50% Lebih Investor Saham Adalah Para Usia Muda – Ini Tip Terbaik untuk Investasi di Pasar Modal

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
50% Lebih Investor Saham Adalah Para Usia Muda - Ini Tip Terbaik untuk Investasi di Pasar Modal

Dalam kurun waktu tahun 2016 hingga tahun 2020, pasar modal Indonesia didominasi oleh investor muda. Lebih jauh lagi, ternyata bahkan menurut data terakhir, 50% lebih investor saham adalah milenial, yaitu mereka yang berusia di bawah 30 tahun, dengan rata-rata penghasilan berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp100 juta. Aset mereka yang disimpan di C-BEST tak kurang dari Rp34.99 triliun lo!

Luar biasa ya?

Bahkan Bursa Efek Indonesia sendiri menyebut, bahwa tahun 2020—meski dunia dilanda pandemi, tak terkecuali Indonesia—telah menjadi tahun kebangkitan investor ritel domestik. Untuk pertambahannya sendiri ada sebesar 56% di akhir 2020 YoY, menjadi 3.88 juta investor.

Kemudian, data KSEI di bulan April 2021 menyebutkan, bahwa ternyata sudah ada 5 juta lebih investor saham di pasar modal Indonesia. Jumlah ini bertambah lebih banyak sebesar 31,11% dari posisi akhir tahun 2020 yang 3.88 juta investor tadi. Warbiyasak!

Penyebab Peningkatan Jumlah Investor Saham

Apa yang menyebabkan begitu banyak jumlah investor saham adalah mereka yang berusia muda? Mari kita lihat.

1. Semakin sadarnya kita akan pentingnya investasi

Meningkatnya jumlah investor saham yang aktif terlibat dalam transaksi di pasar modal memang bisa jadi adalah sinyal bagus, bahwa literasi keuangan kita sudah meningkat.

Tak hanya sadar bahwa penghasilan itu harus dikelola dengan baik, tapi juga paham betapa pentingnya investasi.

Investasi akan membawa banyak manfaat untukmu, antara lain:

  • Melindungi aset kita dari inflasi
  • Menjamin kesejahteraan hidup di masa mendatang
  • Membuka peluang agar dapat merdeka finansial secepatnya
  • Menghindari peluang timbulnya masalah keuangan

Meski demikian, tak menutup kemungkinan akan ada alasan lain, misalnya seperti demi mendapatkan keuntungan. Hal ini juga wajar saja terjadi, dan muncul di benak para investor saham muda. Apakah hal ini salah? Tentu tidak, karena tujuan kita berinvestasi sudah pasti untuk bisa mendapatkan imbal yang akan bermanfaat untuk hidup kita.

Akan tetapi, niat untuk mendapatkan keuntungan ini juga harus dibarengi dengan sikap bijak. Karena jika tidak, bukan keuntungan yang bisa didapatkan, melainkan boncos belaka.

2. Cara investasi saham yang mudah

Zaman sekarang, untuk bisa mulai berinvestasi, kita hanya tinggal ambil smartphone, unduh aplikasi sekuritas, dan kemudian bisa langsung membeli saham yang kita inginkan. Semua dapat dikerjakan secara online, syarat untuk mendaftar menjadi investor saham pun mudah sekali.

Nggak seperti dulu, yang kalau mau investasi saham, kita mesti mendatangi kantor sekuritas. Di TKP, akan ada berbagai proses dulu sebelum akhirnya bisa mulai berinvestasi. Untuk mulai investasi saham, kita juga butuh dana yang banyak, bahkan bisa sampai puluhan juta.

Sekarang? Tak hanya proses mudah dan cepat, siapa pun bisa mulai menjadi investor saham dengan modal seminim Rp100.000, bahkan bisa kurang. Minimal pembelian saham adalah 1 lot, yang terdiri atas 100 lembar saham. Jika memang bujet kamu belum banyak, tinggal pintar-pintar memilih saham saja—dengan melakukan berbagai teknik analisis yang juga dengan mudah dipelajari—maka kamu bisa mulai dengan modal kecil.

3. Tak terbatasnya informasi dan media belajar

Media sosial dan online yang semakin berkembang sekarang juga memiliki peran besar dalam mengembangkan jumlah investor saham muda di pasar modal.

Informasi seputar seluk beluk investasi di pasar modal, pun tip-tip praktis untuk belajar berinvestasi dengan mudah dan gratis bisa didapatkan di mana saja.

50% Lebih Investor Saham Adalah Para Usia Muda - Ini Tip Terbaik untuk Investasi di Pasar Modal

Tip Mulai Jadi Investor Saham

Nah, buat kamu yang sekarang sedang ingin memulai untuk menjadi seorang investor saham, terutama jika ingin menjadi investor saham yang sukses, berikut adalah beberapa tip yang bisa kamu lakukan.

1. Belajar prinsip investasi dengan benar

Banyaknya informasi kadang memang membuat kita overwhelmed; kewalahan untuk memilah dan memfilter suatu pemahaman—termasuk di dalamnya soal investasi saham. Dan, kalau sudah kewalahan, akan muncul peluang kita justru mendapatkan informasi yang menyesatkan atau salah. Atau, bisa saja, justru kita yang mengartikan suatu ilmu secara salah.

Hal ini bisa berakibat fatal. Akibat informasi yang tidak benar, kamu menempatkan dana investasi ke instrumen yang salah, hingga akhirnya bukan keuntungan yang diperoleh tapi justru kerugian.

Do your own research. Kamu bisa saja membaca berbagai tip dan rekomendasi saham di luar sana, namun keputusan akhir tetap di tanganmu. Pasalnya, ketika kamu mendapatkan keuntungan, maka keuntungan itu akan menjadi milikmu sendiri. Kalau terpaksa harus mengalami kerugian, juga akan menjadi tanggung jawabmu sendiri.

Karena itu, belajarlah prinsip investasi yang benar, melalui sumber yang memang layak dipercaya. Melalui blog ini, salah satunya. Pantengin terus artikel-artikel selanjutnya ya, agar kamu bisa belajar mengenai investasi, terutama saham, dengan lebih baik.

2. Mulai dengan tujuan

Setiap hal yang kita lakukan seharusnya memiliki tujuan. Tujuan akan membantu kita untuk konsisten berusaha. Begitu juga dengan investasi saham.

Cara terbaik untuk dapat mulai investasi saham adalah dengan menentukan apa tujuan kita berinvestasi. Mau untuk apa sih kita berinvestasi? Untuk dana pensiun? Dana rumah? Atau yang lain? Adanya tujuan akan memotivasi kita untuk konsisten berinvestasi.

Bahkan jika kamu memutuskan untuk investasi harian atau trading saham pun ada tujuannya, bukan? Yaitu untuk mendapatkan penghasilan.

3. Kenali dirimu sendiri

Karakter kamu dalam berinvestasi bisa jadi akan berbeda dengan orang lain, sehingga bisa saja kamu tidak cocok jika meniru strategi orang lain dalam berinvestasi.

Misalnya saja, soal profil risiko. Kamu mungkin termasuk mereka yang suka akan instrumen agresif, yang akan memberimu keuntungan lebih banyak meskipun kamu harus siap dengan risiko yang juga tinggi. Cara kamu berinvestasi akan berbeda dengan orang lain yang lebih suka main aman. Kamu tidak akan cocok melakukan strategi investasi konvensional. Begitu juga dengan orang lain, yang mungkin akan senam jantung kalau mengikuti strategi investasi agresif kamu.

Jadi, adalah penting untuk mulai dengan mengenali diri sendiri; seberapa tinggi kamu bisa mengelola risiko yang bisa terjadi, dan sampai seberapa mampu kamu berinvestasi. Sebaiknya, hindari berinvestasi melebihi kemampuan finansial kita sendiri. Sehatkan dulu keuangan kamu, sebelum kamu memutuskan untuk mulai investasi.

Bagikan Via

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp