasi dari pola yang terbentuk.

Setelah sinyal, kemudian akan ada tingkatan konfirmasi. Umumnya, pada tingkatan ini grafik pola fluktuasi harga saham akan dikonfirmasi dan besar kemungkinan bahwa arah pergerakan harga pun akan sesuai prediksi. Oleh karena itu, dalam situasi seperti ini, para trader dianjurkan untuk memasang posisi.

Nah, berikut adalah tiga pola yang paling menunjukkan potensi keuntungan sesuai prediksi.

1. Pinbar

Pola grafik candlestick pertama yang menunjukkan potensi keuntungan adalah pola pin bar. Konon, pola ini seringkali dipakai untuk trading forex maupun saham.

Pola pin bar ini cukup mudah ditemui. Hal ini dikarenakan bentuk garis panjang atau shadow pada pola ini lebih panjang daripada badan atau body dan juga nose atau garis pendeknya.

Cara membacanya pun cukup mudah. Apabila kamu menemukan pola pin bar, yang mana shadownya memanjang dibandingkan dengan body dan nose-nya, maka kemungkinan terjadinya reversal akan semakin tinggi.

2. Morning Star dan Evening Star

Sebutan pola ini memang lebih unik dibanding yang lainnya. Sebagaimana istilah yang digunakan, pola candlestick yang satu ini akan membentuk tiga batang candlestick yang berjajar.

Nah, apabila kamu menemukan pola candlestick yang seperti itu, maka ada indikasi bahwa pelaku pasar sedang ragu. So, batang ketiga dari pola ini akan memberi konfirmasi terkait di mana keraguan tersebut akan mengarah.

3. Reversal Multi-Bar

Last but not least, pola grafik fluktuasi harga saham yang menunjukkan potensi keuntungan berikutnya adalah pola reversal Multi-Bar atau juga dikenal dengan Falling and Rising Three Methods.

Apabila berbicara mengenai akurasi, pola reversal multi-bar ini merupakan sebuah pola yang terdiri dari beberapa pola falling dan rising three methods. Sehingga, pola ini dipercaya paling akurat dengan jumlah batang yang sedikit.

Pola candlestick yang satu ini dapat dengan mudah kamu kenali karena cirinya yang cukup identik. Pola reversal Multi-Bar ini memiliki ciri khas tiga body yang terimpit di tengah.

Sementara untuk melihat pola candlestick falling three methods, kamu dapat mengkonfirmasinya apabila closing bar lebih rendah daripada opening bar. Begitu pula sebaliknya. Apabila kamu ingin melihat rising three methods, maka closing bar yang ditutup akan lebih tinggi daripada opening bar.

Baca juga: 10 Cara Belajar Saham Pemula Terbaik sebelum Mulai Investasi

Nah, demikianlah ulasangan mengenai belajar candlestick saham dan serba-serbinya. Apabila kamu ingin mencoba teknik analisis menggunakan candlestick, maka tidak disarankan untuk terburu-buru dalam pengaplikasiannya. Alih-alih mendapatkan untung yang optimal, apabila kamu terburu-buru bisa saja kamu salah mengartikan pola pergerakan harga saham yang kamu incar, lho.

Kamu pun tidak dianjurkan untuk terburu-buru melakukan transaksi jual beli saham sebelum muncul pola candlestick selanjutnya. Pasalnya, sebagaimana yang sudah dijelaskan di awal, pola candlestick yang beragam ini bisa saja kamu kurang tepat dalam menginterpretasikannya.

Apabila kamu tertarik untuk belajar candlestick saham lebih jauh, dan membutuhkan informasi lain mengenai dunia investasi, silakan bergabung dengan academy Ternak Uang. Sebagai platform digital yang bergerak di bidang finansial, Ternak Uang menyediakan ribuan konten edukasi investasi dengan berbagai instrumen bagi investor pemula.

Cari tahu insight lebih lengkap tentang belajar investasi saham di aplikasi Ternak Uang sekarang juga!

Belum jadi member? Pakai kode promo TUBLOG buat dapetin Diskon Khusus 15% untuk Membership TU Premium!