Saham LQ45: Pengertian dan Kriterianya

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Saham LQ45: Pengertian dan Kriterianya

Bagi kamu yang memiliki minat atau mungkin baru mencoba instrumen investasi saham, pastinya akan menemukan berbagai istilah baru, salah satunya adalah saham LQ45.

Dewasa ini, saham memang menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup populer di Indonesia. Lewat pasar modal atau bursa saham, bukan hanya para investor senior, tapi masyarakat juga bisa meraih keuntungan yang cukup signifikan dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Istilah saham LQ45 adalah sebuah istilah yang cukup dikenal publik. Sebagai investor, kamu juga pasti seringkali mendengar tentang indeks LQ45 saat melakukan transaksi saham. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan indeks LQ45? Apa saja saham yang bisa masuk ke dalam indeks LQ45? Kriteria apa saja yang membuat suatu saham bisa masuk ke dalam perhitungan indeks LQ45?

Saham Blue Chip: Pengertian dan Contohnya

Pengertian Indeks Saham LQ45

Saham LQ45 adalah perhitungan dari 45 saham, yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan.

Selain penilaian atas likuiditas (LiQuid), seleksi atas saham-saham tersebut juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar. Selain itu, salah satu kriteria lainnya adalah sudah tercatat minimal selama tiga bulan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kemudian faktor lain yang juga diperhitungkan adalah aktivitas transaksi di pasar reguler yang dilihat dari nilai, volume dan transaksinya. Saham-saham LQ45 juga berada peringkat teratas berdasarkan kapitalisasi pasar (yang dilihat adalah rata-rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir).

Indeks saham LQ45 berisi 45 saham yang disesuaikan setiap enam bulan (setiap awal bulan Februari dan Agustus). Dengan demikian saham yang terdapat dalam indeks tersebut akan selalu berubah.

Pertama kalinya indeks saham LQ45 diluncurkan adalah pada Februari 1997, tapi untuk mendapatkan data historikal yang lebih panjang, hari dasar yang dipakai adalah tanggal 13 Juli tahun 1994, dengan nilai indeks sebesar 100.

Kriteria Saham LQ45

Hal utama yang menjadi ukuran likuiditas transaksi yaitu mengacu pada nilai transaksi pada pasar reguler. Bila menyesuaikan dengan perkembangan pasar dan untuk mempertajam kriteria likuiditas, maka sejak bulan Januari 2005 jumlah hari perdagangan dan frekuensi transaksi dimasukkan sebagai ukuran likuiditas.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa kriteria suatu saham dapat masuk ke dalam indeks saham LQ45 adalah sebagai berikut:

  • Sudah tercatat di BEI minimal 3 bulan
  • Memiliki kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, serta nilai transaksi perusahaan yang tinggi.
  • Termasuk dalam 60 saham berdasarkan nilai transaksi pada pasar reguler dalam 12 bulan terakhir.
  • Termasuk dalam 60 saham dengan kapitalisasi tertinggi dalam 1-2 bulan terakhir.

Dari 60 saham tersebut, 30 saham teratas secara otomatis akan masuk dalam perhitungan indeks saham LQ45.

Kemudian untuk mendapatkan 45 saham, akan dipilih 15 saham dengan menggunakan kriteria Hari Transaksi di Pasar Reguler, Frekuensi Transaksi di Pasar Reguler, serta Kapitalisasi Pasar.

Metode pemilihan 15 saham tersebut antara lain:

  • Dari 30 sisa saham berdasarkan Hari Transaksi Pasar Reguler, akan dipilih 25 saham.
  • 25 saham ini akan diseleksi lagi menjadi 20 saham berdasarkan Frekuensi Transaksi di Pasar Reguler.
  • Dari 20 saham tersebut, selanjutnya akan dipilih 15 saham berdasarkan Kapitalisasi Pasar.
  • Dengan demikian telah didapatkan 45 saham untuk perhitungan indeks saham LQ45.

Hal penting lainnya yang menjadi tolok ukur selain kriteria likuiditas serta kapitalisasi pasar yaitu keadaan keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan tersebut.

Saham LQ45: Pengertian dan Kriterianya

Tujuan Diberikannya Indeks Saham LQ45

Mengapa harus ada indeks saham LQ45 ini?

Tujuan indeks LQ45 adalah sebagai pelengkap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan untuk menyediakan sarana yang objektif dan terpercaya bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor dan pemerhati pasar modal lainnya dalam memonitor pergerakan harga dari saham-saham yang aktif diperdagangkan.

Evaluasi Indeks dan Penggantian Saham

Berada atau duduk di jajaran LQ45 tentu saja merupakan suatu kehormatan bagi sebuah perusahaan. Sebab hal ini menandakan jika pelaku pasar modal percaya dan juga mengakui tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar dari perusahaan tersebut adalah sangat baik.

Bagi emiten yang sudah masuk ke dalam indeks LQ45 bukan berarti bisa lantas bersantai dan berbangga diri saja.  Harus tetap ada kerja keras demi mempertahankan posisi yang sudah diraih karena barisan saham-saham ini akan terus dipantau oleh Bursa Efek Indonesia.

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara rutin memantau perkembangan kinerja komponen saham yang masuk dalam perhitungan indeks saham LQ45. Setiap 3 bulan sekali akan dilakukan evaluasi atas pergerakan urutan saham-saham tersebut. Bila ternyata ada saham yang sudah tidak masuk kriteria maka akan diganti dengan saham lain yang memenuhi syarat.

Pemilihan saham-saham LQ45 pun harus wajar, karena itulah BEI mempunyai komite penasehat yang terdiri dari para ahli di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga dari kalangan akademisi serta profesional di bidang pasar modal. Penggantian saham biasanya dilakukan enam bulan sekali, yakni pada bulan Februari dan Agustus.

Karena memiliki frekuensi perdagangan yang tinggi, indeks saham LQ45 akan selalu dapat dijadikan acuan sebagai bahan untuk menilai kinerja perdagangan saham khususnya di BEI.

Nah, sudah tahu ya, sekarang apa itu saham LQ45 dan juga kriteria serta cara penentuannya. Gimana? Apakah kamu sudah memilih saham incaran dari indeks LQ45 ini? Kamu bisa mengunduh ringkasan performa perusahaan LQ45 langsung dari website Bursa Efek Indonesia.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp