Mau Mulai Main Saham? Kenali Ragam Risikonya!

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Mau Mulai Main Saham? Kenali Ragam Risikonya!

Sebelum menceburkan diri ke investasi atau main saham, sebaiknya memang perlu untuk memahami segala sesuatunya terlebih dulu, termasuk risiko yang bisa saja terjadi.

Risiko terbesar yang bisa dialami oleh para investor, baik yang sudah senior atau pemula, tentu saja adalah munculnya kerugian. Kerugian bukan hanya dalam jumlah yang kecil, bisa saja sebagian besar uang yang sudah ditanamkan di pasar modal itu hilang tak berbekas.

Wah, ngeri dong? Well, karena itu, adalah penting bagi kamu untuk mengenali risiko, agar kemudian kamu bisa melakukan langkah-langkah manajemennya dengan baik.

Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa risiko bila kamu tertarik untuk ikut main saham.

Cara Investasi Saham bagi Mahasiswa sebagai Investor Pemula

Risiko Main Saham yang Harus Kamu Pahami

1. Capital Loss

Capital loss bisa diartikan sebagai kerugian modal, atau penurunan nilai investasi yang menimbulkan kerugian bagi investor.

Hal ini umumnya disebabkan oleh rendahnya harga jual dibandingkan harga belinya. Risiko capital loss ini sering dihadapi investor, karena nilainya selalu berubah setiap waktu.

2. Fluktuasi Harga

Harga saham selamanya akan selalu berubah. Bisa naik, bisa pula turun. Perubahan harga biasanya mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran yang ada di pasar modal.

Perubahan harga dipengaruhi oleh beberapa keadaan, antara lain kondisi ekonomi, kondisi politik, gejolak harga bahan baku, sampai dengan perubahan suku bunga bank.

3. Suspensi

Suspensi adalah penghentian perdagangan oleh bursa efek disebabkan oleh beberapa faktor, yang dapat berlaku selama beberapa hari, tetapi juga tidak menutup kemungkinan suspensi bertahan selama beberapa bulan atau tahun.

Tujuan diadakannya suspensi biasanya adalah untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar, untuk mempertimbangkan keputusan investasinya di instrumen tertentu.

4. Delisting atau Bangkrut

Delisting adalah penghapusan suatu emiten di bursa modal secara resmi yang dilakukan oleh otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada banyak alasan yang membuat bursa mau tidak mau melakukan delisting. Sebagai contoh, sebuah saham bisa didepak dari bursa setelah sahamnya disuspensi selama bertahun-tahun.

Bila sebuah perusahaan mengalami apa yang disebut dengan delisting, maka investor dengan sangat terpaksa harus menjual saham yang dimiliki. Dengan demikian, kita bisa mengalami kerugian jika nilai saham cenderung turun.

5. Likuidasi

Risiko lainnya adalah likuidasi. Likuidasi terjadi bila sebuah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh investor saham tersebut dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau dibubarkan.

Pada kondisi tersebut, pemegang saham akan menjadi pihak terakhir yang mendapatkan haknya setelah perusahaan memenuhi kewajiban kepada pihak lain. Artinya, pemegang saham hanya mendapatkan sisa harta yang dimiliki sebuah perusahaan setelah membayar kewajibannya. Namun tidak menutup kemungkinan, pemegang saham tidak akan mendapatkan apa-apa jika perusahaan sudah tidak memiliki harta yang tersisa.

IHSG Saham: Ini yang Perlu Kamu Ketahui sebagai Investor Pemula

Aman Main Saham

Setelah mengetahui beberapa risiko main saham yang bisa kamu alami, maka bisa disimpulkan bahwa sebaiknya kamu memang perlu untuk mempersiapkan diri dengan baik jika benar-benar ingin terjun ke dunia investasi ataupun trading. Namun, kamu tak perlu terlalu khawatir, karena dengan ilmu dan pemahaman yang cukup, risiko apa pun bisa kok dikelola hingga meminimalkan efek kerugian yang bisa terjadi.

Ada banyak cara untuk melakukannya. Misalnya saja, bagi investor pemula, bisa dengan dengan berinvestasi ke perusahaan yang sudah dikenal sehari-hari. Bisa juga berinvestasi sesuai indeks saham yang kamu percaya kinerjanya. Saham-saham yang masuk ke indeks LQ45, misalnya, atau IDX30. Atau, pekalah terhadap situasi, dan lakukan trading jangka pendek-pendek.

Selain itu, untuk mengelola risiko dalam investasi dan/atau trading , kamu juga bisa mencoba untuk mendiversifikasikan dana investasu ke beberapa jenis saham atau ke beberapa instrumen sesuai kebutuhan dan profil risiko. Misalkan pada suatu saat satu saham sedang mengalami penurunan atau down, kamu masih memiliki pegangan lain sehingga dana investasi tidak serta merta hilang seluruhnya.

Intinya, saat memutuskan untuk melakukan investasi atau main saham, kamu sudah mempersiapkan diri dan mental dengan baik, untuk menghadapi dan coba mengatasai berbagai risiko yang mungkin saja hadir. Terutama soal emosi. Emosional akan menjadi bumerang saat kita sedang trading atau berinvestasi di pasar modal. So, jika kamu memang punya masalah emosi ini, ada baiknya kamu cari solusinya terlebih dulu.

Kesimpulan

Dari semua yang sudah dibahas di atas, ada satu hal yang harus kamu jadikan pegangan kuat, yaitu jangan sampai kamu menggunakan uang panas untuk berinvestasi atau main saham. Entah itu dana hasil berutang, menjual aset pribadi seperti sertifikat rumah, motor, dan aset lain yang sangat penting bagi kehidupanmu.

Atau, malah menggunakan dana margin yang nantinya malah akan meningkatkan risiko kerugian. Pastikan kamu menggunakan uang yang memang dialokasikan untuk trading dan/atau investasi, bukan uang yang akan dipakai dalam jangka waktu sangat dekat, untuk kebutuhan-kebutuhan hidup yang penting. Jadi, bila dana investasimu dari saham hilang, kamu tidak langsung kebingungan dan panik menghadapinya.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp